Wamenlu: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman

Tugas utama jurnalisme bukan membela pemerintah ataupun menjadi oposisi

- Publisher

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

FOTO: Wamenlu Anis Matta: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman (Dr. Imanuddin Kamil, Lc, M.Pd.I/SUARA UTAMA)

FOTO: Wamenlu Anis Matta: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman (Dr. Imanuddin Kamil, Lc, M.Pd.I/SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta mengajak insan pers berperan membangun masyarakat yang lebih berpengetahuan dengan menghadirkan pemberitaan yang mampu membawa publik dari cara pandang yang dangkal menuju pemahaman yang lebih mendalam terhadap berbagai persoalan, terutama isu geopolitik global.

FOTO: Wamenlu Anis Matta: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman (Dr. Imanuddin Kamil, Lc, M.Pd.I/SUARA UTAMA)
FOTO: Wamenlu Anis Matta: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman (Dr. Imanuddin Kamil, Lc, M.Pd.I/SUARA UTAMA)

Hal itu disampaikan Anis Matta saat menjadi pembicara dalam Sajid Diplomat Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid) di Gedung Konstitusi Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 jurnalis dari berbagai media.

Lowongan Wartawan dan Jurnalis Dibuka di Seluruh Indonesia
Lowongan Wartawan dan Jurnalis Dibuka di Seluruh Indonesia

Menurut Anis, pemerintah saat ini membentuk portofolio khusus yang menangani urusan Dunia Islam di Kementerian Luar Negeri sebagai respons terhadap perubahan lanskap geopolitik internasional. Ia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memandang konflik global, khususnya di Timur Tengah, akan semakin dalam dan membawa dampak besar terhadap tata kelola dunia.

“Kita harus membantu publik kita untuk bertransformasi dari pendangkalan menuju pendalaman. Kita harus mengedukasi publik agar mampu memahami persoalan secara lebih utuh dan mendalam,” kata Anis kepada Suara Utama ID.

Ia menjelaskan, Indonesia juga tengah berupaya meningkatkan hubungan dengan negara-negara Islam, bukan hanya dalam aspek sejarah, budaya, dan agama, tetapi juga pada tingkat integrasi ekonomi serta politik. Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Luar Negeri telah menyusun peta jalan integrasi Indonesia dengan Dunia Islam melalui riset bersama Universitas Islam Indonesia (UII).

Anis menilai perang di Gaza yang pecah pada Oktober 2023 telah berkembang dari konflik lokal menjadi konflik regional bahkan global. Kondisi tersebut, menurut dia, menuntut kemampuan analisis yang lebih mendalam dari kalangan akademisi maupun media.

BACA JUGA :  Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media

Ia mengingatkan bahwa media bukan sekadar saluran informasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan narasi politik. Karena itu, jurnalis dituntut tidak hanya menyampaikan fakta, melainkan juga memahami cara berpikir serta strategi yang melatarbelakangi lahirnya suatu kebijakan.

“Media adalah instrumen dalam political design. Yang perlu kita pahami bukan sekadar beritanya, tetapi desain yang melatarbelakanginya,” ujarnya.

Anis juga menyoroti masih minimnya ahli studi kawasan di Indonesia, khususnya yang mendalami Timur Tengah. Akibatnya, ruang publik lebih banyak diisi komentar yang tidak selalu ditopang keahlian akademik yang memadai.

Selain keterbatasan sumber informasi, ia menilai tantangan lain adalah kemampuan menerapkan teori hubungan internasional dalam membaca dinamika global yang terus berubah. Menurutnya, negara-negara besar kerap melakukan penyesuaian strategi (strategic adjustment) yang tidak selalu dapat dijelaskan dengan teori-teori konvensional.

BACA JUGA :  Sidak Kantor Camat Tabir Lintas, M. Syukur Meradang: Camat Mawarna Disorot, Pelayanan Publik Dipertanyakan

Dalam kesempatan itu, Anis mengingatkan pentingnya menghindari cara pandang yang dipengaruhi semata oleh sentimen ideologis atau sektarian. Ia mencontohkan bagaimana konflik di Timur Tengah dapat dipersepsikan secara berbeda apabila hanya dilihat dari sudut pandang keagamaan, tanpa memahami faktor keamanan dan kepentingan strategis negara.

Ia menambahkan, kompleksitas geopolitik dunia juga menjadi dasar pemerintah mendorong kemandirian pangan dan energi sebagai bagian dari strategi mempertahankan ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.

Di akhir paparannya, Anis menegaskan bahwa tugas utama jurnalisme bukan membela pemerintah ataupun menjadi oposisi, melainkan membantu masyarakat memahami persoalan secara objektif dan komprehensif.

“Transformasi menuju masyarakat berpengetahuan adalah tugas jurnalisme yang paling mulia. Ilmu adalah basis pemberdayaan, dan semakin dalam ilmu seseorang, semakin tumbuh pula sikap rendah hati dan santun dalam menyikapi persoalan,” katanya.

Penulis : Dr. Imanuddin Kamil, Lc., M.Pd.I

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung
RSUD Waluyo Jati Gandeng Universitas Airlangga, Perkuat Layanan Kesehatan Unggulan dan Pendidikan Kedokteran
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Berita ini 17 kali dibaca
Wamenlu Anis Matta: Tugas Jurnalis Mengantar Publik dari Pendangkalan Menuju Pendalaman

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:46 WIB

PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Berita Terbaru

Berita Utama

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:19 WIB

Chat via WhatsApp