Di Balik Gemerlap Investasi: Berau Kaya Sumber Daya, Namun Lingkungan Tergerus Bebas..!

- Publisher

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

lubang raksasa bekas tambang yang tidak direboisasi. dan akan menjadi ancaman ,untuk masa depan.

lubang raksasa bekas tambang yang tidak direboisasi. dan akan menjadi ancaman ,untuk masa depan.

SUARA UTAMA  BERAU – Di tengah gencarnya narasi pembangunan dan serbuan investasi yang digaungkan pemerintah sebagai kemajuan daerah, Bumi Batiwakkal, Berau, kini menyimpan ironi besar yang menyakitkan. Di balik angka pertumbuhan ekonomi dan perputaran modal yang diklaim menguntungkan, tersembunyi kerusakan alam yang kian parah, menimbulkan satu pertanyaan mendasar: Pembangunan untuk siapa, jika lingkungan hidup harus menjadi korban utama?

Janji kemakmuran yang dibawa perusahaan-perusahaan besar tampak semakin pudar dibandingkan kenyataan pahit yang dirasakan warga sehari-hari. Berdasarkan pemantauan dan catatan pemantauan lingkungan, setidaknya ada sembilan perusahaan di wilayah ini yang masuk dalam daftar peringkat merah, karena diduga kuat menjadi penyebab utama tekanan ekologis yang berat. Perusahaan-perusahaan tersebut meliputi: PT. Indo Pusaka Berau, PT. Marina Bara Lestari, PT. Mega Alam Sejahtera, PT. Supra Bara Energi, PT. Berau Sawit Sejahtera, PT. Gunta Samba Jaya, PT. Satu Sembilan Delapan, PT. Jabontara Eka Karsa, hingga PT. Hutan Hijau Mas.

BACA JUGA :  Minggu Biasa XIV, Umat Paroki Idakebo Diajak Tetap Pegang Tangan Tuhan.

Daftar panjang ini menjadi bukti nyata betapa masifnya aktivitas industri di sini—mulai dari pertambangan hingga perkebunan—yang beroperasi di tengah minimnya pengawasan ketat dan penegakan hukum yang lemah. Akibatnya, jejak kerusakan tak terelakkan membentang luas. Hutan-hutan yang dulunya berfungsi sebagai paru-paru daerah dan penyangga air bersih, kini terus menyusut luasnya, berubah menjadi lahan gundul yang tandus.
Perubahan wajah alam ini terasa dampaknya hingga ke urat nadi kehidupan warga: sungai-sungai yang dulu jernih dan menjadi sumber kehidupan, kini kerap berubah warna menjadi keruh kecokelatan, tercemar endapan lumpur dan limbah aktivitas industri. Debu halus menebal di udara, menempel pada dedaunan, rumah warga, hingga masuk ke saluran pernapasan setiap hari. Banjir dan genangan lumpur bukan lagi kejadian langka saat musim hujan, melainkan pemandangan rutin yang mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat.

Di tengah keprihatinan ini, suara tanya masyarakat semakin lantang menggema: Siapa sesungguhnya yang bertanggung jawab dan menjaga kelestarian Berau? Apakah pemerintah, pengusaha, atau hanya rakyat kecil yang menanggung segala risiko kerusakan ini?
Ironi semakin tajam saat kita menengok realitas sosialnya. Berau dikenal sebagai salah satu daerah terkaya di Indonesia dari sisi sumber daya alam. Cadangan batu bara, hutan, dan potensi tanahnya sangat melimpah, menyumbang pendapatan besar bagi negara dan keuntungan luar biasa bagi korporasi.

BACA JUGA :  Cendekia Academy Ajak Generasi Muda Mengenal Dunia Maritim di KRI Dewaruci

Namun, apa yang diterima masyarakat justru sebaliknya: kemiskinan kualitas lingkungan.

Kita berteriak dalam keprihatinan: Melaratlah kita! Daerah ini kaya raya harta alamnya, namun perlahan menjadi miskin hak hidup dan lingkungan yang sehat. Yang lebih mengkhawatirkan, kerusakan ini adalah warisan buruk yang sedang kita persiapkan untuk generasi mendatang. Jika eksploitasi berlebihan dan pengabaian terhadap kelestarian alam terus dibiarkan, maka kemajuan yang dibanggakan hari ini hanyalah kemajuan sesaat, yang kelak akan dibayar mahal dengan kehancuran ekologis yang sulit diperbaiki.
Kini saatnya semua pihak berhenti sejenak dan merenung: Apakah definisi pembangunan benar-benar selesai hanya ketika angka ekonomi naik, sementara kesejahteraan dan hak hidup warga serta kelestarian alam dikorbankan begitu saja?

Penulis : Rudi Salam

Editor : R'Salam

Sumber Berita: SUARA UTAMA.ID

Berita Terkait

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan
Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya
Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun
Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa
Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan
Yayasan Suara Utama Indonesia Soroti Polemik Sound Horeg dan Etika, Pernyataan “Goblok” Jadi Sorotan
Yayasan Suara Utama Indonesia Perkuat Kiprah di Dunia Pers
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WIB

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Jumat, 18 September 2026 - 16:52 WIB

Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Jumat, 18 September 2026 - 15:39 WIB

Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Minggu, 13 September 2026 - 13:24 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa

Berita Terbaru

FOTO: Andre Hariyanto mengenakan batik cokelat saat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan kompeten. UKW diselenggarakan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas bersama KG Media dan Google. (Dok. Pribadi Andre Hariyanto)

Berita Utama

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:11 WIB

FOTO: Truk sound horeg pawai Agustusan di Jawa Timur. (Sumber Wikipedia)

Berita Utama

Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:52 WIB

FOTO:Memakai Kaos Hitam Wakil Direktur Persebaya, Nanang Priyanto saat jumpa Pers di Amaris Hotel Surabaya, Jawa Timur pada Jum'at 18 September 2026 (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Nasional

Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:39 WIB

https://mancingjitu.com/