Peristiwa Salib Yesus: Jemaat Metanoia Menggelar Ibadah Paskah, Membangun Iman Kepercayaan Diri Atas Peristiwa Penderitaan Yesus

Minggu, 20 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA Sabtu sore, 19 April 2025, halaman depan Gereja Metanoia dipenuhi senyuman, lagu pujian, dan suasana yang menggetarkan hati. Jemaat dari berbagai usia berkumpul dengan penuh antusias untuk merayakan ibadah Paskah hari penuh kemenangan dan pengharapan bagi umat Kristiani. Dalam suasana terbuka dan penuh sukacita, Ibadah Mimbar Bebas digelar dengan tema: “Kembalikan Penyegaran Iman.”

Paskah bukan sekadar agenda tahunan dalam kalender gereja, tetapi Paskah adalah titik balik: pengingat akan kasih yang tak terbantahkan, yang diwujudkan dalam penderitaan Yesus Kristus di kayu salib dan kemenangan-Nya atas maut.

Di tengah kesibukan dan kelelahan dunia, kadang makna ini memudar. Itulah sebabnya, Mimbar Bebas ini diadakan—bukan sekadar ibadah, tapi sebuah ajakan pulang: kembali menyadari kasih Allah yang hidup.

Pesan Mendalam di Balik Salib

Pendeta Alfons memimpin ibadah dengan pembacaan firman dari Mazmur 107:1–42, yang menekankan betapa besar kasih setia Tuhan bagi umat-Nya. Dalam khotbahnya, ia menggambarkan Paskah bukan hanya sebagai momen kebangkitan, tetapi juga penegasan tentang siapa kita di mata Allah.

 “Keluarga adalah karunia Allah. Saat umat menjadikan Tuhan sebagai sumber kehidupan, maka kasih, damai sejahtera, dan sukacita akan memancar dalam setiap pribadi dan rumah tangga,” ujar Pdt. Alfons, dalam nada suara yang lembut namun penuh keyakinan.

Ia menekankan bahwa keselamatan bukanlah sebuah teori, melainkan realitas yang harus dihidupi setiap hari. Paskah adalah bukti bahwa darah Kristus telah menebus setiap luka, setiap rasa tidak layak, dan setiap ketakutan akan masa depan.

Ibadah yang Hidup, Iman yang Dinyalakan

Setelah khotbah, suasana berubah menjadi meriah namun tetap sakral. Grup-grup pujian dari berbagai ikatan persekutuan dan komunitas etnis tampil bergantian di atas panggung, menyanyikan lagu-lagu penyembahan yang membawa hadirin masuk dalam suasana syukur dan pengharapan. Ibadah ditutup dengan doa bersama dan suasana hangat di tengah cuaca yang cerah.

BACA JUGA :  Dampak Psikologis Pada Minimnya Peran Ayah dan Pencegahan Fatherless

Mimbar Bebas ini bukan hanya tentang acara, tapi tentang momen. Momen di mana setiap jemaat diajak kembali merenung: di mana posisi Tuhan dalam hidup kita saat ini? Apakah salib hanya simbol, atau menjadi pusat dari segala kehidupan kita?

Melalui ibadah ini, Jemaat Metanoia seolah mengajak semua orang untuk tidak hanya mengenang penderitaan Kristus, tetapi juga menyambut kebangkitan dengan hidup yang diperbarui.

Paskah menjadi panggilan untuk kembali pada akar iman—bahwa kita dikasihi, ditebus, dan dipanggil untuk menjadi terang di tengah dunia yang gelap.

Karena pada akhirnya, Paskah bukan sekadar perayaan. Ia adalah undangan: untuk percaya kembali, berharap kembali, dan hidup kembali. Di tengah dunia yang penuh hiruk-pikuk dan tantangan,

Paskah mengingatkan kita bahwa harapan selalu ada. Kisah Yesus adalah kisah kasih yang menembus batas logika dan waktu. Ibadah Mimbar Bebas Jemaat Metanoia bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momen nyata untuk menyegarkan iman dan membangkitkan kembali semangat rohani.

Semoga damai Paskah menyentuh setiap hati, menguatkan setiap langkah, dan menghadirkan sukacita sejati dalam hidup kita sehari-hari. Karena kasih Kristus tidak pernah usang, dan kebangkitan-Nya adalah alasan kita terus melangkah dengan iman dan penuh harapan.

 

Selamat Paskah. Semoga cinta kasih dan pengorbanan Yesus Kristus selalu menginspirasi kita untuk selalu hidup dalam cinta dan kebaikan.

Penulis : Vekson Aliknoe

Editor : Yoga

Berita Terkait

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Keselamatan bukanlah sebuah teori, melainkan realitas yang harus dihidupi setiap hari. Paskah adalah bukti bahwa darah Kristus telah menebus setiap luka, setiap rasa tidak layak, dan setiap ketakutan akan masa depan.

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru