Air Laut Surut Mendadak Dan naik/ pasang, secara cepat tidak seperti biasa. Usai Gempa, Warga Pesisir Berau Panik.

Banyak warga berhamburan keluar rumah dan memilih menjauh dari kawasan pantai karena khawatir fenomena itu menjadi tanda awal gelombang tsunami.

- Publisher

Senin, 8 Juni 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA BERAU – Guncangan gempa kuat yang terjadi pada Senin pagi (8/6/2026) tidak hanya dirasakan warga di wilayah pesisir Kabupaten Berau seperti Talisayan, Tanjung Batu, hingga Biduk-Biduk. Fenomena yang lebih mengkhawatirkan justru muncul setelahnya, ketika sejumlah warga melaporkan air laut tiba-tiba surut jauh dari bibir pantai, lalu dalam waktu singkat kembali naik dengan cepat dan tidak biasa.

‎Peristiwa tersebut memicu kepanikan masyarakat. Banyak warga berhamburan keluar rumah dan memilih menjauh dari kawasan pantai karena khawatir fenomena itu menjadi tanda awal gelombang tsunami.

BACA JUGA :  HUT Ke-38, Julia Entengo Dinilai Jadi Inspirasi Pelaku UMKM Zona Baku Bae

‎Gempa besar yang berpusat di wilayah Mindanao, Filipina, memang sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG mencatat adanya kenaikan muka air laut di beberapa daerah dan mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi masyarakat pesisir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Namun yang menjadi pertanyaan, apakah pemerintah daerah telah bergerak cepat memastikan kondisi di lapangan? Apakah ada pemantauan langsung terhadap perubahan muka air laut yang dilaporkan warga pesisir Berau? Atau masyarakat kembali dibiarkan mencari informasi sendiri di tengah kepanikan?

BACA JUGA :  Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Manggala Gelar Turnamen Domino 80 Pasang Peserta

‎Warga Talisayan, Tanjung Batu, dan Biduk-Biduk berhak mendapatkan penjelasan resmi. Sebab fenomena surut mendadak yang kemudian disusul pasang cepat bukanlah kejadian yang bisa dianggap biasa, terlebih terjadi setelah gempa besar yang memicu peringatan tsunami regional.

‎Jika laporan warga tersebut benar, maka pemerintah daerah, BPBD, aparat kampung, hingga instansi terkait harus menjelaskan hasil pemantauan mereka. Jangan sampai masyarakat hanya mengandalkan video amatir dan kabar berantai di media sosial untuk mengetahui apakah situasi sudah benar-benar aman atau masih memerlukan kewaspadaan.

BACA JUGA :  Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Wabup A. Khafidh Apresiasi Kinerja Polres Merangin

‎”Air laut surut mendadak lalu kembali naik dengan cepat. Warga panik, tetapi sampai saat ini publik masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang. Apakah fenomena tersebut telah dipantau dan dianalisis, atau justru luput dari perhatian?”

* (Rudi, Slm) *”

Berita Terkait

Suara Masyarakat Jadi Prioritas, Bapelkum Bitung Ikut Forum Nasional “Pasti Ada Solusi”
Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2025 Barito Selatan Ditunda
Jejak Teduh Indonesia Luncurkan Project Planet Proklim di Majene, Perempuan Jadi Garda Terdepan Aksi Iklim dan Ketahanan Pangan
Jalan Poros Gurimbang–Sukan Rusak Bertahun-tahun, Kepala Kampung: Warga Terus Jadi Korban Janji Perbaikan
BANDAR SABU SUNGAI BAUNG TAK PERNAH TERSENTUH HUKUM, MODUS TIARAP DAN KEBOCORAN INFORMASI JADI TAMENG
MoU DJKI-Rospatent Jadi Gerbang Baru Ekspansi Inovasi Indonesia ke Pasar Rusia
Bom Waktu Sampah di Jantung Kota Buntok
Menkum Dorong Reformasi Royalti Global di Forum WIPO
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:51 WIB

Suara Masyarakat Jadi Prioritas, Bapelkum Bitung Ikut Forum Nasional “Pasti Ada Solusi”

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:54 WIB

Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2025 Barito Selatan Ditunda

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:10 WIB

Jejak Teduh Indonesia Luncurkan Project Planet Proklim di Majene, Perempuan Jadi Garda Terdepan Aksi Iklim dan Ketahanan Pangan

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:17 WIB

Jalan Poros Gurimbang–Sukan Rusak Bertahun-tahun, Kepala Kampung: Warga Terus Jadi Korban Janji Perbaikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:27 WIB

BANDAR SABU SUNGAI BAUNG TAK PERNAH TERSENTUH HUKUM, MODUS TIARAP DAN KEBOCORAN INFORMASI JADI TAMENG

Berita Terbaru