Dugaan Penyimpangan Anggaran, Kejari Pangkalpinang Periksa Maraton 6 Anggota DPRD

- Publisher

Selasa, 31 Maret 2026 - 05:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA, Pangkalpinang – Kejaksaan Negeri Pangkalpinang terus mendalami dugaan kasus penyimpangan anggaran di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pangkalpinang. Terbaru, tiga anggota dewan kembali dipanggil untuk menjalani proses klarifikasi pada Senin (30/3/2026).

Ketiga legislator yang hadir memenuhi panggilan penyidik tersebut berasal dari fraksi yang berbeda, yakni Dio Febrian (PDI-P), Rocky Husada (PPP), dan Mohammad Belia Murantika (Golkar).

Berdasarkan pantauan awak media di kantor Kejari Pangkalpinang, Dio Febrian dan Rocky Husada tiba secara bersamaan pada pukul 09.00 WIB. Sementara itu, Mohammad Belia Murantika terpantau sudah berada di dalam gedung kejaksaan lebih awal sebelum kedua rekannya tiba.

Pemanggilan ini merupakan kelanjutan dari “pemanggilan maraton” yang dilakukan oleh Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pangkalpinang. Hingga hari ini, total sudah enam anggota DPRD Kota Pangkalpinang yang dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

Sebelumnya, pada Kamis (12/3/2026), tim penyidik juga telah memeriksa tiga anggota dewan lainnya, yaitu: Sukardi (Fraksi Gerindra), Panji Akbar (Fraksi Nasdem), Achmad Faisal (Fraksi Demokrat).

BACA JUGA :  PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?

Usai pemeriksaan pada pertengahan Maret lalu, Sukardi sempat memberikan pernyataan singkat kepada awak media. Ia menegaskan kehadirannya adalah bentuk kepatuhan terhadap hukum.

“Kita memenuhi panggilan pihak Kejari Pangkalpinang untuk klarifikasi saja, lebih jelasnya tanya ke dalam saja ya,” ujar Sukardi. Sebaliknya, Panji Akbar dan Achmad Faisal memilih bungkam dan tidak menemui wartawan hingga sore hari setelah proses klarifikasi selesai.

Kasus yang tengah menjadi sorotan publik ini bermula dari laporan atau temuan mengenai ketidakberesan penggunaan dana di lingkungan DPRD Kota Pangkalpinang pada periode tahun anggaran 2024-2025.

BACA JUGA :  Lapas Bangko Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Pangkalpinang, Anjasra Karya, membenarkan adanya rangkaian pemeriksaan ini. Ia menyatakan bahwa pihak kejaksaan masih terus melakukan pengumpulan keterangan untuk memperjelas duduk perkara.

“Hingga saat ini, proses hukum masih terus berjalan,” tegas Anjasra dalam keterangan sebelumnya. Masyarakat kini menanti perkembangan lebih lanjut mengenai status hukum dari dugaan penyimpangan anggaran tersebut.

Penulis : Rozi

Editor : Aisyah Putri Widodo

Sumber Berita: Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin
Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 
Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
Kejati Jambi Sita Dua Mobil Hybrid dan Puluhan Barang Bukti dalam Kasus Dugaan Korupsi Anggaran DPRD Merangin
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:49 WIB

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 November 2026 - 11:56 WIB

Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin

Minggu, 1 November 2026 - 10:45 WIB

Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak

Berita Terbaru

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp