Potret Buruk Pendidikan di Kabupaten Merangin: SD Negeri 201 Lubuk Napal Belajar di Lorong dan Rumah Guru

Jumat, 8 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUARA UTAMA,Merangin — Potret buram dunia pendidikan kembali terjadi di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Ironisnya, hal ini terjadi di tengah gembar-gembor pembangunan infrastruktur pendidikan dan gelontoran dana miliaran rupiah dari pemerintah pusat ke daerah. Namun, kondisi yang dialami para murid SD Negeri 201 Lubuk Napal, Kecamatan Tabir, Merangin, justru sangat memprihatinkan.

Pantauan media ini pada Kamis (7/8) menunjukkan bagaimana puluhan siswa SD Negeri 201 Lubuk Napal terpaksa belajar di ruangan yang sama sekali tidak layak. Beberapa di antaranya belajar di lorong sekolah yang disekat seadanya, bahkan sebagian lagi menempati rumah dinas guru yang sudah usang dan nyaris roboh.

“Ya pak, lihatlah sendiri bagaimana anak-anak belajar. Ada yang di lorong yang kami sekat untuk dijadikan lokal, ada juga yang di rumah guru yang kondisinya sudah tidak layak,” ujar salah satu guru dengan nada prihatin. “Terus terang kami kasihan melihat murid-murid harus belajar dalam kondisi seperti ini. Tapi bagaimana lagi, permohonan ruang kelas baru untuk sekolah kami selalu diabaikan.”

SD Negeri 201 Lubuk Napal merupakan satu-satunya sekolah dasar di desa tersebut. Kondisi ini menambah keprihatinan karena tidak ada alternatif lain bagi anak-anak desa untuk memperoleh pendidikan yang layak.

BACA JUGA :  Diduga Kurang Perawatan, Plafon Kantor Camat Nalo Tantan Banyak yang Jebol

Lebih tragisnya lagi, di tengah keterbatasan ini, muncul dugaan korupsi dana pendidikan oleh oknum pejabat di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa saat ini beberapa pejabat sedang dalam bidikan Kejaksaan Negeri Merangin karena diduga telah memanipulasi dana pembangunan sekolah.

“80 tahun Indonesia merdeka, namun anak-anak calon penerus bangsa masih harus belajar di tempat seperti ini. Sementara itu, dana pendidikan yang digelontorkan pemerintah pusat ke daerah justru diduga dikorupsi untuk kepentingan pribadi,” keluh salah satu warga desa setempat.

Masyarakat dan para tenaga pendidik di SD Negeri 201 Lubuk Napal berharap agar Bupati Merangin, H. M. Syukur, segera mengambil tindakan nyata. Mereka meminta agar pembangunan ruang kelas baru segera direalisasikan demi masa depan pendidikan anak-anak di desa tersebut.

“Mohon kepada Pak Bupati, bantu kami. Ini satu-satunya SD di desa ini. Kalau bukan pemerintah yang peduli, siapa lagi?” harap sang guru.

Potret seperti ini menjadi cermin bahwa masih banyak PR besar di sektor pendidikan, khususnya di daerah-daerah pelosok yang kerap luput dari perhatian.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles
Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:56

Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:05

Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:36

Perpustakaan sebagai Ruang Alternatif Pembelajaran di Masa Liburan

Berita Terbaru