Aman Beroperasi, Ateng Diduga Jadi Penampung dan Pembakar Emas PETI di Desa Langling

- Publisher

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas pembakaran emas dan penampungan emas yang diduga berasal dari hasil penambangan emas tanpa izin (PETI) kembali mencuat di Desa Langling, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin. Sejumlah warga menyoroti seorang pria bernama Ateng, yang diduga kuat menjalankan usaha penampungan sekaligus pembakaran emas ilegal di wilayah tersebut.

Berdasarkan keterangan warga kepada media ini, aktivitas Ateng disebut-sebut berjalan aman dan nyaris tanpa hambatan hukum, sehingga memunculkan dugaan bahwa yang bersangkutan dibekingi oleh orang-orang kuat.

“Kalau Ateng itu aman-aman saja bang. Diduga ada orang kuat di belakangnya, makanya tidak pernah tersentuh,” ujar seorang warga dengan nada kesal.

Warga juga mengungkapkan bahwa Ateng bukan warga asli Desa Langling. Ia disebut berasal dari wilayah Rantau Panjang, namun mengembangkan bisnis pembelian emas hasil tambang ilegal di Desa Langling dengan cara mengontrak rumah sebagai lokasi aktivitasnya. Sementara untuk tempat tinggal, Ateng disebut masih menetap di Rantau Panjang.

“Dia orang Rantau Panjang. Di Langling cuma ngontrak untuk beli dan bakar emas. Tinggalnya tetap di sana,” ungkap warga lainnya.

Keberadaan penampung dan pembakar emas ilegal ini dinilai warga sebagai faktor utama penyebab maraknya aktivitas PETI di lapangan, termasuk penggunaan alat berat dan dompeng di sejumlah titik. Menurut warga, penambangan ilegal tidak akan berkembang tanpa adanya penampung dan pembeli emas.

BACA JUGA :  AMBPM Turun Lagi, Tuntut Penuntasan Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah di Merangin

“Kalau tidak ada penampung, dompeng-dompeng itu mau jual emas ke mana? Justru penampung inilah penunjang utama PETI,” tegas warga.

Warga juga mengingatkan agar tidak ada praktik “main mata” atau pembayaran tertentu kepada oknum aparat penegak hukum yang dapat melemahkan proses penindakan. Mereka meminta hukum ditegakkan secara adil dan tegas tanpa pandang bulu.

Dengan semakin maraknya aktivitas ini, masyarakat secara terbuka mendesak Kapolda Jambi untuk turun langsung ke Kabupaten Merangin, melakukan pengecekan lapangan, dan menertibkan jaringan pembakar serta penampung emas ilegal yang disebut-sebut jumlahnya mencapai ratusan pelaku usaha di wilayah Kabupaten Merangin.

BACA JUGA :  Bapelkum Bitung dan BNNK Perkuat Sinergi Sambut HUT RI ke-81

“Kami minta Kapolda Jambi turun langsung. Jangan hanya dengar laporan di atas. Cek langsung ke Merangin, karena penampung emas ilegal ini sudah sangat meresahkan,” pinta warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Ateng belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai tanggapan atas dugaan tersebut. Demikian pula pihak kepolisian, yang diharapkan segera memberikan respons resmi dan langkah konkret dalam memberantas praktik pembakaran dan penampungan emas ilegal yang dinilai telah merusak lingkungan serta mencederai rasa keadilan masyarakat.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya
15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
YNCI Bitung Chapter Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Ibunda Bendahara Chapter
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/