SUARAUTAMA.DOGIYAI- Pemerintah Kabupaten Dogiyai resmi mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) periode 2026 di Aula Koteka Moge, Moanemani, Sabtu (10/10/2026).
Dalam arahannya, Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa Bunda PAUD memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia di Dogiyai.
Gereja Paroki Idakebo Diresmikan, Uskup Timika dan Bupati Dogiyai Teken Prasasti
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Yudas mengatakan, pengukuhan Pokja Bunda PAUD bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan amanah besar yang harus diwujudkan melalui kerja nyata untuk memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan sejak usia dini.
Kepala Suku Besar Meepago Serukan Perlindungan Hutan Adat Papua
“Bunda PAUD bukan sekadar simbol, melainkan sosok ibu bagi seluruh anak usia dini di Dogiyai yang berperan sebagai penggerak, motivator, dan inspirator,” tegas Yudas.
Ia menekankan bahwa anak usia dini merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan Kabupaten Dogiyai. Karena itu, pendidikan anak usia dini membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya pemerintah melalui Dinas Pendidikan.
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
Untuk memastikan Pokja Bunda PAUD menjalankan tugasnya secara efektif, Bupati menyampaikan empat arahan utama. Pertama, memperkuat peran Pokja sebagai jembatan komunikasi antara Bunda PAUD dan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga pemerintah kampung.
Bupati Yudas Tebai Turun Langsung ke RSUD Dogiyai, Dengarkan Keluhan Nakes
Kedua, mendorong pemerataan layanan PAUD yang berkualitas dan terjangkau hingga ke distrik serta kampung-kampung terpencil. Menurutnya, setiap anak di Dogiyai harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan sejak dini.
Ketiga, menghidupkan kembali keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak melalui gerakan “Ayah dan Bunda Mengantar Anak ke Sekolah”. Bupati menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang berperan penting dalam membangun kedekatan emosional, kebiasaan positif, dan disiplin belajar anak.
Keempat, memperkuat pelaksanaan PAUD Holistik Integratif (HI), yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup pemenuhan gizi, kesehatan, kasih sayang, dan perlindungan anak. Untuk itu, Pokja Bunda PAUD diminta membangun sinergi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan perangkat daerah terkait lainnya.
“Anak-anak kita di Dogiyai adalah generasi emas. Mereka adalah calon pemimpin, guru, tenaga kesehatan, dan penjaga Tanah Dogiyai di masa depan. Kualitas mereka sangat ditentukan oleh apa yang kita berikan pada 1.000 hari pertama kehidupan dan masa usia dini, yakni usia nol hingga enam tahun. Oleh karena itu, PAUD bukan hanya urusan Dinas Pendidikan, tetapi urusan kita semua,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini, Bupati juga menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memberikan dukungan melalui program dan penganggaran yang memadai. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Dasar di Kabupaten Dogiyai.
Bupati Yudas turut mengingatkan anggota Pokja Bunda PAUD yang baru dikukuhkan agar menjalankan tugas dengan penuh kepedulian dan tidak hanya bekerja dari balik meja. Ia meminta mereka turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi gedung PAUD, ketersediaan fasilitas pembelajaran, serta perjuangan para guru yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal kebangkitan PAUD di Dogiyai. Dou Enaa (Tanah Kita) harus maju dari manusianya, dan memajukan manusia harus dimulai sejak usia dini,” pungkasnya.
Melalui pengukuhan Pokja Bunda PAUD periode 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Dogiyai berharap koordinasi lintas sektor, keterlibatan keluarga, dan pemerataan layanan pendidikan anak usia dini semakin meningkat. Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia Dogiyai yang berkualitas sejak usia dini.











