Diduga Kebal Hukum, Aktivitas Dompeng Milik Ta’at Dekat Pesantren Dhuafa Bangko Resahkan Warga

- Publisher

Jumat, 17 April 2026 - 07:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang diduga menggunakan mesin dompeng kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, kegiatan tersebut disebut-sebut berlangsung di sekitar kawasan Pesantren Dhuafa, tepatnya di wilayah Talang Kawo, Dusun Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, terdapat sekitar tiga set mesin dompeng yang beroperasi di lokasi tersebut. Bahkan, aktivitas tersebut diduga menggunakan alat berat jenis excavator yang mempercepat proses pengolahan material, sehingga dinilai semakin merusak lingkungan sekitar.

Lokasi aktivitas tambang tersebut berada tidak jauh dari kawasan pemukiman warga serta lingkungan pendidikan, yakni Yayasan Dhu’afa Jambi yang beralamat di Jalan Trans C2 Talang Kawo. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait dampak kebisingan dan kerusakan lingkungan.

Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keresahan mereka terhadap aktivitas tersebut. Mereka menilai kegiatan penambangan itu seolah-olah kebal hukum meskipun dilakukan secara terbuka.

“Di dekat pesantren itu sudah seperti kebal hukum, bang. Taat namanya, dompeng terus jalan,” ujar salah satu warga.

Warga lainnya juga menambahkan bahwa aktivitas tersebut terkesan tidak tersentuh pengawasan, meskipun lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Bangko.

BACA JUGA :  PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?

“Jangan yang jauh dipantau, yang dekat Bangko malah tidak terpantau. Tiga set di sana, sepertinya kebal hukum, padahal ramai,” ungkapnya.

Selain itu, keberadaan tambang ilegal tersebut juga disebut mengganggu aktivitas belajar para santri di Pesantren Dhuafa akibat kebisingan mesin yang beroperasi hampir setiap hari.

“Suara mesin itu mengganggu anak-anak belajar. Apalagi siang hari, sekitar jam 11 suara makin jelas terdengar,” tambah warga lainnya.

Dari informasi yang diperoleh, pemilik beberapa set dompeng tersebut diduga merupakan warga setempat bernama Taat. Ia disebut-sebut bukan pemain baru dalam aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Merangin, melainkan sudah cukup lama berkecimpung di bidang tersebut.

Menanggapi hal ini, sejumlah warga berharap adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Mereka meminta pihak kepolisian, khususnya Polres Merangin, untuk segera turun tangan melakukan penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal yang dinilai merusak lingkungan dan mengganggu ketertiban masyarakat.

“Harapan kami, aparat segera bertindak. Ini sudah sangat meresahkan, apalagi dekat dengan lingkungan pendidikan,” ujar salah satu warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai aktivitas tambang tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

DPRD Pangkalpinang Beri Dukungan Penuh Kontingen Porprov VII, Targetkan Juara Umum dan Junjung Sportivitas
Ribuan Atlet Bersaing di Porprov VII Babel 2026, Ajang Pembinaan Prestasi dan Penggerak Ekonomi Daerah
Dibuka Ramlan Mangkialo, Didoakan Ustaz Hairrudin, Bakubae Idol 2026 Resmi Dilaksanakan
Andre Hariyanto Kantongi Sertifikat UKW Harian Kompas, Resmi Kompeten sebagai Wartawan Dewan Pers
Dongkrak Ekonomi Pedagang UMKM, Perumda Pasar Cita Kota Bitung Hadirkan Idol Cilik 2026
Diduga Terlibat PETI di Sungai Manau, Nama Anwar Pegawai RSUD Bangko Jadi Sorotan Publik!
Diduga PETI Milik Budi dan Hamzah Porak-Porandakan Hutan Adat dan Geopark Merangin di Desa Guguk
Jokowi Perlihatkan Ijazah SD hingga S1 dalam Persidangan Kasus Polemik Ijazah
Berita ini 305 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 11:21 WIB

DPRD Pangkalpinang Beri Dukungan Penuh Kontingen Porprov VII, Targetkan Juara Umum dan Junjung Sportivitas

Minggu, 8 November 2026 - 11:15 WIB

Ribuan Atlet Bersaing di Porprov VII Babel 2026, Ajang Pembinaan Prestasi dan Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 7 November 2026 - 13:53 WIB

Dibuka Ramlan Mangkialo, Didoakan Ustaz Hairrudin, Bakubae Idol 2026 Resmi Dilaksanakan

Sabtu, 7 November 2026 - 10:45 WIB

Andre Hariyanto Kantongi Sertifikat UKW Harian Kompas, Resmi Kompeten sebagai Wartawan Dewan Pers

Jumat, 6 November 2026 - 17:09 WIB

Diduga Terlibat PETI di Sungai Manau, Nama Anwar Pegawai RSUD Bangko Jadi Sorotan Publik!

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp