Desas-desus PHK Massal Menggema, DPRD Berau Diminta Tak Sekadar Menonton

pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di salah satu perusahaan tambang yang disebut-sebut akan mengakhiri operasionalnya mulai memicu keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Berau.

- Publisher

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, BERAU – Kabar mengenai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di salah satu perusahaan tambang yang disebut-sebut akan mengakhiri operasionalnya mulai memicu keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Berau.

Isu tersebut semakin liar setelah ramai diberitakan sejumlah media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pekerja maupun keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor pertambangan. Di tengah ketidakpastian itu, publik kini mempertanyakan sikap dan langkah konkret DPRD Berau.

Apakah lembaga legislatif hanya akan menunggu gelombang PHK benar-benar terjadi, atau bergerak lebih awal untuk memastikan nasib ribuan pekerja tidak dikorbankan?

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto sebelumnya telah mengingatkan bahwa ancaman PHK di sektor tambang bukan lagi isu yang bisa dianggap sepele. DPRD meminta pemerintah daerah dan perusahaan melakukan langkah antisipasi sejak dini agar pekerja lokal tidak menjadi korban utama kebijakan  terkait close the project salah satu perusahan tambang. Namun, peringatan itu dinilai belum cukup.

Masyarakat kini menunggu tindakan nyata berupa pemanggilan perusahaan terkait, rapat dengar pendapat terbuka, hingga pengawasan terhadap hak-hak pekerja apabila PHK benar-benar terjadi.

BACA JUGA :  Halal Bihalal RMR Malsel: Perkuat Barisan, Siap Tebar 500 Porsi untuk Rakyat

“Jangan sampai DPRD baru bersuara setelah ratusan pekerja kehilangan pekerjaan. Fungsi pengawasan harus berjalan sebelum masalah meledak,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Ramai dimedia sosial terkait akan salah satu tambang besar diberau akan tutup proyek(close the Project), pada bulan Agustus mendatang. Bahkan sejumlah pekerja tambang di Berau dilaporkan telah terkena PHK dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah daerah melalui jajaran ketenagakerjaan juga telah mengakui adanya potensi pengurangan tenaga kerja di sejumlah perusahaan tambang akibat penyusutan operasional dan penyesuaian produksi. Kini pertanyaan besarnya adalah: apakah DPRD Berau mempunyai solusi dengan apa yang  dikabarkan akan tutup proyek tersebut?

BACA JUGA :  Tekan Kasus ATM, Pemkot Pangkalpinang dan Adinkes Perkuat Program RSSH

Apakah hak pesangon, jaminan sosial, dan nasib tenaga kerja lokal sudah dipastikan aman? Jika tidak ada langkah tegas sejak sekarang, isu PHK massal bukan hanya menjadi persoalan ketenagakerjaan, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi daerah yang selama ini bergantung pada sektor tambang.

Masyarakat menunggu jawaban. Bukan sekadar pernyataan, melainkan keberanian DPRD Berau berdiri di depan untuk memastikan pekerja lokal tidak menjadi korban pertama dari berakhirnya sebuah proyek tambang.

Penulis : Rudi Salam

Sumber Berita: Suara utama. Id

Berita Terkait

Borok PPDB SMKN 13 Bandung: Anak Yatim Diperas Oknum TU Rp4 Juta, Gurita “Jalur Tembak” Capai Rp10 Juta
Sengkarut Makan Bergizi Gratis Soreang: Air Mata UMKM di Balik Ambisi ‘4.000 Kue Semalam’ dan Bayang-Bayang Politik Partai Penguasa
Diduga Abaikan SOP, Oknum Kepala SPPG Disorot: Relawan Mengeluh, Sistem Kerja Dinilai Semrawut.
Korban Angkat Bicara: “Kalau Merasa Benar, Buktikan di Pengadilan, Bukan Bermain Opini di Media
Mencari Keadilan di Tengah Kemakmuran yang Semu
Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan
Kesultanan Sambaliung dan Organisasi Sabang Merah Borneo DPD Berau Pesisir, Mosi tidak percaya dan kecaman keras terhadap PT Tridaya Hutan Lestari (PT THL).
Ridwan Andi Wittiri: Kurban PDI Perjuangan Sulsel Bentuk Kepedulian untuk Masyarakat
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:02 WIB

Desas-desus PHK Massal Menggema, DPRD Berau Diminta Tak Sekadar Menonton

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:45 WIB

Borok PPDB SMKN 13 Bandung: Anak Yatim Diperas Oknum TU Rp4 Juta, Gurita “Jalur Tembak” Capai Rp10 Juta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:42 WIB

Sengkarut Makan Bergizi Gratis Soreang: Air Mata UMKM di Balik Ambisi ‘4.000 Kue Semalam’ dan Bayang-Bayang Politik Partai Penguasa

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:06 WIB

Korban Angkat Bicara: “Kalau Merasa Benar, Buktikan di Pengadilan, Bukan Bermain Opini di Media

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:41 WIB

Mencari Keadilan di Tengah Kemakmuran yang Semu

Berita Terbaru