Usai Viral di Media, Abdul Malik Guru Agama SDN 135 Pulau Raman Hanya Masuk Dua Hari, Lalu Menghilang Lagi

- Publisher

Jumat, 3 Oktober 2025 - 07:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA,Merangin – Setelah kasus dugaan mangkirnya Abdul Malik, guru agama di SD Negeri 135 Pulau Raman, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Jambi ramai diberitakan di media online, sang guru sempat muncul kembali ke sekolah. Namun kemunculannya hanya sesaat.

Salah satu wali murid mengungkapkan kekecewaannya.

“Benar, setelah beritanya heboh, Abdul Malik sempat masuk. Tapi cuma dua hari. Setelah itu hilang lagi. Kami juga tidak tahu apakah dua hari itu dia mengajar atau cuma duduk saja. Yang jelas, sampai sekarang tidak pernah terlihat lagi,” ujarnya kesal.

Kondisi ini menimbulkan kemarahan orang tua siswa. Mereka merasa anak-anak mereka dipermainkan oleh oknum guru yang tidak bertanggung jawab.

Seorang tokoh masyarakat setempat ikut angkat bicara.

BACA JUGA :  Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

“Kalau memang seperti itu kelakuannya, jelas dia tidak layak disebut guru. ASN itu digaji dari uang rakyat. Kalau tidak mau mengajar, mundur saja. Jangan makan gaji buta,” tegasnya.

Wali murid kini mendesak Kementerian Agama Kabupaten Merangin untuk tidak lagi memberi toleransi.

“Kami minta Abdul Malik segera diberi sanksi tegas. Kalau dibiarkan, nanti guru lain ikut-ikutan. Pendidikan ini bukan tempat main-main,” tambah warga lainnya.

BACA JUGA :  Kabut Asap Pekat Selimuti Padang Pariaman, Masyarakat Diimbau Waspadai Gangguan Pernapasan

Kasus ini semakin memperkuat dugaan bahwa Abdul Malik tidak memiliki komitmen terhadap tugasnya sebagai pendidik. Jika benar demikian, maka sudah sepantasnya Kemenag Merangin menjatuhkan sanksi disiplin sesuai aturan ASN, agar dunia pendidikan tidak terus dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Pemkab Dogiyai Serahkan 16 Calon Mahasiswa untuk Kuliah di UNPAR Bandung
Bupati Yudas Tebai Tegaskan Beasiswa Dogiyai Harus Berkelanjutan
Kabut Asap Pekat Selimuti Padang Pariaman, Masyarakat Diimbau Waspadai Gangguan Pernapasan
Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026
Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani
Siswa SDN 66 Jelatang I Diduga Dikeroyok Enam Teman di Dalam Kelas, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum
Perkuat Kapasitas Epidemiolog, Indonesia Ikuti Training of Trainers FETP di Bangkok Thailand
Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan
Berita ini 319 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pemkab Dogiyai Serahkan 16 Calon Mahasiswa untuk Kuliah di UNPAR Bandung

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Bupati Yudas Tebai Tegaskan Beasiswa Dogiyai Harus Berkelanjutan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Kabut Asap Pekat Selimuti Padang Pariaman, Masyarakat Diimbau Waspadai Gangguan Pernapasan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp