lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

Dugaan Mafia Solar di SPBU Hertasning Jadi Sorotan Warga

- Publisher

Senin, 22 Juni 2026 - 08:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,GOWA – Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian masyarakat tertuju pada aktivitas pengisian solar di SPBU 74.921.10 yang berada di Jalan Hertasning Baru, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

 

Sejumlah warga mengaku melihat adanya aktivitas pengisian solar oleh beberapa kendaraan truk yang diduga telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah besar. Aktivitas tersebut disebut berlangsung berulang kali dan menimbulkan kecurigaan masyarakat yang sedang mengantre untuk mendapatkan bahan bakar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 21 Juni 2026. Berdasarkan keterangan warga di lokasi, beberapa kendaraan truk terlihat mengisi solar subsidi hingga mencapai batas maksimal yang diizinkan. Namun setelah keluar dari area pengisian, kendaraan tersebut kembali masuk ke antrean dan melakukan pengisian ulang.

 

Menurut pengamatan warga, satu kendaraan bahkan diduga melakukan pengisian berulang sebanyak empat hingga lima kali dalam waktu yang relatif singkat. Kondisi tersebut menyebabkan antrean menjadi panjang dan menghambat masyarakat lain yang membutuhkan solar untuk keperluan sehari-hari.

BACA JUGA :  Masalah Rumah Tangga Berujung Petaka: Misteri Kematian Brigpol EWS dan Kabar Baru yang Mengusik Publik

 

“Saya sudah cukup lama menunggu giliran mengisi BBM. Tetapi ada beberapa mobil yang terlihat keluar lalu masuk lagi untuk mengisi. Kejadian seperti itu berulang kali sehingga menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat,” ujar seorang warga yang berada di lokasi.

 

Aktivitas tersebut memunculkan dugaan adanya praktik pelangsiran BBM subsidi yang selama ini menjadi perhatian berbagai pihak. Pasalnya, solar subsidi merupakan bahan bakar yang diperuntukkan bagi sektor-sektor tertentu, termasuk nelayan, petani, pelaku usaha mikro, dan masyarakat yang berhak menerima subsidi dari pemerintah.

 

Saat dikonfirmasi oleh awak media di lokasi, salah seorang sopir truk yang melakukan pengisian berulang memberikan penjelasan terkait aktivitas yang dilakukan.

 

“Mobil ini mobil pribadi. Saya mengisi dua kali karena pengisian dibatasi,” ujarnya singkat.

 

Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kecurigaan masyarakat yang menyaksikan langsung aktivitas pengisian berulang oleh sejumlah kendaraan.

 

Warga berharap pihak terkait segera melakukan pemeriksaan guna memastikan apakah aktivitas tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku atau justru merupakan bagian dari praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.

BACA JUGA :  Hanya Sopir Carteran, Terdakwa Kasus Ekstasi Minta Vonis Bebas di PN Samarinda

 

Dugaan keterlibatan oknum tertentu dalam memuluskan aktivitas pengisian berulang juga mulai menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Sejumlah warga meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan distribusi BBM subsidi di SPBU tersebut.

 

Menurut mereka, apabila dugaan pelangsiran benar terjadi, maka dampaknya sangat merugikan masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan solar untuk menunjang aktivitas ekonomi dan pertanian.

 

“Kami kasihan kepada petani dan masyarakat yang membutuhkan solar untuk bekerja. Jangan sampai hak mereka justru berkurang karena adanya dugaan praktik yang tidak sesuai aturan,” ungkap seorang warga lainnya.

 

Masyarakat juga menyoroti penggunaan kendaraan yang diduga telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam kapasitas lebih besar dibandingkan spesifikasi normal kendaraan. Modifikasi semacam ini kerap disebut menjadi salah satu modus yang digunakan oleh pelaku penyalahgunaan BBM subsidi untuk memperoleh keuntungan.

 

Karena itu, warga mendesak aparat penegak hukum agar turun langsung ke lapangan melakukan penyelidikan terhadap aktivitas yang terjadi di SPBU tersebut. Mereka berharap tidak ada pihak yang kebal hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.

 

“Kami berharap Polres Gowa segera turun tangan melakukan pemeriksaan. Jika memang ada praktik mafia BBM atau penyalahgunaan solar subsidi, pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas salah seorang warga.

BACA JUGA :  Resmob Polres Bitung Gulung Dua Spesialis Curanmor Girian

 

Selain aparat kepolisian, masyarakat juga meminta instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang ingin meraup keuntungan pribadi.

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU terkait dugaan pengisian solar berulang yang dikeluhkan warga. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi lebih lanjut.

 

Kasus dugaan penyalahgunaan solar subsidi ini diharapkan menjadi perhatian serius seluruh pihak. Pengawasan yang ketat dinilai penting untuk memastikan bahwa BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak, terutama petani, nelayan, pelaku usaha kecil, dan sektor produktif lainnya.

 

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait dapat segera melakukan langkah-langkah konkret agar distribusi BBM subsidi berjalan transparan, tepat sasaran, dan terbebas dari praktik-praktik yang merugikan kepentingan publik.

Berita Terkait

Banding JPU Dikabulkan, Terdakwa Kasus Renah Alai Divonis 6 Bulan; Kejari Siapkan Eksekusi ke Lapas Bangko
Merasa Dianiaya Saat Menagih Barang, Jawariah Laporkan Safrizal ke Polsek Tabir
Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Timur
PPA APSI Kaltim Batch 2 Tahun 2026: Fardy Iskandar Paparkan Teknik Penyelesaian Sengketa Persaingan Usaha
Sengketa Pemilu Kerap Kalah di Tenggat, Roszi Krissandi Bekali Calon Advokat di PPA APSI
Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik
Bapelkum Bitung Kupas KUHP Nasional, dari Kohabitasi hingga Tujuan Pemidanaan
Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Banding JPU Dikabulkan, Terdakwa Kasus Renah Alai Divonis 6 Bulan; Kejari Siapkan Eksekusi ke Lapas Bangko

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Merasa Dianiaya Saat Menagih Barang, Jawariah Laporkan Safrizal ke Polsek Tabir

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Timur

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:07 WIB

PPA APSI Kaltim Batch 2 Tahun 2026: Fardy Iskandar Paparkan Teknik Penyelesaian Sengketa Persaingan Usaha

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Sengketa Pemilu Kerap Kalah di Tenggat, Roszi Krissandi Bekali Calon Advokat di PPA APSI

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/