SUARA UTAMA BERAU – Guncangan gempa kuat yang terjadi pada Senin pagi (8/6/2026) tidak hanya dirasakan warga di wilayah pesisir Kabupaten Berau seperti Talisayan, Tanjung Batu, hingga Biduk-Biduk. Fenomena yang lebih mengkhawatirkan justru muncul setelahnya, ketika sejumlah warga melaporkan air laut tiba-tiba surut jauh dari bibir pantai, lalu dalam waktu singkat kembali naik dengan cepat dan tidak biasa.
Peristiwa tersebut memicu kepanikan masyarakat. Banyak warga berhamburan keluar rumah dan memilih menjauh dari kawasan pantai karena khawatir fenomena itu menjadi tanda awal gelombang tsunami.
Gempa besar yang berpusat di wilayah Mindanao, Filipina, memang sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG mencatat adanya kenaikan muka air laut di beberapa daerah dan mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi masyarakat pesisir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun yang menjadi pertanyaan, apakah pemerintah daerah telah bergerak cepat memastikan kondisi di lapangan? Apakah ada pemantauan langsung terhadap perubahan muka air laut yang dilaporkan warga pesisir Berau? Atau masyarakat kembali dibiarkan mencari informasi sendiri di tengah kepanikan?
Warga Talisayan, Tanjung Batu, dan Biduk-Biduk berhak mendapatkan penjelasan resmi. Sebab fenomena surut mendadak yang kemudian disusul pasang cepat bukanlah kejadian yang bisa dianggap biasa, terlebih terjadi setelah gempa besar yang memicu peringatan tsunami regional.
Jika laporan warga tersebut benar, maka pemerintah daerah, BPBD, aparat kampung, hingga instansi terkait harus menjelaskan hasil pemantauan mereka. Jangan sampai masyarakat hanya mengandalkan video amatir dan kabar berantai di media sosial untuk mengetahui apakah situasi sudah benar-benar aman atau masih memerlukan kewaspadaan.
”Air laut surut mendadak lalu kembali naik dengan cepat. Warga panik, tetapi sampai saat ini publik masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang. Apakah fenomena tersebut telah dipantau dan dianalisis, atau justru luput dari perhatian?”
* (Rudi, Slm) *”













Komentar
Silakan login untuk berkomentar.