Temui Massa Tani, Bupati Berau Dorong PT TRH Beri Ganti Kerohiman Tanam Tumbuh

- Publisher

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kelompok tani suaran,gurimbang didepan gedung, untk meminta hak kepada Pt TRH

Foto kelompok tani suaran,gurimbang didepan gedung, untk meminta hak kepada Pt TRH

SUARA UTAMA, BERAU – Bupati Berau menemui massa tani yang menggelar aspirasi terkait lahan dan tanam tumbuh yang terdampak aktivitas perusahaan PT TRH. Pertemuan tersebut berlangsung di lokasi aksi dengan pengamanan aparat gabungan dan dihadiri sejumlah perwakilan masyarakat, tokoh kampung, serta pihak perusahaan.

Dalam dialog bersama warga, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin persoalan diselesaikan secara baik tanpa merugikan masyarakat maupun pihak perusahaan. Ia meminta PT TRH segera membuka ruang komunikasi dan mempertimbangkan pemberian ganti kerohiman terhadap tanaman milik warga yang terdampak.

BACA JUGA :  Kelangkaan Pertalite dan Solar di Banjar Kalsel, Berlanjut

‎“Kita ingin ada solusi yang adil. Masyarakat harus didengar, begitu juga perusahaan harus menjalankan kewajibannya terhadap warga sekitar,” ujarnya di hadapan massa tani.
‎Massa tani sebelumnya menyampaikan tuntutan terkait tanam tumbuh yang berada di area yang diklaim masuk dalam aktivitas perusahaan. Warga mengaku belum mendapatkan kepastian terkait kompensasi maupun bentuk penyelesaian yang ditawarkan.

‎Bupati juga meminta agar proses pendataan dilakukan secara transparan dengan melibatkan pemerintah kampung dan perwakilan masyarakat agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

‎Sementara itu, pihak PT TRH menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat guna mencari jalan tengah atas persoalan tersebut. Perusahaan mengaku akan mempelajari tuntutan warga dan melakukan verifikasi terhadap lahan serta tanaman yang dimaksud.

” kita-kita hanya ingin ada solusi dan ada bukti, jangan hanya janji, Serta kami hanya ingin dapat keadilan dan tidak merugikan masyarakat.” ungkap jainudin selaku kordinator kelompok tani.

BACA JUGA :  Kesultanan Sambaliung Layangkan Surat resmi ke Gubernur, Desak Transparansi CSR dan Solusi Konflik Agraria di Berau

lanjut jainudin. kami juga berterima kasih kepada bapak-bapak aparat keamanan yang sudah mengawal kami , demonstrasi  hingga selesai dalam kondisi kondusif.

‎Aksi massa tani berlangsung tertib hingga dialog selesai. Pemerintah daerah berharap proses mediasi dapat segera menghasilkan kesepakatan sehingga aktivitas masyarakat maupun perusahaan dapat berjalan kondusif.

Penulis : Rudi Salam

Editor : R'Salam

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi
Ketika Hukum Kehilangan “RUH”
Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 
Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru
Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:40 WIB

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:23 WIB

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:51 WIB

Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:48 WIB

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:23 WIB

Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru

Berita Terbaru

(Ilustrasi)

Hukum

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Jun 2026 - 14:23 WIB

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB