Mahasiswa Banten Sesalkan Sikap Acuh Kemenag Pandeglang dalam Menindak Dugaan Pungli oleh Oknum KBIH

- Publisher

Selasa, 25 Maret 2025 - 13:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suara Utama, Pandeglang, 25 Maret 2024 – Sejumlah mahasiswa Banten menyayangkan sikap Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang yang dinilai tidak tegas dalam memberikan sanksi kepada oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap jamaah haji tahun 2024.

Sebelumnya, mahasiswa merencanakan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes atas ketidakprofesionalan Kemenag Pandeglang dalam mengawasi dan menindak KBIH yang diduga melanggar aturan. Namun, setelah mempertimbangkan situasi, mahasiswa sepakat untuk menggelar audiensi dengan pihak Kemenag pada 25 Maret 2024 guna menuntut kejelasan dan tindakan konkret terhadap permasalahan ini.

BACA JUGA :  Hanya Sopir Carteran, Terdakwa Kasus Ekstasi Minta Vonis Bebas di PN Samarinda

Dugaan pungli ini berkaitan dengan kelebihan pembayaran bimbingan haji yang dilakukan oleh sejumlah KBIH di Kabupaten Pandeglang. Praktik ini dianggap bertentangan dengan Keputusan Dirjen No. 59 Tahun 2019 tentang Pedoman Operasional Kelompok Bimbingan serta Permendagri No. 7 Tahun 2023 tentang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah. Dalam regulasi tersebut, tidak ada ketentuan yang mewajibkan calon jamaah untuk mengikuti bimbingan yang diselenggarakan oleh KBIH, apalagi dengan biaya di luar ketentuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aditia Ikhsan, selaku koordinator aksi, menilai bahwa Kemenag Pandeglang, khususnya Kasi PHU, gagal menjalankan fungsi monitoring, evaluasi, dan pengawasan. “Seharusnya mereka lebih memahami permasalahan ini dibanding kami. Jika memang terbukti ada pelanggaran, maka tindakan tegas harus segera diambil, termasuk pencabutan izin operasional KBIH yang bermasalah,” tegasnya.

BACA JUGA :  Hakim Mengaku Tak Terima BAP Saksi, Penasihat Hukum Pertanyakan Keabsahan Pembuktian Jaksa

Selain itu, mahasiswa juga mencurigai adanya indikasi setoran yang masuk ke lembaga Kemenag Pandeglang dari KBIH, yang berpotensi menjadi praktik korupsi. Nama seorang oknum berinisial N dari daerah Cibitung disebut-sebut sebagai eksekutor yang menarik pungutan sebelum pelaksanaan bimbingan haji, dengan jumlah yang melebihi ketentuan.

“Kami mempertanyakan kapasitas oknum N ini. Apakah ia perpanjangan tangan Kemenag atau KBIH? Jika benar ia melakukan pungutan ilegal, maka ini bisa mengarah pada pelanggaran hukum, termasuk Pasal 368, Pasal 418, dan Pasal 23 KUHP, bahkan berpotensi sebagai tindak pidana korupsi,” tambah Aditia.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Pengeroyokan Jurnalis, Kapolres Merangin Komitmen Proses Hukum Kades Renah Alai

Mahasiswa Banten menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, mengingat pelaksanaan haji tahun 2025 semakin dekat. “Kami melihat pola yang sama seperti tahun lalu. Jika Kemenag Pandeglang tetap diam, kami tidak akan segan untuk mendorong langkah hukum dan aksi yang lebih besar,” pungkasnya.

Penulis : Idgunadi Turtusi

Editor : Idgunadi Turtusi

Sumber Berita: Mahasiswa Banten

Berita Terkait

Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik
Bapelkum Bitung Kupas KUHP Nasional, dari Kohabitasi hingga Tujuan Pemidanaan
Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan
Tiga Tersangka Kasus Sungai Kapas Ditahan, Ahmad Fahmi Dorong Pengembangan Perkara
Keributan di Tempat Hiburan Libatkan LC, Dua Pria Saling Lapor ke Polres Merangin
Dua Tersangka Pencurian dengan Pemberatan Dilimpahkan Polsek Pamenang ke Kejari Merangin
Diduga Tipu Korban dengan Modus Lelang Kendaraan Dinas, PNS di Merangin Dicokok Polisi
Dari Pulau Rayo Melenggang ke Rumah: Jejak Dua Excavator Bobby dan Loho Dipertanyakan
Berita ini 1,193 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:07 WIB

Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

Bapelkum Bitung Kupas KUHP Nasional, dari Kohabitasi hingga Tujuan Pemidanaan

Selasa, 22 September 2026 - 20:05 WIB

Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan

Minggu, 20 September 2026 - 19:47 WIB

Tiga Tersangka Kasus Sungai Kapas Ditahan, Ahmad Fahmi Dorong Pengembangan Perkara

Jumat, 18 September 2026 - 16:23 WIB

Keributan di Tempat Hiburan Libatkan LC, Dua Pria Saling Lapor ke Polres Merangin

Berita Terbaru

Berita Utama

Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:07 WIB

https://mancingjitu.com/