Kemenag TTS Sukses Gelar Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama di Kota Soe

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama Usai Kegiatan Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama di Hotel Jati Asih Soe (Muhazir Syukur/SUARA UTAMA)

Foto Bersama Usai Kegiatan Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama di Hotel Jati Asih Soe (Muhazir Syukur/SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Timor Tengah Selatan – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam bersama Penghulu dan Penyuluh Agama Islam KUA, dan Ketua MUI Kecamatan di TTS menggelar Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama (KMB) dengan peserta sebanyak 55 orang pada Senin (24/11/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Jati Asih Kota Soe yang dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag TTS, Agus Nggiku, pemateri dari Kapolres TTS yang diwakili oleh Kusnadi, Ketua Baznas TTS, H. Rahmat Hasan dan Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten TTS, Muhazir Syukur ditutup Kepala Seksi Bimas Islam Arifin Abdul Fattah.

Menanamkan Nilai-nilai Moderasi Beragama

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Timor Tengah Selatan berpesan pentingnya menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang harmonis serta mencegah berkembangnya paham ekstremisme dan radikalisme.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Kemenag TTS Sukses Gelar Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama di Kota Soe Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, akademisi, media serta masyarakat yang menjadi kunci dalam menghadapi isu-isu aktual agar tidak berkembang menjadi konflik atau kesalahpahaman,” tegasnya.

Ketua Panitia kegiatan, Jidro Beis dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah menghadirkan dialog konstruktif terkait isu-isu aktual yang mempengaruhi kehidupan Masyarakat TTS.

Di antaranya menciptakan kerukunan dengan menumbuhkan kehidupan yang rukun dan harmonis di tengah keberagaman agama.

BACA JUGA :  Kader KAMMI, Muhammad Rifadli Irawan: Mendesak Penegakan Hukum Responsif, Kesejahteraan Penegak Hukum, dan Putusan Hukum yang Adil

Menguatkan sikap moderat yakni mendorong masyarakat menerapkan ajaran agama yang menonjolkan nilai positif.

Menghormati perbedaan dan membangun kolaborasi dengan mengutamakan kerja sama lintas unsur, lembaga, dan masyarakat dalam menciptakan kehidupan sosial yang ideal.

Menciptakan Kerukunan Lintas Agama Melalui Moderasi Beragama

Materi dari Pihak Polres TTS disampaikan oleh Kusnadi Kanit Binkamsa Satbinmas Polres TTS tentang pentingnya menjaga kamtibmas dalam setiap kegiatan agar tercipta kerukunan diantara sesama dan tetap mencegah hal hal yang tidak dinginkan.

Sementara dari Ketua Baznas TTS, H. Rahmat Hasan, dalam kegiatan KMB berbasis lokasi, ajaran Islam menekankan pada beberapa hal fundamental.

Tujuannya untuk memastikan kegiatan tersebut bermanfaat (maslahat), adil, dan sesuai dengan prinsip-prinsip moral dan etika islam.

Antara lain, landasan spiritual dan niat, prinsip kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan, menjaga etika dalam pelaksanaan juga memperhatikan dampak dalam implementasi kegiatan tersebut.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Timor Tengah Selatan, Muhazir Syukur dalam materinya menyampaikan point-point tentang makna persatuan sesuai dengan landasan Al-Quran surat Al Imran ayat 103 dan makna kebangsaan dalam penerapan KMB (Kampung Moderasi Beragama).

Lalu, ditutup dengan kisah kerukunan yang terjadi di Kampung Fatumetan, di mana Jemaat Gereja gotong royong merenovasi rumah salah satu guru ngaji di Pedalaman Timor sebagai realitas yang ada di bumi Nusa Tenggara Timur.

Penulis : Muhazir Syukur

Editor : Nurana Prasari

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Kaleidoskop 2025: Bukan Sekadar Bencana Alam, tetapi Bencana Tata Kelola
Andi Jadi Sorotan: Pembangunan Sumur Bor di Kelurahan Mampun Diduga Tak Sesuai Aturan Transparansi
Proyek Sumur Bor APBN di Dusun Baru Diduga Tidak Transparan, Warga Pertanyakan Tanpa Papan Informasi
Bidan PPPK Desa Beringin Sanggul Dinilai Tak Maksimal, Warga Minta Dinkes Merangin Turun Tangan
Ironi Merangin: Jembatan Hampir Ambruk, Warga Terjatuh, Pemerintah Belum Juga Hadir
Proyek Drainase Tanpa Papan Informasi di Kelurahan Mampun Diduga Milik CV Masyarakat Merangin Mandiri: Warga Pertanyakan Transparansi
Pernah Berhadapan dengan Hukum, Eko Wahyu Pramono Kini Aktif di Advokasi Publik
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:16 WIB

Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:11 WIB

Kaleidoskop 2025: Bukan Sekadar Bencana Alam, tetapi Bencana Tata Kelola

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Andi Jadi Sorotan: Pembangunan Sumur Bor di Kelurahan Mampun Diduga Tak Sesuai Aturan Transparansi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 05:56 WIB

Proyek Sumur Bor APBN di Dusun Baru Diduga Tidak Transparan, Warga Pertanyakan Tanpa Papan Informasi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 05:16 WIB

Bidan PPPK Desa Beringin Sanggul Dinilai Tak Maksimal, Warga Minta Dinkes Merangin Turun Tangan

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:53 WIB

Proyek Drainase Tanpa Papan Informasi di Kelurahan Mampun Diduga Milik CV Masyarakat Merangin Mandiri: Warga Pertanyakan Transparansi

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:30 WIB

Pernah Berhadapan dengan Hukum, Eko Wahyu Pramono Kini Aktif di Advokasi Publik

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:49 WIB

Memahami SP2DK dari Kacamata Wajib Pajak dan Fiskus

Berita Terbaru