Suara Utama, Binuang – Tradisi makan bersama khas Jawa Barat yang dikenal dengan istilah ngaliwet, kini mulai merambah dan digemari oleh masyarakat di Kalimantan Selatan (Kalsel). Budaya kuliner yang awalnya lekat di lingkungan pondok pesantren dan masyarakat umum Sunda ini, ternyata mendapat sambutan hangat di tanah Borneo.
Momen makan bersama beralaskan daun pisang dengan menu sederhana—mulai dari nasi putih, ikan, sayuran, hingga sambal yang dihamparkan bersama—menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kalsel. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh sekelompok warga Desa Tungkap, Kecamatan Binuang, pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini terasa sangat berarti karena menjadi ajang efektif untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan keluarga.

”Walaupun bukan budaya asli daerah sini, kegiatan makan seperti ini membuat rasa keakraban dan kekeluargaannya sangat terasa,” ujar Ibu Hj. Idah, salah seorang warga yang ikut serta, kepada jurnalis Suara Utama, Ahmad Arbani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, meski gaya makan adaptasi dari Tanah Sunda ini tergolong baru, tradisi ini sangat positif jika terus dilestarikan di kampung halaman mereka. “Karena cara makannya unik, di dalamnya tersirat makna kebersamaan dan gotong-royong,” imbuhnya.
Menurut Hj. Idah, kemudahan akses informasi di dunia maya saat ini membuat masyarakat bisa dengan cepat mengenal dan mengadopsi kebudayaan positif dari berbagai daerah lain, bahkan hingga ke luar negeri.
Suasana kebersamaan itu kian ceria saat ibu-ibu yang hadir kompak mengabadikan momen unik tersebut lewat foto bersama dan video pendek sebelum menyantap hidangan.
Sajian yang dimasak secara bergotong-royong itu memadukan cita rasa lokal yang menggugah selera. Di atas hamparan daun pisang, tampak berjejer irisan ikan patin bakar, ikan nila, ayam goreng, rebusan daun singkong, terung bakar, serta pelengkap berupa sambal pecel dan sambal terasi.
”Sangat menggugah selera untuk segera dicicipi!” seru ibu-ibu kompak yang sudah duduk melingkar mengelilingi hidangan di area belakang sebuah toko aksesori ponsel tersebut.
Penulis : Ahmad Arbani
Editor : Rochama Sidiq
Sumber Berita: Jurnalis Suara Utama













Komentar
Silakan login untuk berkomentar.