SUARA UTAMA, Makassar– Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kondisi lalu lintas di Jalan Mallengkeri Raya, Kota Makassar, yang kerap mengalami kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk di pagi hari maupun saat masyarakat pulang bekerja.
Keluhan tersebut muncul karena adanya aktivitas sebuah bengkel yang berada di ruas jalan tersebut dan diduga menjadi salah satu faktor penyebab tersendatnya arus kendaraan setiap hari. Warga dan pengendara menyebut kemacetan bahkan sering mengular mulai dari kawasan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Parang Tambung hingga ke depan lokasi bengkel yang berada di Jalan Mallengkeri Raya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut mengaku harus menghadapi antrean kendaraan yang cukup panjang, khususnya pada jam berangkat kerja dan jam pulang kantor.
“Kalau pagi hari macetnya sudah mulai terasa sejak dekat kampus UNM Parang Tambung. Begitu juga sore hari saat jam pulang kerja. Kendaraan sering tersendat sampai ke depan bengkel itu,” ujarnya.
Menurut warga, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan menjadi keluhan rutin masyarakat yang menggunakan Jalan Mallengkeri Raya sebagai jalur utama menuju sejumlah kawasan permukiman, perkantoran, kampus, maupun pusat aktivitas ekonomi lainnya.
Mereka menilai aktivitas kendaraan yang keluar masuk area bengkel, ditambah kendaraan yang terkadang berhenti di bahu jalan, berpotensi mempersempit ruang gerak pengguna jalan lainnya. Akibatnya, kapasitas jalan yang seharusnya dapat menampung arus kendaraan menjadi berkurang dan memicu antrean panjang, terutama pada waktu-waktu padat.
Selain kendaraan roda dua dan roda empat, kemacetan juga berdampak pada angkutan umum serta masyarakat yang hendak menuju tempat kerja, sekolah, dan kampus. Tidak sedikit pengendara yang mengaku harus menambah waktu perjalanan akibat kondisi tersebut.
“Setiap hari hampir sama. Pagi macet, sore juga macet. Kadang kendaraan sampai merayap karena banyak aktivitas di sekitar lokasi itu,” kata seorang pengendara lainnya.
Kemacetan yang terjadi disebut semakin parah ketika volume kendaraan meningkat pada hari kerja. Pada saat bersamaan, arus lalu lintas dari arah Parang Tambung menuju kawasan Hertasning maupun sebaliknya menjadi lebih padat dibanding hari-hari biasa.
Beberapa warga berharap pihak terkait dapat melakukan evaluasi terhadap aktivitas usaha yang berada di sepanjang Jalan Mallengkeri Raya, khususnya yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Mereka juga meminta adanya pengawasan terhadap penggunaan badan jalan agar tidak menghambat mobilitas masyarakat.
Menurut mereka, diperlukan langkah konkret seperti penataan area parkir, pengaturan kendaraan yang keluar masuk lokasi usaha, hingga pengawasan rutin oleh petugas lalu lintas guna memastikan arus kendaraan tetap berjalan lancar.
“Harapannya ada solusi supaya kemacetan tidak terus terjadi setiap hari. Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat sehingga perlu dijaga agar tetap lancar dan aman digunakan,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini ditulis, kondisi kemacetan di Jalan Mallengkeri Raya masih menjadi perhatian sejumlah pengguna jalan. Warga berharap instansi terkait dapat turun langsung melakukan peninjauan lapangan untuk mengidentifikasi penyebab kemacetan dan mencari solusi terbaik demi kenyamanan serta keselamatan seluruh pengguna jalan.
Kemacetan yang terjadi secara berulang setiap hari dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat padatnya kendaraan yang saling berebut ruang di ruas jalan yang terbatas. Oleh karena itu, berbagai pihak diharapkan dapat bersinergi untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan lancar di kawasan Jalan Mallengkeri Raya, Makassar.













Komentar
Silakan login untuk berkomentar.