SUARA UTAMA, BERAU – Bupati Berau menemui massa tani yang menggelar aspirasi terkait lahan dan tanam tumbuh yang terdampak aktivitas perusahaan PT TRH. Pertemuan tersebut berlangsung di lokasi aksi dengan pengamanan aparat gabungan dan dihadiri sejumlah perwakilan masyarakat, tokoh kampung, serta pihak perusahaan.
Dalam dialog bersama warga, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin persoalan diselesaikan secara baik tanpa merugikan masyarakat maupun pihak perusahaan. Ia meminta PT TRH segera membuka ruang komunikasi dan mempertimbangkan pemberian ganti kerohiman terhadap tanaman milik warga yang terdampak.
“Kita ingin ada solusi yang adil. Masyarakat harus didengar, begitu juga perusahaan harus menjalankan kewajibannya terhadap warga sekitar,” ujarnya di hadapan massa tani.
Massa tani sebelumnya menyampaikan tuntutan terkait tanam tumbuh yang berada di area yang diklaim masuk dalam aktivitas perusahaan. Warga mengaku belum mendapatkan kepastian terkait kompensasi maupun bentuk penyelesaian yang ditawarkan.
Bupati juga meminta agar proses pendataan dilakukan secara transparan dengan melibatkan pemerintah kampung dan perwakilan masyarakat agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Sementara itu, pihak PT TRH menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat guna mencari jalan tengah atas persoalan tersebut. Perusahaan mengaku akan mempelajari tuntutan warga dan melakukan verifikasi terhadap lahan serta tanaman yang dimaksud.
” kita-kita hanya ingin ada solusi dan ada bukti, jangan hanya janji, Serta kami hanya ingin dapat keadilan dan tidak merugikan masyarakat.” ungkap jainudin selaku kordinator kelompok tani.
lanjut jainudin. kami juga berterima kasih kepada bapak-bapak aparat keamanan yang sudah mengawal kami , demonstrasi hingga selesai dalam kondisi kondusif.
Aksi massa tani berlangsung tertib hingga dialog selesai. Pemerintah daerah berharap proses mediasi dapat segera menghasilkan kesepakatan sehingga aktivitas masyarakat maupun perusahaan dapat berjalan kondusif.
Penulis : Rudi Salam
Editor : R'Salam
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama












