Warga Karang Berahi Soroti Dugaan Keterlibatan Anak dan Menantu Kades dalam Aktivitas PETI

- Writer

Minggu, 4 Januari 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Sejumlah warga Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, menyoroti dugaan keterlibatan anak dan menantu Kepala Desa Karang Berahi dalam aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang berlangsung di wilayah desanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, warga mengungkapkan adanya dugaan pembiaran terhadap aktivitas PETI yang disebut-sebut melibatkan keluarga Kepala Desa Karang Berahi, Samsul Fuad. Dugaan tersebut mengarah kepada anak dan menantunya yang diduga mengelola sejumlah unit dompeng di sekitar aliran sungai desa setempat.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa anak Kades bernama Nando dan menantunya Andri diduga memiliki beberapa unit alat dompeng yang saat ini beroperasi di wilayah sekitar Milir.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Warga Karang Berahi Soroti Dugaan Keterlibatan Anak dan Menantu Kades dalam Aktivitas PETI Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anak Kades namonyo Nando dan menantunyo Andri punyo dompeng jugo, bang. Kalu sekarang kerjo di sebelah Milir, bang. Ado sekitar tujuh set,” ujar warga tersebut kepada media ini.

Warga menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas penambangan ilegal di Desa Karang Berahi. Bahkan, mereka menduga adanya unsur pembiaran dari pihak pemerintah desa, mengingat keluarga kepala desa sendiri disebut-sebut ikut terlibat dalam kegiatan PETI tersebut.

BACA JUGA :  Tak Tersentuh Anggaran Pemerintah, SDN 207 Desa Selango Bangun Pagar Gunakan Dana Pribadi 

“Kalau keluarga Kades sendiri yang terlibat, kami sebagai warga jadi bertanya-tanya. Jangankan orang lain, keluarga Kades pun ikut PETI, seolah-olah aktivitas ini dibiarkan,” ungkap warga lainnya.

Aktivitas penambangan emas ilegal tersebut dinilai telah berdampak pada kerusakan lingkungan, terutama di sepanjang aliran sungai yang menjadi sumber air bagi warga sekitar. Selain itu, keberadaan PETI juga dikhawatirkan menimbulkan konflik sosial serta masalah hukum di kemudian hari.

Warga berharap aparat penegak hukum serta instansi terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan penertiban dan penyelidikan secara menyeluruh, tanpa pandang bulu. Mereka meminta agar hukum ditegakkan secara adil demi menjaga lingkungan dan ketertiban di Desa Karang Berahi.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Karang Berahi, Samsul Fuad, belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan tersebut. Media ini masih berupaya meminta klarifikasi guna memberikan pemberitaan yang berimbang.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Gudang Minyak di Kampung Baruh Tabir Dilalap Si Jago Merah, Satu Unit Mobil Kijang LGX Ikut Terbakar
Panen Raya Serentak, Lapas Bangko Wujudkan Kemandirian Pangan dan Kepedulian Sosial
Usulan Pengurus Masjid Nurul Huda Desa Kampung Baru Terealisasi, Meski Hanya Dapat Pembangunan Toilet
Trotoar Granit Jalur 2 DPRD Merangin Diduga Asal Jadi, Banyak Retak dan Keropos
Turun ke Lokasi Banjir, Wabup Iing Andri Supriadi Diserbu Masyarakat Pagelaran yang Antusias
Diduga Kabur Saat Penangkapan Narkoba, Ayub Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Tabir
Boentuka Dilanda Banjir, ASN Pendis dan Bimas Islam Kemenag TTS Beri Bantuan
Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:59 WIB

Gudang Minyak di Kampung Baruh Tabir Dilalap Si Jago Merah, Satu Unit Mobil Kijang LGX Ikut Terbakar

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:39 WIB

Panen Raya Serentak, Lapas Bangko Wujudkan Kemandirian Pangan dan Kepedulian Sosial

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:08 WIB

Usulan Pengurus Masjid Nurul Huda Desa Kampung Baru Terealisasi, Meski Hanya Dapat Pembangunan Toilet

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:57 WIB

Trotoar Granit Jalur 2 DPRD Merangin Diduga Asal Jadi, Banyak Retak dan Keropos

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:09 WIB

Turun ke Lokasi Banjir, Wabup Iing Andri Supriadi Diserbu Masyarakat Pagelaran yang Antusias

Rabu, 14 Januari 2026 - 05:36 WIB

Diduga Kabur Saat Penangkapan Narkoba, Ayub Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Tabir

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:47 WIB

Boentuka Dilanda Banjir, ASN Pendis dan Bimas Islam Kemenag TTS Beri Bantuan

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:05 WIB

Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum

Berita Terbaru