Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Founder Komunitas Pecinta Alam, Persatuan Kelana Alam Indonesia, Andre Hariyanto

- Publisher

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

FOTO: Visual kebakaran di kawasan gugusan Gunung Arjuno–Welirang yang terlihat dari Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tepatnya di sekitar base camp pendakian Gunung Lincing, Senin (19/10/2026). (Dok. Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

FOTO: Visual kebakaran di kawasan gugusan Gunung Arjuno–Welirang yang terlihat dari Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tepatnya di sekitar base camp pendakian Gunung Lincing, Senin (19/10/2026). (Dok. Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Malang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Arjuno – Welirang di Jawa Timur menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk komunitas pencinta alam. Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia, Andre Hariyanto, mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa bersama agar kebakaran segera dapat dikendalikan, hujan turun membantu pemulihan kawasan, dan seluruh petugas yang berjibaku di lapangan senantiasa diberikan keselamatan.

FOTO: Media Online Nasional Suara Utama Buka Kesempatan Bergabung bagi Penulis, Jurnalis dan Wartawan (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)
FOTO: Media Online Nasional Suara Utama Buka Kesempatan Bergabung bagi Penulis, Jurnalis dan Wartawan (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, keselamatan para petugas dan relawan, serta keberlangsungan ekosistem hutan di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.

Mengutip laporan JatimTIMES pada Kamis (22/10/2026), upaya penanganan kebakaran di kawasan Tahura Raden Soerjo wilayah Kabupaten Malang masih berlangsung. Sebanyak 64 personel gabungan dilaporkan melakukan pemadaman darat dan pemantauan kondisi kebakaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data pemantauan pada Rabu (21/10/2026) mencatat 34 titik panas, sedangkan laporan pada Kamis menyebutkan jumlahnya berkurang menjadi delapan titik. Meski demikian, proses penanganan masih diperlukan karena kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu. Luas lahan yang terbakar juga masih dalam proses pendataan.

BACA JUGA :  Beli Tanah Rp280 Juta, Warga Samarinda Kaget Temukan Patok Orang Lain di Lokasi - Kuasa Hukum Layangkan Somasi

Medan Terjal dan Angin Kencang Menjadi Kendala

Upaya pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Arjuno – Welirang menghadapi tantangan berupa medan yang curam, akses yang sulit dijangkau, serta angin kencang yang berpotensi memengaruhi penyebaran api.

Dalam penanganannya, tim gabungan melakukan pemadaman secara manual, pembuatan sekat bakar atau ilaran, penimbunan bara api, serta pemantauan titik-titik yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan.

Sebelumnya, lansir laporan ANTARA pada Selasa (20/10/2026) menyebutkan kebakaran yang bermula di wilayah Kabupaten Pasuruan telah meluas ke sebagian wilayah Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Mojokerto.

Perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antarpihak, pemantauan berkelanjutan, serta dukungan masyarakat untuk membantu upaya penanggulangan kebakaran sesuai arahan petugas.

Andre Hariyanto Ajak Masyarakat Satukan Doa

Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia, Andre Hariyanto, mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengikuti perkembangan kebakaran, tetapi juga menunjukkan kepedulian melalui doa, tindakan pencegahan, dan dukungan terhadap upaya pelestarian alam.

BACA JUGA : 

“Marilah kita berdoa bersama agar kebakaran Gunung Arjuno – Welirang segera dapat dipadamkan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan perlindungan kepada seluruh petugas serta relawan yang sedang berjuang di lapangan,” ujar Andre.

Ia juga menyampaikan harapan agar hujan segera turun dengan intensitas yang cukup dan tidak menimbulkan bencana baru sehingga dapat membantu proses pemadaman serta mendukung pemulihan kawasan hutan.

“Kami berharap hujan segera turun membawa rahmat dan keberkahan, membantu meredakan kebakaran, serta menjadi awal pemulihan alam. Semoga kawasan hutan yang terdampak dapat kembali menghijau dan ekosistemnya pulih secara bertahap,” tambahnya.

Menurut Andre, menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diimbau untuk menghindari pembakaran terbuka, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membuat api unggun di lokasi terlarang, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran kepada pihak berwenang.

BACA JUGA :  Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Keselamatan dan Kelestarian Alam Harus Diutamakan

Di tengah upaya pemadaman, keselamatan petugas, relawan, dan masyarakat tetap menjadi prioritas. Masyarakat juga diharapkan mematuhi ketentuan penutupan jalur pendakian dan tidak memasuki kawasan yang dibatasi selama proses penanganan berlangsung.

Informasi mengenai status jalur pendakian, jumlah titik api, luas area terdampak, dan perkembangan pemadaman perlu merujuk pada pengumuman resmi UPT Tahura Raden Soerjo, BPBD, serta instansi terkait.

Andre berharap musibah ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan, dan menjaga kawasan konservasi demi generasi mendatang.

“Semoga api segera padam, hujan turun membawa kebaikan, seluruh petugas dan relawan selalu diberikan keselamatan, serta Gunung Arjuno – Welirang kembali pulih. Mari kita jaga alam dengan doa, kepedulian, dan tindakan nyata,” tutupnya.

Penulis : Andre Hariyanto

Editor : Aisyah Putri Widodo

Sumber Berita: Jatim Times & Antara

Berita Terkait

Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung
RSUD Waluyo Jati Gandeng Universitas Airlangga, Perkuat Layanan Kesehatan Unggulan dan Pendidikan Kedokteran
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:14 WIB

Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:46 WIB

PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp