Kepala Disnakertrans Berau. Masyarakat lokal Sulitan Dapat Kerja, Justru Terbuka Untuk Tenaga Kerja luar Daerah.

Anang, Mengingatkan perusahaan Lebih mengutamakan, Nasib pekerja lokal

- Publisher

Sabtu, 25 April 2026 - 00:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 


SUARA UTAMA, BERAU.- Fenomena ini dinilai problematik. Di saat masyarakat lokal kesulitan mendapatkan pekerjaan, Peluang justru terbuka bagi tenaga kerja dari luar daerah. Ketimpangan ini memperbesar tekanan  bagi pekerja kerja lokal yang sudah semakin sempit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun realitas di lapangan tak sepenuhnya mendukung. Industri tambang saat ini tengah berada dalam fase pengetatan. Sejumlah perusahaan melakukan efisiensi hingga memangkas produksi, yang berdampak langsung pada pengurangan tenaga kerja.

BACA JUGA :  Jejak Teduh Indonesia Luncurkan Project Planet Proklim di Majene, Perempuan Jadi Garda Terdepan Aksi Iklim dan Ketahanan Pangan

 

Kepala Disnakertrans Berau, Anang Sapriani, Tak menampik adanya fenomena tersebut. Ia menegaskan, kondisi ini terjadi bersamaan dengan kebijakan penyesuaian produksi yang dilakukan sejumlah perusahaan tambang.

 

“Tetapi mengapa Terkadang yang dikurangi tenaga  lokal, Tapi tenaga dari luar masuk. Nah itu yang mau kita sasar,” ujarnya tegas.

 

Di tengah gelombang pengurangan tenaga kerja lokal, Justru terjadi arus masuk pekerja dari luar daerah. Situasi ini memicu sorotan tajam, Terutama karena memperketat persaingan di sektor pertambangan yang selama ini menjadi tumpuan utama masyarakat lokal.

BACA JUGA :  Penertiban Pedagang di Tanjung Bunga

 

Di sisi lain, sektor tambang masih menjadi magnet utama pencari kerja di Berau. Statusnya sebagai “primadona” membuat banyak orang enggan melirik sektor lain.

Anang pun mengingatkan perusahaan agar lebih bijak dalam mengambil kebijakan tenaga kerja, khususnya dengan mempertimbangkan nasib pekerja lokal.

BACA JUGA :  Wartawan SUARA UTAMA Harus Berilmu dan Beretika

 

“Sekarang ini ada penciutan produksi. Boro-boro tambah tenaga kerja, Malah pengurangan. Dengan dalih efesian, Tetapi jangan juga menyasar, keseluruhan pekerja lokal. Perusahaan juga didorong untuk lebih adil dalam memberikan kesempatan bagi tenaga kerja lokal, Jangan Memperbanyak Pekerjaan dari luar, lupa bahwa pekerja lokal masih banyak. ”ungkapnya.

 

 

Penulis : Rudi salam

Sumber Berita: Suara utama

Berita Terkait

Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2025 Barito Selatan Ditunda
Jejak Teduh Indonesia Luncurkan Project Planet Proklim di Majene, Perempuan Jadi Garda Terdepan Aksi Iklim dan Ketahanan Pangan
Jalan Poros Gurimbang–Sukan Rusak Bertahun-tahun, Kepala Kampung: Warga Terus Jadi Korban Janji Perbaikan
BANDAR SABU SUNGAI BAUNG TAK PERNAH TERSENTUH HUKUM, MODUS TIARAP DAN KEBOCORAN INFORMASI JADI TAMENG
MoU DJKI-Rospatent Jadi Gerbang Baru Ekspansi Inovasi Indonesia ke Pasar Rusia
Bom Waktu Sampah di Jantung Kota Buntok
Menkum Dorong Reformasi Royalti Global di Forum WIPO
Fasilitas Umum di Bongkar, Pertanggung Jawaban Masih Misteri, BPN atau Pemerintah Desa Gading Kulon 
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:54 WIB

Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2025 Barito Selatan Ditunda

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:10 WIB

Jejak Teduh Indonesia Luncurkan Project Planet Proklim di Majene, Perempuan Jadi Garda Terdepan Aksi Iklim dan Ketahanan Pangan

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:17 WIB

Jalan Poros Gurimbang–Sukan Rusak Bertahun-tahun, Kepala Kampung: Warga Terus Jadi Korban Janji Perbaikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:27 WIB

BANDAR SABU SUNGAI BAUNG TAK PERNAH TERSENTUH HUKUM, MODUS TIARAP DAN KEBOCORAN INFORMASI JADI TAMENG

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:30 WIB

MoU DJKI-Rospatent Jadi Gerbang Baru Ekspansi Inovasi Indonesia ke Pasar Rusia

Berita Terbaru