Diduga Dikerjakan Jauh Dari Spesifikasi Teknis, JUT di Kelurahan Dusun Baru Disoal Warga

- Publisher

Senin, 5 Agustus 2024 - 07:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Foto : Jalan Usaha Tani yang di soal warga

Foto : Jalan Usaha Tani yang di soal warga

SUARA UTAMA,Merangin – Harapan pemerintah pusat mengucurkan Dana pada pemerintah desa dan Kelurahan, untuk pembangunan infrastruktur dan kemakmuran masyarakat desa.

Ternyata tak berlaku bagi Pemerintah Dusun Baru, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin,Jambi. Pasalnya, dana Kelurahan yang dianggarkan atau dialokasikan untuk pembangunan tersebut tidak sesuai dengan hasil pembangunannya.

Dimana dana Desa dan Kelurahan yang di anggar ratusan juta rupiah untuk bangunan jalan usaha tani, namun pembangunan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Sehingga pembangunan JUT tersebut dinilai hanya menghabiskan dana Kelurahan saja.

Diketahui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) ini di kerjakan oleh salah satu Ormas bernama Haris yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2023, dengan panjang 300 meter dan menghabiskan anggaran dana Rp. 150 juta.

Dari Hasil Pantauan media ini di lapangan pada (12/7/24) mendapati beberapa fakta jika pekerjaan JUT yang di kerjakan oleh pemborong Haris tersebut terkesan asal jadi.

BACA JUGA :  Resmi Berdiri, Yayasan Suara Utama Indonesia (YSUI) Siap Perkuat Ekosistem Media, Pendidikan, dan Sosial

Dimana dalam pengerjaan penyerakan batu koral yang ada tidak menggunakan Bomak sehingga batu-batu besar berserakan kemana-mana.

Ditempat yang sama salah satu warga yang mempunyai lokasi kebun di sekitaran JUT tersebut mengatakan jika pengerjaan yang dilakukan oleh pemborong tersebut terkesan asal asalan.

“Ndak ada menggunakan Bomak itu pak, saya lihat sendiri kok, yang mengerjakan itu orang Margo namanya Haris, lihat saja batu-batu besar berserakan kemana-mana tidak tentu arah, kami selaku pengguna jalan tersebut sangat kecewa dengan pengerjaan JUT itu pak, masak anggaran 150 juta kayak itu gawenya,” Demikian ucapnya.

BACA JUGA :  Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Sementara itu terkait dengan hal tersebut, media ini mencoba menghubungi Haris selaku Ormas pemborong JUT tersebut melalui sambungan telepon Celuler dan pesan whatsapp nya, namun hingga berita ini di publish belum ada tanggapan.

Penulis : Ady Lubis

Berita Terkait

Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas
Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Dishub Pangkalpinang Sosialisasi Smart Parking di SMADA, Dorong Pelajar Jadi Pelopor Digitalisasi
Aula Bappeda Merangin Dipakai Pengukuhan PKB, Publik Pertanyakan Penggunaan Fasilitas Pemerintah
Berita ini 129 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp