lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

IndonesiaGelap dan PENTOL Cahaya di Tengah Kegelapan

- Publisher

Selasa, 18 Februari 2025 - 22:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: #IndonesiaGelap dan PENTOL Cahaya di Tengah Kegelapan|| Nafian Faiz (suarautama.id)

Ilustrasi: #IndonesiaGelap dan PENTOL Cahaya di Tengah Kegelapan|| Nafian Faiz (suarautama.id)

SUARA UTAMA –
Tagar #IndonesiaGelap menggema di jagat media sosial. Di berbagai kota, mahasiswa turun ke jalan menyuarakan keresahan. Ini bukan sekadar tren digital, melainkan cerminan nyata dari ketidakpuasan rakyat atas arah kebijakan pemerintah yang dianggap kian membebani.

Suara Keprihatinan

Viralnya #IndonesiaGelap dipicu oleh serangkaian kebijakan efisiensi yang diambil oleh pemerintahan Presiden Prabowo. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak sekolah memang terdengar baik, tetapi ironi muncul ketika orang tua mereka di-PHK akibat pemotongan anggaran di berbagai sektor. Kakak mereka yang mahasiswa kehilangan beasiswa, dan layanan publik yang menjadi hak dasar masyarakat pun terganggu.

Gerakan ini diperkuat oleh PENTOL, akronim dari enam tuntutan rakyat, termasuk reformasi kepolisian, keadilan energi, peningkatan taraf hidup, pembayaran tunjangan guru dan ASN, perbaikan MBG, serta pemberantasan mafia tanah dan pencopotan pejabat tak kompeten. Ini bukan sekadar kritik, tetapi desakan untuk perubahan fundamental.

Kebijakan yang Membebani

Kebijakan efisiensi, meski berniat baik, terasa seperti pedang bermata dua. Anak-anak memang mendapatkan makan siang gratis, tetapi apakah itu cukup ketika orang tua mereka kehilangan pekerjaan? Mahasiswa dipaksa berhenti kuliah karena beasiswa dicabut, dan layanan kesehatan serta pendidikan menurun drastis akibat pemotongan anggaran.

BACA JUGA :  Publik Meminta APIP dan APH Audit Secara Menyeluruh ATR/BPN Kab. Probolinggo Perihal Program PRONA 2010 dan PTSL 2017 hingga 2024

Pemotongan anggaran tanpa kajian mendalam hanya melahirkan efek domino: kesenjangan ekonomi memburuk, angka pengangguran meningkat, dan kepercayaan publik terkikis. Kelangkaan gas elpiji bersubsidi menjadi bukti nyata bahwa kebijakan energi masih jauh dari kata adil.

Menanti Aksi Nyata Pemerintah, Bukan Curhat

Respons Presiden Prabowo yang menjamin tidak akan memotong anggaran pendidikan dan beasiswa adalah langkah awal, tetapi janji saja tidak cukup. Masyarakat menuntut tindakan nyata: revisi kebijakan yang membebani rakyat, pengelolaan energi yang transparan, dan reformasi di tubuh kepolisian.

Rakyat tidak hanya butuh janji atau pidato curhat di atas mimbar, tetapi aksi. Ironis jika anak-anak mendapat makan gratis, sementara masa depan mereka dipertaruhkan oleh kebijakan yang mengabaikan stabilitas keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA : 

Cahaya di Tengah Kegelapan

#IndonesiaGelap adalah pengingat keras bahwa ketidakpuasan rakyat tidak bisa diabaikan. Pemerintah harus berani mengakui kekurangan, memperbaiki kebijakan, dan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Jika tidak, maka kegelapan ini akan menjadi kenyataan yang menelan harapan bangsa.

Namun, jika keberanian, transparansi, dan keadilan ditegakkan, cahaya bukan hanya di ujung terowongan, melainkan akan menerangi perjalanan bangsa ini.

Rakyat telah bersuara. Kini saatnya pemerintah bertindak.

Penulis : Nafian faiz : Jurnalis, tinggal di Lampung

Berita Terkait

Ketua Panitia Ungkap Perjuangan Umat Persiapkan Peresmian Gereja Paroki Idakebo
Uskup Timika Bernadus Pemberkatan Goa Maria di Paroki Idakebo
Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital
Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo
Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani
Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo
Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja
Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Timur
Berita ini 213 kali dibaca
"#IndonesiaGelap adalah pengingat keras bahwa ketidakpuasan rakyat tidak bisa diabaikan. Pemerintah harus berani mengakui kekurangan, memperbaiki kebijakan, dan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan".

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Ketua Panitia Ungkap Perjuangan Umat Persiapkan Peresmian Gereja Paroki Idakebo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Uskup Timika Bernadus Pemberkatan Goa Maria di Paroki Idakebo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:59 WIB

Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/