PNFA Nagekeo Tumbangkan Rendu United B, Melaju ke Final Kemenpora Cup U-12

- Penulis

Jumat, 5 September 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Skuad PNFA Nagekeo U-12 yang sukses melaju ke final setelah mengalahkan Rendu United B dengan skor 1-0 di Stadion Oepoi, Kupang.
Skuad PNFA Nagekeo U-12 yang sukses melaju ke final setelah mengalahkan Rendu United B dengan skor 1-0 di Stadion Oepoi, Kupang.

SUARA UTAMA,Kupang, NTT – Laga penuh gengsi tersaji di babak semifinal Kemenpora Cup U-12 yang berlangsung di Stadion Oepoi, Kupang, Jumat 5/8/2025, Pertandingan dimulai pukul 15.00 WITA dan mempertemukan dua tim asal Nagekeo, PNFA (Putra Nagekeo Football Academy) dan Rendu United B. Keduanya sebelumnya sudah pernah bentrok di final Liga Anak beberapa bulan lalu, dan kini kembali bertemu untuk memperebutkan tiket ke partai puncak.

Sejak awal laga, PNFA tampil agresif dengan menekan pertahanan Rendu United B. Tekanan berbuah manis di menit ke-15, ketika Gideon melepaskan sepakan keras dari dalam kotak penalti yang tak mampu diantisipasi kiper lawan. Gol tunggal itu menjadi penentu kemenangan 1-0 sekaligus memastikan langkah PNFA ke final.

Meski tertinggal, Rendu United B berupaya bangkit. Beberapa kali mereka menciptakan peluang lewat serangan balik cepat. Namun, lini belakang PNFA tampil disiplin dan kiper mereka melakukan beberapa penyelamatan krusial untuk menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 PNFA Nagekeo Tumbangkan Rendu United B, Melaju ke Final Kemenpora Cup U-12 Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelatih PNFA, Chafo, menyampaikan rasa bangganya terhadap anak asuhnya. “Anak-anak bermain sangat luar biasa. Mereka disiplin, semangat, dan tidak mudah panik meski lawan terus menekan. Gol Gideon di menit ke-15 menjadi penentu, tapi kemenangan ini adalah hasil kerja sama seluruh tim. Akhirnya, juara bertahan kembali merebut tiket ke final,” ujarnya.

BACA JUGA :  Perpisahan RA (TK) Hidayatus Sibyan Bukit mindawa Dharmasraya tampilkan seni tari tradisional.
Foto Emanuel Api, mantan pemain PSK Kota Kupang yang kini aktif sebagai pengamat sepak bola. Dalam komentarnya usai semifinal Kemenpora Cup U-12 di Stadion Oepoi Kupang, ia menyebut kemenangan PNFA atas Rendu United B bukan hanya soal mental bertanding, tetapi juga hasil dari latihan rutin dan kepemimpinan pelatih Chafo.
Emanuel Api, mantan pemain PSK Kota Kupang sekaligus pengamat sepak bola, menilai kemenangan PNFA atas Rendu United B lahir dari disiplin latihan dan sentuhan tangan dingin pelatih Chafo.

Sementara itu, pengamat sepak bola Emanuel Api, yang akrab disapa Man Api mantan pemain PSK Kota Kupang menilai kemenangan PNFA bukan hanya soal mental yang terjaga, tetapi juga hasil dari pembinaan yang konsisten. “PNFA punya mental bertanding yang kuat, tapi bukan itu saja. Mereka rutin latihan, dan yang paling penting, punya pelatih dengan tangan dingin seperti Chafo. Kombinasi inilah yang membuat PNFA selalu stabil di turnamen besar,” jelasnya.

Menurut Man Api, performa PNFA di semifinal juga menunjukkan bahwa sepak bola usia dini di Nagekeo berkembang pesat. “Anak-anak ini bukan hanya bermain bola, tapi mereka sudah paham organisasi permainan. Itu hanya bisa lahir dari latihan teratur dan pembinaan yang serius,” tambahnya.

Dengan kemenangan ini, PNFA selaku juara bertahan kembali membuktikan kualitasnya di level nasional. Gideon dan kawan-kawan tinggal selangkah lagi untuk mempertahankan gelar Kemenpora Cup U-12 dan sekaligus mengharumkan nama Nagekeo di kancah sepak bola usia dini.

 

Penulis : Severinus je

Sumber Berita : Suara utama

Berita Terkait

Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Andi Jadi Sorotan: Pembangunan Sumur Bor di Kelurahan Mampun Diduga Tak Sesuai Aturan Transparansi
Proyek Sumur Bor APBN di Dusun Baru Diduga Tidak Transparan, Warga Pertanyakan Tanpa Papan Informasi
Bidan PPPK Desa Beringin Sanggul Dinilai Tak Maksimal, Warga Minta Dinkes Merangin Turun Tangan
Ironi Merangin: Jembatan Hampir Ambruk, Warga Terjatuh, Pemerintah Belum Juga Hadir
Proyek Drainase Tanpa Papan Informasi di Kelurahan Mampun Diduga Milik CV Masyarakat Merangin Mandiri: Warga Pertanyakan Transparansi
Memahami SP2DK dari Kacamata Wajib Pajak dan Fiskus
Jumat Bersih, Pemdes Bersama Warga Gotong Royong Membersihkan Lokasi Objek Wisata
Berita ini 187 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:16 WIB

Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Andi Jadi Sorotan: Pembangunan Sumur Bor di Kelurahan Mampun Diduga Tak Sesuai Aturan Transparansi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 05:56 WIB

Proyek Sumur Bor APBN di Dusun Baru Diduga Tidak Transparan, Warga Pertanyakan Tanpa Papan Informasi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 05:16 WIB

Bidan PPPK Desa Beringin Sanggul Dinilai Tak Maksimal, Warga Minta Dinkes Merangin Turun Tangan

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:53 WIB

Proyek Drainase Tanpa Papan Informasi di Kelurahan Mampun Diduga Milik CV Masyarakat Merangin Mandiri: Warga Pertanyakan Transparansi

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:49 WIB

Memahami SP2DK dari Kacamata Wajib Pajak dan Fiskus

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:50 WIB

Jumat Bersih, Pemdes Bersama Warga Gotong Royong Membersihkan Lokasi Objek Wisata

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:11 WIB

Ekskavator PETI Milik Ponidi Porak-porandakan Bukit Bungkul, Warga Menjerit: “Sumur Kami Keruh!”

Berita Terbaru