Taman Geopark Merangin Kini Tinggal Cerita: Pengelolaan Diduga Bermasalah

- Publisher

Rabu, 2 Juli 2025 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin  – Taman Geopark Merangin yang berada di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Jambi

yang dibangun dengan investasi miliaran rupiah, kini menghadirkan pemandangan yang jauh dari harapan. Kondisi taman yang kurang terawat dan fasilitas yang rusak menjadi sorotan utama masyarakat dan pengamat pariwisata setempat. Ironisnya, taman ini awalnya dibangun untuk meningkatkan pariwisata dan perekonomian lokal.

Berdasarkan hasil investigasi Media ini dilapangan pada Rabu (01/7/25) mendapati banyak seng di Taman Geopark Merangin yang hancur, dan tumbuhan liar tumbuh subur di seluruh area taman. Hanya ruangan museum yang terlihat masih utuh namun terkunci, tidak digunakan atau dibuka untuk pengunjung. Bahkan, banyak fasilitas umum yang sudah tidak berfungsi, menandakan pengelolaan yang kurang maksimal dan minim perhatian dari pihak pengelola.

Kepada media ini salah satu warga setempat mengatakan, “Dengan anggaran yang sebesar itu, seharusnya Geopark Merangin dapat dikelola lebih baik. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana mengintegrasikan taman ini dalam program pariwisata kabupaten yang berkelanjutan.” ungkapnya.

BACA JUGA :  Kilas Balik 28 Tahun Reformasi Indonesia

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Sukoso selaku Kadisparpora Kabupaten Merangin, mengenai tudingan tersebut. Namun, sejumlah pihak berharap ada langkah konkret dari pihak terkait untuk mengatasi masalah ini dan kembali menjadikan taman wisata tersebut sebagai tujuan favorit bagi wisatawan domestik dan internasional.

Seorang pengunjung wisata dari Jambi, Rini Wulandari, mengungkapkan rasa kecewa saat mengunjungi Taman Geopark Merangin. Dia mengatakan, “Saya sangat kecewa melihat kondisi Geopark ini. Sebelumnya saya berharap bisa menikmati keindahan alam dan belajar tentang sejarahnya, tapi sekarang taman ini sangat tidak terawat, banyak fasilitas yang rusak, dan tumbuhan liar tumbuh di mana-mana. Harusnya pengelola lebih peduli, agar tempat ini tetap menarik dan bermanfaat bagi pengunjung.” katanya

BACA JUGA :  Berau. Memperingati Hari Nelayan Nasional sekaligus HUT HNSI ke-53. Pihak kesultanan menilai pemerintah daerah mulai mengabaikan nilai-nilai historis.

Diharapkan pemerintah setempat dapat segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi taman dan memanfaatkan potensi besar yang ada, agar tidak menjadi ‘trasid’ sejarah pariwisata Merangin yang menyisakan cerita sedih.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Fahry Lamato Buka Suara Soal Isu SARA: “Jangan Ada Upaya Mengadu Domba Masyarakat Bitung”
Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan
Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026
Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
Ratusan Massa Akan Kepung Balaikota dan PDAM Makassar, GEMPAK-HAM Soroti Krisis Air Bersih
PREDIKSI JITU dan AKURAT: Persib Menuju Singgasana Keabadian Hat-trick Champion, Rekor Tak Terkalahkan di Kandang, dan Dipastikan Terima Bintang Kelima Besok Sore!
Polres Gowa Laksanakan Simulasi Sispam Mako untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Berita ini 177 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:13 WIB

Fahry Lamato Buka Suara Soal Isu SARA: “Jangan Ada Upaya Mengadu Domba Masyarakat Bitung”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:13 WIB

Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:12 WIB

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:07 WIB

Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:04 WIB

Ratusan Massa Akan Kepung Balaikota dan PDAM Makassar, GEMPAK-HAM Soroti Krisis Air Bersih

Berita Terbaru

Moslem Woman Silhouette in Old Vintage Brick Wall Background

Artikel

Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:12 WIB