SUARA UTAMA, Binuang– Seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI), ibu Risna, diduga menjadi korban pencurian. Kejadiannya, bermula saat menggunakan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik BRI, terletak didepan mesjid At-Taqwa , jalan Ahmad Yani, kecamatan Binuang, kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), sekitar pukul 13.30 Wita, waktu setempat, Minggu, (14 /06/ 2026)
Karena mesin ATM tersebut beroperasi sangat lelet, kronologisnya menurut Risna, setelah memasukkan kartu ATM, lalu menekan tombol-tombol untuk proses penarikan uang seperti biasa, terdengar suara mesin sedang menghitung uang. “dimana sebelumnya mesin berbunyi nada tit..tit..tit…kartu ATM pun keluar. Namun, dalam waktu yang cukup lama, sementara dilayar komputer tampil tulisan ‘sedang dalam proses’ dan nada terus saja berbunyi, ironisnya uangnya tidak juga kunjung keluar”, hingga saya pun keluar dari ruang ATM tersebut, ungkap ibu Risna kepada wartawan Suara Utama, Ahmad Arbani, dikediamanya di Binuang, Minggu, 14 Juni 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian, lanjut dia, berpindah keruang ATM Bank Negara Indonesia (BNI) yang posisinya bersebelahan dan memasukan kembali ATM BRI yang baru saja digunakan tersebut, tetapi setelah melihat saldo, ternyata terpotong senilai 450.000 (Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), dimana sebelumnya saldo berisi 544.000 (Lima Ratus Empat Puluh Empat Ribu Rupiah). Jumlah uang tersebut, sesuai dengan nominal penarikan di ATM BRI tadi.
Selanjutnya Risna menuturkan, dia bergegas keluar dari ATM BNI tersebut dan membuka telepon selular (ponsel), bertujuan untuk meyakinkan dengan membuka aplikasi BRI banking, setelah melihat, ternyata positiv, uang sudah terpotong, padahal uang tersebut sangat diperlukan untuk segera digunakan.
Ketika membuka ponsel dengan perasaan tidak karuan, lanjut ibu beranak dua itu, melihat seorang pria yang ingin menuju masuk keruang ATM BRI, bahkan dia sempat bertanya kepada pria tersebut. “Paman mau kemana, lalu dijawab oleh pria tersebut, ingin menarik uang” papar Risna.
Selanjutnya pria itu masuk kekamar ATM BRI, namun saat ada sesuatu yang tidak lazim menurut Risna, dengan proses begitu cepat, bahkan tidak terdengar suara, seperti biasanya bunyi memasukkan kartu ATM pada mesin robot tersebut, tidak berselang lama, pria itu pun kembali keluar, tampak sudah mengantongi sejumlah uang.
Tanpa tedeng aleng aleng ibu Risna kembali bertanya, ” apakah paman ada melihat uang keluar di ATM itu, tetapi langsung dibantah tidak ada, jawab pria itu” katanya.
Tidak sampai disitu, Risna langsung mendatangi Kantor BRI setempat, bertempat di jalan Ahmad Yani, sekitar seratus meter dari lokasi ATM tersebut, untuk melaporkan kejadian yang dialaminya, hingga ingin mengetahui rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) yang dipasang pada ruang ATM BRI didepan mesjid At-Taqwa Binuang tersebut.
“sayangnya saya menerima penjelasan pegawai BRI setempat, tidak memuaskan, karena CCTV yang terpasang diruang itu, ternyata dimonitor langsung oleh kantor BRI cabang Rantau, sehingga tidak diketahui oleh BRI Binuang” cerita dia.
Risna mengungkapkan, kendatipun uang itu sudah hilang, ia pasrah dan ikhlas dengan apa yang telah dialaminya.”Saya ikhlas saja yang bukan rejeki saya, tetapi yang saya sesalkan, adalah akibat pengoperasian mesin ATM tersebut sangat lambat, mungkin sudah tidak layak untuk digunakan lagi dan uang yang mau ditarik tersebut, sangat diperlukan saat itu” sesal dia.
Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun wartawan Suara Utama, Ahmad Arbani, banyak warga Binuang dan sekitarnya, mengeluhkan kondisi pengoperasian mesin ATM BRI dan ATM Mandiri yang bertempat didepan mesjid At-Taqwa Binuang, sangat lambat, disinyalir mesin penarikan uang tersebut, usianya sudah sangat tua, tetapi masih digunakan.
Penulis : Ahmad Arbani
Editor : Fajar Ahmad Wahyuddin
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.