RSUD Intan Jaya Gelar Pelatihan Penanganan Gawat Darurat Bagi Petugas Kesehatan

- Penulis

Jumat, 19 Mei 2023 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama setelah pembukaan kegiatan pelatihan di aula Akper Nabire Jumad,(19/05/2023)

Foto bersama setelah pembukaan kegiatan pelatihan di aula Akper Nabire Jumad,(19/05/2023)

SUARA UTAMA, Nabire – Kondisi Gawat Darurat yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) seperti di daerah Kabupaten Intan Jaya yang rawan konflik membutuhkan penanganan khusus, seperti pasien yang berhenti nafas,stroke dan jantungan.

Hal ini sampaikan Direktur RSUD kabupaten Intan Jaya, Kristianus Tebai, S.KM; M.Kes dalam sambutan pada kegiatan pembukaan Pelatihan Basic life Support (BLS), Provider Course Advanced Cardiovascular Life Support (ACLS), Early Warning Score (EWS) dan Code Blue Managemen Workshop hari ini,Jumad,(19/05/2023) di Aula Akper,Nabire,Papua Tengah.

Sebagai Direktur RSUD, Kristianus Tebai mengharapkan kerja sama yang baik dalam penanganan pasien gawat darurat di lembaga yang dipimpinnya saat ini.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 RSUD Intan Jaya Gelar Pelatihan Penanganan Gawat Darurat Bagi Petugas Kesehatan Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

IMG 20230519 102028 RSUD Intan Jaya Gelar Pelatihan Penanganan Gawat Darurat Bagi Petugas Kesehatan Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Penyerahan bingkisan kepada para undangan oleh panitia penyelenggara di aula Akper,Nabire pada Jumad,(19/05/2023)/foto:ist

“Karena pasien di daerah Intan Jaya butuh penanganan khusus,maka harus membutuhkan kerja tim yang kompak setelah mengikuti pelatihan ini.Sehingga dapat menanggani kasus gawat darurat dengan maksimal oleh dokter dan para Nakes RSUD Sugapa”,ujarnya.

“Saya mohon kepada Bupati kabupaten Intan jaya juga Kepala dinas Kesehatan agar kegiatan-kegiatan seperti ini dapat dapat dukung aga dapat dilanjutkan setiap tahun”,harap Tebai.

Turut hadir dalam pembukaan pelatihan ini PJ.Bupati Kabupaten Intan Jaya yang mewakili Asisten II Setda , Arles Manik, M. Si, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Nabire, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Intan Jaya, Musa Kobogau, S.E, juga Tim Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) kabupaten Nabire

BACA JUGA :  Ini Calon MRP Kursi Perempuan yang Didukung Organisasi Perempuan di Intan Jaya

Sebelum membuka kegiatan Asisten II Setda mewakili PJ.Bupati Kabupaten Intan Jaya mengapresiasi Kegiatan Pelatihan yang akan berlangsung ini.Karena menurutnya dengan pelatihan seperti ini dapat mengurangi terjadinya resiko beberapa penyakit gawat darurat.

“Berharap setelah ikut kegiatan ini,peserta harus siap menangani pasien yang membutuhkan pertolongan. Apalagi berkaitan dengan penyakit jantung,stroke dan penyakit lain yang butuh penanganan cepat dan tepat”, tuturnya

Lebih lanjut PJ.Bupati Intan Jaya melalui Asisten II Setda mengharapkan agar perluh adanya inovasi baru demi pengembangan pelayanan kesehatan di daerah kabupaten Intan jaya.

“Kegiatan pelatihan ini adalah salah satu inovasi yang dilakukan pihak RSUD Sugapa.Sehingga peserta yang ikut kegiatan ini setelah dibekali dengan pelatihan,akan kembali ke tempat tugas untuk tangani pasien yang gawat darurat dan harus kerja ektra”,harapnya

“Umur Kabupaten Intan Jaya yang masih muda ini,kita semua diajak untuk kerja sesuai bidang masing-masing dengan penuh kasih demi kesejahteraan masyarakat di daerah kita”,tutupnya.

Kegiatan pelatihan yang dilakukan RSUD Sugapa bekerja sama dengan Tim HIPGABI kabupaten Nabire,Provinsi Papua Tengah dibuka dengan resmi oleh PJ.Bupati Kabupaten Intan Jaya yang diwakili Asisten II Setda, Arles Manik, M.Si pada pukul 09:30 yang disaksikan oleh 40 peserta pelatihan yang terdiri dari tenaga dokter,Nakes RSUD Sugapa dan tim PMI Kabupaten Intan Jaya.

Berita Terkait

Jambore Posyandu Jadi Momentum, Honor Kader di Subang Dinaikkan
Perlu Normalisasi Sungai Batang Gasan yang Masuk ke Pemukiman Penduduk di Korong Piliang
Krisis Penegakan Hukum di Indonesia
Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Kaleidoskop 2025: Bukan Sekadar Bencana Alam, tetapi Bencana Tata Kelola
Andi Jadi Sorotan: Pembangunan Sumur Bor di Kelurahan Mampun Diduga Tak Sesuai Aturan Transparansi
Proyek Sumur Bor APBN di Dusun Baru Diduga Tidak Transparan, Warga Pertanyakan Tanpa Papan Informasi
Bidan PPPK Desa Beringin Sanggul Dinilai Tak Maksimal, Warga Minta Dinkes Merangin Turun Tangan
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 22:45 WIB

Jambore Posyandu Jadi Momentum, Honor Kader di Subang Dinaikkan

Sabtu, 13 Desember 2025 - 15:32 WIB

Perlu Normalisasi Sungai Batang Gasan yang Masuk ke Pemukiman Penduduk di Korong Piliang

Sabtu, 13 Desember 2025 - 15:21 WIB

Krisis Penegakan Hukum di Indonesia

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:16 WIB

Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:11 WIB

Kaleidoskop 2025: Bukan Sekadar Bencana Alam, tetapi Bencana Tata Kelola

Sabtu, 13 Desember 2025 - 05:56 WIB

Proyek Sumur Bor APBN di Dusun Baru Diduga Tidak Transparan, Warga Pertanyakan Tanpa Papan Informasi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 05:16 WIB

Bidan PPPK Desa Beringin Sanggul Dinilai Tak Maksimal, Warga Minta Dinkes Merangin Turun Tangan

Jumat, 12 Desember 2025 - 22:12 WIB

Ironi Merangin: Jembatan Hampir Ambruk, Warga Terjatuh, Pemerintah Belum Juga Hadir

Berita Terbaru

Gambar Kegiatan Jambore Pos Yandu Kabupaten Subang 2025 – Sabtu, 13/12/2025.

Berita Utama

Jambore Posyandu Jadi Momentum, Honor Kader di Subang Dinaikkan

Sabtu, 13 Des 2025 - 22:45 WIB

Dr. Firman Tobing

Hukum

Krisis Penegakan Hukum di Indonesia

Sabtu, 13 Des 2025 - 15:21 WIB