SUARA UTAMA, Makassar– Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini dinikmati ribuan siswa di Kota Makassar diduga mulai mengalami penghentian sementara di sejumlah sekolah. Kondisi tersebut terjadi setelah beberapa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas memasok makanan ke sekolah-sekolah disebut tidak lagi beroperasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah sekolah dasar yang sebelumnya rutin menerima pasokan makanan bergizi kini tidak lagi mendapatkan distribusi. Beberapa sekolah yang terdampak di antaranya SD Inpres Batua 1, SD Inpres Batua 2, SD Inpres Tello Baru 2, dan SD Inpres Tello Baru 3.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SD Inpres Batua 1, Hijrah, mengungkapkan bahwa program MBG di sekolah yang dipimpinnya sudah tidak berjalan sejak akhir Mei lalu. Menurutnya, siswa yang sebelumnya terbiasa menerima makanan bergizi dari program tersebut kini harus menunggu kepastian kapan layanan kembali dilaksanakan.
“Seingatku tanggal 26 sudah lebaran tidak masuk,” ujar Hijrah kepada awak media, Kamis (11/6/2026).
Hijrah menjelaskan bahwa penghentian pasokan MBG sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, sekolahnya juga sempat mengalami penghentian distribusi akibat kendala pada dapur SPPG yang melayani wilayah tersebut. Namun pada saat itu, pasokan kembali berjalan setelah dialihkan ke dapur SPPG lain.
“Pernah juga sebelumnya, tapi ditangani SPPG lain. Katanya waktu itu kena suspend sementara lalu dialihkan ke tempat lain. Setelah itu berjalan lancar kembali,” jelasnya.
Menurut Hijrah, sejak distribusi MBG kembali terhenti, banyak siswa yang mulai mempertanyakan keberlanjutan program tersebut. Sebab, program MBG telah menjadi bagian dari aktivitas sekolah dan sangat dinantikan oleh para murid setiap harinya.
“Anak-anak sering bertanya, ‘Bu, sudah ada MBG?’ Tapi kami hanya bisa menunggu informasi lebih lanjut dengan sabar,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pihak sekolah telah menerima pemberitahuan resmi secara elektronik terkait penghentian sementara pasokan makanan bergizi tersebut. Informasi itu diterima dari pihak dapur SPPG yang selama ini menjadi mitra penyedia makanan.
“Ada pemberitahuan tanggal 2 Juni tentang penghentian sementara dari dapur SPPG. Namun belum dijelaskan sampai kapan. Informasinya hanya disebutkan sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ungkapnya.
Tidak hanya terjadi di tingkat sekolah dasar, penghentian sementara program MBG juga dilaporkan terjadi di sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Makassar. Informasi tersebut bahkan telah disampaikan kepada para orang tua siswa melalui grup komunikasi sekolah.
Salah seorang orang tua siswa, Ifan, mengatakan bahwa dirinya mengetahui penghentian program MBG melalui pesan yang diteruskan guru di grup WhatsApp orang tua murid.
“SPPG sekolah anak saya di Kecamatan Rappocini. Anak saya sekolah di SMP Negeri 21 Makassar wilayah Minasa Upa,” ujarnya.
Menurut Ifan, dalam pemberitahuan tersebut disebutkan adanya kendala teknis operasional yang tengah ditangani oleh pihak penyelenggara. Selain itu, terdapat informasi mengenai proses produksi dan distribusi makanan yang belum dapat berjalan normal sehingga pelayanan dihentikan sementara.
“Senin kemarin sudah tidak ada MBG. Informasinya disampaikan di grup WA orang tua siswa, diteruskan dari guru,” katanya.
Isi pemberitahuan yang diterima para orang tua menyebutkan bahwa penghentian sementara berlaku mulai 8 Juni 2026 hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Selama masa penghentian tersebut, siswa tidak lagi menerima paket makanan bergizi seperti yang biasanya dibagikan di lingkungan sekolah.
Kondisi ini menimbulkan berbagai pertanyaan dari pihak sekolah maupun orang tua siswa. Pasalnya, program MBG merupakan salah satu program yang diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik sekaligus mendukung proses belajar mengajar.
Sejumlah kepala sekolah berharap agar penghentian layanan tersebut hanya bersifat sementara dan dapat segera kembali berjalan normal. Mereka juga menantikan kejelasan mengenai penyebab utama terhentinya distribusi serta jadwal pasti dimulainya kembali program tersebut.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Makassar belum memberikan keterangan resmi terkait penghentian sementara program MBG di sejumlah SD dan SMP di Kota Makassar. Informasi mengenai penyebab pasti terhentinya operasional beberapa dapur SPPG maupun langkah penanganan yang akan dilakukan masih menunggu penjelasan dari pihak berwenang.
Masyarakat, khususnya para orang tua siswa dan pihak sekolah, kini berharap adanya kepastian agar program Makanan Bergizi Gratis dapat segera kembali berjalan sehingga manfaatnya dapat dirasakan kembali oleh para pelajar di Kota Makassar.











Komentar
Silakan login untuk berkomentar.