Front Rakyat dan Mahasiswa-Pelajar Demo Hari HAM, Dihadang Polisi

- Publisher

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA, Nabire – Front Rakyat bersama mahasiswa dan pelajar menggelar demonstrasi damai memperingati Hari HAM Sedunia pada 10 Desember 2025 di Nabire, Papua Tengah.

Aksi damai yang berlangsung di beberapa titik ini dihadang ketat oleh aparat kepolisian.

Massa yang berkumpul di Pasar Karang Tumaritis tetap bertahan sebelum kemudian memulai long march menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah  (DPRPT).

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan, di antaranya penarikan militer dari Papua serta penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM berat sejak 1960-an hingga 2025. Menurut mereka, situasi HAM di Papua hingga kini belum menunjukkan perbaikan.

BACA JUGA :  Jaga Kesehatan, Perkuat Pembinaan. Warga Binaan Lapas Bangko Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, menyatakan bahwa kepolisian tidak melarang demonstrasi damai, namun tidak mengizinkan long march karena dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kericuhan. Akibatnya, massa dihadang dan diarahkan menuju Kantor DPR Papua Tengah (DPRPT).

Koordinator lapangan, Ando Douw, sempat melakukan negosiasi dengan aparat keamanan. Setelah proses dialog, massa akhirnya diperbolehkan melanjutkan long march hingga tiba di Kantor DPRPT.

BACA JUGA :  Bedah Rumah Lapas Sarolangun dan BAZNAS Hadirkan Hunian Layak bagi Warga Aur Gading

Setibanya di kantor dewan, peserta aksi melakukan orasi secara bergantian dan membacakan pernyataan sikap rakyat Papua di hadapan anggota DPRPT.

Aksi kemudian berakhir dengan tertib setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, dan massa membubarkan diri.

Berita Terkait

Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital
Tenaga Ahli DPRD Merangin Jadi Sorotan, Tiga Nama Muncul: Isnedi Buka Suara
Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo
Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani
Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan
Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo
Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja
Bansos Tak Kunjung Diterima, Imil Warga Dusun Bangko Minta Bupati Turun Tangan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:59 WIB

Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Tenaga Ahli DPRD Merangin Jadi Sorotan, Tiga Nama Muncul: Isnedi Buka Suara

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/