Kasus Dugaan Perdagangan Anak Libatkan Warga SAD, Mijak Tampung SH: “Ini Harus Diberantas!”

- Publisher

Senin, 8 Desember 2025 - 20:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA,Merangin – Penangkapan dua orang warga yang disebut berasal dari komunitas Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin dan kemudian dibawa ke Jakarta terkait dugaan tindak pidana perdagangan anak, menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Salah satu tokoh sekaligus advokat asal komunitas SAD Bukit 12, Mijak Tampung, SH, turut memberikan tanggapan keras atas kasus yang mencoreng nama masyarakat adat tersebut.

Ditemui media ini setelah mendampingi kliennya di Polres Merangin dalam perkara dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE, Mijak Tampung menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh langkah kepolisian dalam mengungkap kasus perdagangan anak lintas provinsi yang diduga melibatkan dua warga SAD tersebut.

BACA JUGA :  Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani

“Kalau memang salah, tetap salah. Tidak ada orang yang kebal hukum di negara ini,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mijak kemudian meluruskan bahwa pelaku yang ditangkap bukan berasal dari komunitas SAD Bukit 12, melainkan kelompok yang dalam istilah adat mereka disebut sebagai orang simpul, yakni kelompok yang hidup berpindah di sepanjang lintas Sumatera.

“Saya tegaskan, mereka bukan dari wilayah adat Bukit 12. Tetapi siapapun pelakunya, tindakan seperti ini sudah tidak manusiawi dan melanggar HAM. Ini harus diberantas,” ujarnya.

Menurutnya, kasus yang sedang ditangani aparat bukan hanya sekadar dugaan penculikan terhadap seorang anak, namun bagian dari indikasi praktik perdagangan manusia yang melibatkan lintas daerah bahkan lintas provinsi.

BACA JUGA :  Lapas Bangko Tingkatkan Pelayanan Kesehatan WBP Melalui Kegiatan CLBK

“Ini berbahaya sekali kalau dibiarkan. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus berani membongkar jaringan ini. Jangan ada pembiaran,” tambahnya.

Mijak menyebut, pengalaman advokasinya terhadap masyarakat SAD selama bertahun-tahun membuatnya memahami bahwa masih banyak kasus serupa yang belum terungkap. Ia meminta agar penegakan hukum dilakukan secara tegas dan adil terhadap siapapun yang terbukti melakukan tindak pidana.

“Tidak ada orang yang kebal hukum. Siapa saja yang melakukan tindak pidana harus diproses. Ini menyangkut masa depan anak-anak yang tidak bersalah,” tegasnya.

BACA JUGA :  Perkuat Keteguhan Hati, Lapas Bangko Gelar Yasinan Bersama Warga Binaan

Ia juga mengingatkan bahwa kasus ini bukan hanya mengenai satu korban saja, tetapi membuka potensi adanya lebih banyak anak-anak yang telah menjadi korban eksploitasi.

“Saya yakin masih banyak yang belum terungkap. Karena itu kepolisian harus mengusut sampai tuntas,” pungkas Mijak.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru penanganan kasus tersebut. Namun dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh SAD sendiri, menunjukkan kuatnya desakan agar kasus perdagangan anak ini diproses hingga tuntas tanpa pandang bulu.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Dishub Pangkalpinang Sosialisasi Smart Parking di SMADA, Dorong Pelajar Jadi Pelopor Digitalisasi
Aula Bappeda Merangin Dipakai Pengukuhan PKB, Publik Pertanyakan Penggunaan Fasilitas Pemerintah
Sorotan Tajam! Juhendri Disorot Usai Hadiri Pengukuhan PKB Berseragam PNS
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:14 WIB

Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp