Lapak Baca Nabire Gelar Diskusi Krisis Kemanusiaan di Tanah Papua

Minggu, 22 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA,Nabire- Lapak Baca dan Diskusi Kota Nabire kembali menggelar pada Sabtu, 21 Februari 2026, pukul 14.30 WIT hingga selesai. Kegiatan yang berlangsung di Asrama Intan Jaya Kalibobo, Nabire Papua Tengah.

Lapak Baca Nabire dan Diskusi Krisis Kemanusiaan di Tanah Papua ini mengangkat tema “Krisis Kemanusiaan di Tanah Papua”.

Dalam diskusi tersebut menjadi ruang refleksi bersama atas perjalanan panjang situasi kemanusiaan di Papua yang dinilai belum menemukan penyelesaian menyeluruh.

Moderator diskusi, Mepa segeni menyampaikan bahwa krisis kemanusiaan di Papua tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik sejak 1961. Menurutnya, sejak periode itu berbagai persoalan kekerasan, konflik, dan ketertinggalan pembangunan mulai mengakar dan berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat adat Papua.

BACA JUGA :  Bapelkum Bitung dan BNNK Perkuat Sinergi, Bahas Persiapan Penandatanganan PKS

Ia menegaskan bahwa persoalan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi di Papua tidak dapat dipisahkan dari konteks politik dan konflik yang berkepanjangan.

“Pendidikan, kesehatan, dan ekonomi orang Papua tertinggal karena sumber masalahnya sejak awal adalah politik dan konflik,” ujarnya.

Pembicara Yosua dalam paparannya menyebut krisis kemanusiaan saat ini sebagai akumulasi dari sejarah panjang kolonialisme dan kebijakan pembangunan yang dinilai belum berpihak sepenuhnya kepada masyarakat adat Papua.

Ia menyoroti kondisi di wilayah pegunungan dan pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Selain itu, ia juga menyinggung dampak kehadiran aparat keamanan di sejumlah wilayah yang menurutnya memunculkan rasa trauma dan pengungsian warga sipil di Papua.

BACA JUGA :  Pernyataan Kontradiktif Antara Pesan Suara dan Dokumen Tertulis, Oknum Sekda Terindikasi Dugaan Abuse Of Power

“Krisis ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal rasa aman dan martabat manusia Papua,” ungkapnya.

Dalam diskusi, peserta turut menyinggung pentingnya perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka merujuk pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menjamin hak hidup, hak atas pendidikan, kesehatan, dan rasa aman bagi setiap warga negara.

Pembicara Usel Selegani Punup juga menekankan pentingnya menjaga tanah dan hutan adat sebagai sumber kehidupan masyarakat Papua.

“Karena ada alam, kita bisa hidup. Kalau tidak ada alam, kita tidak bisa hidup. Kami tidak mau hutan adat kami dirusak,” tegasnya.

BACA JUGA :  Di Hadapan 6.193 ASN, Menkum Supratman Paparkan Arah Baru Reformasi Kepegawaian Kemenkum

Papua dalam situasi darurat kemanusiaan maka Diskusi ditutup dengan ajakan kepada masyarakat sipil, gereja, mahasiswa, dan pemerintah daerah untuk membuka ruang dialog yang lebih jujur dan inklusif terkait kondisi Papua saat ini.

Peserta menilai bahwa pembangunan yang berjalan tanpa menghormati hak-hak dasar manusia Papua hanya akan memperdalam luka dan ketidakadilan di bumi Papua.

Lapak Baca dan Diskusi Kota Nabire ini komitmennya untuk terus menghadirkan ruang diskusi kritis dan membangun solidaritas demi terwujudnya kehidupan yang lebih adil dan manusiawi bagi masyarakat Papua.

Berita Terkait

Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan
Presiden DPP Aliansi Alam Bersatu Jaya Minta Polisi Usut Tuntas Kebakaran Kantor Organisasi
Wamenlu: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman
GEGER PEMBEBASAN TERDUGA PENGEDAR NARKOBA MUARA SINGOAN, WARGA DESAK AUDIT INVESTIGASI
DJKI Sesuaikan Tarif Pendaftaran Merek Mulai 1 Agustus, UMK Tetap Nikmati Tarif Khusus Rp500 Ribu
TPA Langling Kian Memprihatinkan, Tumpukan Sampah Diduga Tak Terkelola, Akses Warga ke Kebun Lumpuh
Diduga Milik Cuncun, Aktivitas PETI dan Galian C di Kecamatan Tabir Kembali Jadi Sorotan
Bapelkum Bitung Pastikan Pelatihan Berdampak Nyata, Evaluasi Kompetensi ASN di Kanwil Kemenkum Sulsel

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:35

Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:29

Presiden DPP Aliansi Alam Bersatu Jaya Minta Polisi Usut Tuntas Kebakaran Kantor Organisasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36

Wamenlu: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:56

GEGER PEMBEBASAN TERDUGA PENGEDAR NARKOBA MUARA SINGOAN, WARGA DESAK AUDIT INVESTIGASI

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:47

DJKI Sesuaikan Tarif Pendaftaran Merek Mulai 1 Agustus, UMK Tetap Nikmati Tarif Khusus Rp500 Ribu

Berita Terbaru