Enam Rumah di Desa Alas Pandan Akan Eksekusi Demi Keadilan Prayuda Rela di Bayar Pisang 

- Publisher

Senin, 22 September 2025 - 08:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Warga Desa Alas pandan Dusun patemon RT 06 RW 03 Kecamatan Pakuniran “SF Cs” di kejutkan dengan turun nya surat eksekusi pada tanggal 18 September 2025 menyusul putusan pengadilan Kraksaan yang telah berkekuatan hukum tetap. Adapun tanah yang akan di eksekusi pada tanggal 25 September 2025 terdapat 6(enam) bangunan rumah serta kuburan keluarga. 22/09/2025.

Dikarenakan Putusan dinilai terdapat beberapa kejanggalan, demi mencari keadilan “SF Cs” melakukan perlawanan ke Mahkamah Agung (MA) melalui kuasa hukumnya “Prayuda Rudy Nurcahya” Namun, Putusan nya sampai saat ini belum turun. Demi terciptanya keadilan serta kemanusiaan “Prayuda” rela di bayar dengan pisang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat team media menemui kuasa hukum Termohon “SF Cs” di kediaman nya. pengacara muda “Prayuda Rudy Nurcahya” merasa prihatin terhadap putusan eksekusi pengadilan. Ia juga mempertanyakan koordinasi antara pengadilan Kraksaan dengan polres Probolinggo.

BACA JUGA :  PJI Kaltim Dorong Profesionalisme Jurnalis, Dengan mengadakan Audiensi dengan ‎GM Bandara SAMS

“Kasian Mereka, Mereka kan sudah mendapat surat dari pengadilan secara resmi bangunan rumah nya mau di eksekusi pada tanggal 25 September 2025. Kalau pertanyaan saya, mereka ini mau tinggal dimana?. apakah koordinasi nya sudah Mateng antara pengadilan dengan kepolisian?. di situ ada 6 rumah lho ya. “Katanya.

Prayuda Kuasa Hukum “SF Cs” menegaskan bahwa klein nya mempunyai sertifikat yang belum di Batalkan oleh pengadilan. Ia juga menegaskan bahwa pihak nya telah melakukan perlawanan Melalui MA, Namun putusan nya belum turun. Ia juga membeberkan terkait putusan eksekusi tanggal 25 September 2025.

“Coba di tinjau lagi mengenai keputusan yang akan di laksanakan, Putusan yang berkaitan dengan batas itu keliru. jadi menurut saya salah yang namanya putusan itu. Monggo lah, dari sisi kemanusiaan. Kasian Mereka, kalau saya pribadi selaku kuasa hukum nya, jujur aja saya cuman di kasih pisang untuk jasa saya. gak ada yang namanya nominal apa, tapi saya mau demi keadilan. “Tegas nya.

BACA JUGA :  Bom Waktu Sampah di Jantung Kota Buntok

Ia juga menyinggung pengadilan Negeri Kraksaan, jika gugatan dirinya nanti menang di MA, sementara bangunan rumah Klein nya telah di eksekusi, mungkin kah pengadilan mau membiayai?. sementara dirinya mengaku hanya di bayar dengan pisang. Selain itu Ia juga membeberkan pengalaman nya saat mengajukan eksekusi.

“Saya sudah berapa kali mengajukan eksekusi, biasanya pemohon dan termohon itu di pertemukan, yang paling gencar yang minta biasanya kepolisian (Polres Probolinggo) karena hatinya baik pinginnya adalah kondusif. sekarang ini gak ada untuk di panggil agar duduk bersama memberikan nasehat. termohon ini bagaimana?. ini gak ada sama sekali. “Beber nya.

Lebih lanjut “Prayuda Rudy Nurcahya” Kembali menegaskan dan mempertanyakan nama pemohon. Ia mengaku mempunyai bukti bahwa nama pemohon telah meninggal pada tahun 1977 sementara gugatan tahun 2008.

BACA JUGA :  Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

“Berkaitan dengan bukti bukti, yang mengajukan gugatan itu siapa?. Saisin yang mana?. Saisin itu saya punya bukti keterangan kematian dari Desa Plampang bahwa tahun 1977 meninggal dunia. terus yang mengajukan gugatan tahun 2008. Saisin yang mana? apa hantu?. “Ucap Prayuda.

Kuasa hukum SF Cs menambahkan, bahwa Saisin (pak ya) di desa Alas pandan tidak ada, yang ada hanyalah Saisin (Samudin), Kakek dari Klein nya. selain itu menurut Prayuda, dilahan yang akan di eksekusi terdapat kuburan keluarga.

“Surat surat dari desa Alas pandan itu menyampaikan dengan tegas, Tidak ada yang namanya Saisin (pak ya) yang ada Saisin (Samudin) sementara mereka (pemohon) adalah Saisin (pak ya). Disitu juga ada yang namanya makam, kita lihat sama sama, makam itu jelas makam keluarga, mau di taruh di mana itu nanti kalau mau di eksekusi. “imbuh nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
Minggu Biasa XIV, Umat Paroki Idakebo Diajak Tetap Pegang Tangan Tuhan.
Dinas PUPR Dogiyai Bangun Bronjong di Kali Wani
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/