Diduga Dikeroyok Belasan Rekan Sekolah, Siswa SMPN 35 Makassar Alami Luka dan Nyaris Pingsan

- Publisher

Senin, 8 Juni 2026 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Makassar– Seorang siswa berinisial MAR (13), yang merupakan pelajar di SMP Negeri 35 Makassar, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah rekan sekolahnya. Peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut menuai perhatian setelah video kejadian beredar luas di media sosial.

 

Akibat insiden tersebut, korban dilaporkan mengalami luka lecet di bagian pelipis, sakit pada kepala, serta nyeri di beberapa bagian tubuh. Bahkan, korban disebut sempat nyaris kehilangan kesadaran setelah menerima pukulan dan tendangan dari sejumlah siswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 10.00 WITA di depan ruang kelas korban. Saat kejadian, MAR diketahui sedang menjalankan tugas sebagai anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang melakukan inspeksi kedisiplinan terhadap siswa.

 

Diduga, insiden bermula ketika korban menegur beberapa siswa yang tidak mengenakan atribut sekolah secara lengkap sesuai ketentuan yang berlaku. Teguran tersebut diduga memicu emosi sejumlah siswa hingga berujung pada aksi kekerasan.

 

Ibu korban, Irma, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan yang diperolehnya dari sang anak, terdapat sekitar 10 siswa yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

BACA JUGA :  Diduga Iming-iming Proyek Kerabat Bupati Majene, Warga Tubo Sendana Rugi Rp40 Juta

 

“Anak saya menegur mereka karena tidak memakai atribut sekolah lengkap. Setelah itu, dia justru menjadi korban pengeroyokan,” ujar Irma.

 

Menurutnya, aksi kekerasan itu terjadi tidak jauh dari ruang kelas korban dan berlangsung di lingkungan sekolah pada saat jam belajar berlangsung. Kondisi tersebut membuatnya mempertanyakan sistem pengawasan yang diterapkan pihak sekolah terhadap aktivitas para siswa.

 

Irma menjelaskan bahwa setelah kejadian, anaknya mengalami luka lecet pada bagian pelipis serta mengeluhkan sakit pada kepala dan seluruh tubuh akibat pukulan yang diterimanya.

 

“Lecetnya sudah mulai membaik, tetapi kepalanya masih sakit karena sempat diinjak. Badannya juga masih terasa nyeri. Syukurlah tidak ada tulang yang patah,” tuturnya.

 

Ia menambahkan, usai kejadian, korban bersama para siswa yang diduga terlibat langsung dipanggil ke ruang Bimbingan dan Konseling (BK) untuk dimintai keterangan. Pihak sekolah kemudian menghubungi orang tua masing-masing siswa dan menjadwalkan pertemuan pada Senin (8/6/2026) guna membahas penyelesaian persoalan tersebut.

 

Meski memilih untuk tidak membawa kasus ini ke ranah hukum, Irma berharap pihak sekolah dapat mengambil langkah tegas terhadap para siswa yang terlibat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

BACA JUGA :  GOR SMKN 6 Disewakan

 

“Menurut anak saya, wajah para siswa yang memukulnya dikenali semua. Karena peristiwa ini terjadi di lingkungan sekolah, saya berharap pihak sekolah mengambil tindakan tegas terhadap mereka,” katanya.

 

Ia juga meminta pihak sekolah bertanggung jawab atas insiden yang menimpa anaknya serta memberikan perlindungan kepada seluruh siswa dari tindakan kekerasan maupun perundungan di lingkungan pendidikan.

 

Menurut Irma, lemahnya pengawasan di area sekolah menjadi salah satu faktor yang perlu dievaluasi. Ia menilai pengawasan yang lebih ketat sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya konflik antarsiswa yang berujung pada tindakan kekerasan.

 

“Saya menghargai jika persoalan ini diselesaikan di sekolah. Namun, saya ingin ada jaminan bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang, baik kepada anak saya maupun siswa lainnya,” tegasnya.

 

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi saat korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan sejumlah siswa. Dalam rekaman tersebut, korban tampak menerima pukulan dari beberapa siswa di depan ruang kelas.

 

Beberapa siswa lain terlihat berusaha melerai dan menghentikan aksi tersebut. Namun, korban tetap menerima serangan hingga akhirnya terjatuh ke lantai dan tampak tidak berdaya.

BACA JUGA :  Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan

 

Setelah korban terjatuh, sejumlah siswa terlihat mendekat untuk memeriksa kondisinya. Dalam video itu, korban diduga mengalami cedera pada bagian kepala akibat kekerasan yang dialaminya.

 

Peredaran video tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak pihak menyoroti pentingnya penguatan pengawasan di lingkungan sekolah serta perlunya pendidikan karakter dan pencegahan perundungan bagi peserta didik.

 

Sementara itu, pihak SMPN 35 Makassar belum memberikan penjelasan rinci terkait kronologi maupun langkah yang akan diambil terhadap siswa yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

 

Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMPN 35 Makassar, Rosdiana, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, belum memberikan keterangan lebih lanjut. Ia hanya meminta agar proses konfirmasi dilakukan secara langsung di sekolah.

 

“Maaf, besok saja datang ke sekolah untuk konfirmasi,” ujarnya singkat.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih melakukan penanganan internal terhadap kasus tersebut. Kondisi korban dilaporkan berangsur membaik, meski masih merasakan sakit pada bagian kepala dan tubuh akibat insiden yang dialaminya. Masyarakat kini menantikan langkah tegas dari pihak sekolah guna memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh siswa selama menjalani proses belajar mengajar.

Berita Terkait

Warga Sambaliung Resah, Aktivitas Galian C Diduga Ilegal Milik GWN Dituding Rusak Jalan dan Ancam Keselamatan
Perkuat Tata Kelola PAW, BK DPRD Kaltim Gelar Studi Banding ke Kukar
Jaga Keberlanjutan Bisnis, Advokat Roszi Krissandi Tekankan Pentingnya Audit Hukum Berkala bagi Perusahaan
Ancaman Konstitusional Pasal 50A UU P2SK terhadap Sistem Anti Pencucian Uang Nasional
Sibuk atau Tutupi Aib? Pimpinan Bank Mandiri Pamenang Bungkam Saat Kasus Hilangnya Uang Miliaran Terungkap
Oknum Pegawai Bank Mandiri KCP Pamenang Tipu Puluhan Nasabah, Uang Miliaran Rupiah Raib
Gerebek Rumah di Sambaliung, Satresnarkoba Polres Berau Amankan Dua Pengedar Sabu
Ketika Hukum Kehilangan “RUH”
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 20:44 WIB

Warga Sambaliung Resah, Aktivitas Galian C Diduga Ilegal Milik GWN Dituding Rusak Jalan dan Ancam Keselamatan

Senin, 6 Juli 2026 - 17:56 WIB

Perkuat Tata Kelola PAW, BK DPRD Kaltim Gelar Studi Banding ke Kukar

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:57 WIB

Jaga Keberlanjutan Bisnis, Advokat Roszi Krissandi Tekankan Pentingnya Audit Hukum Berkala bagi Perusahaan

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:22 WIB

Ancaman Konstitusional Pasal 50A UU P2SK terhadap Sistem Anti Pencucian Uang Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 19:32 WIB

Sibuk atau Tutupi Aib? Pimpinan Bank Mandiri Pamenang Bungkam Saat Kasus Hilangnya Uang Miliaran Terungkap

Berita Terbaru