SUARA UTAMA, Probolinggo – Publik di hebohkan dengan adanya dugaan pungutan liar (Pungli) pada saat insentif guru ngaji di salurkan sekitar tanggal 20-22 Maret 2026 menjelang hari raya idul fitri. Baru baru ini, dugaan tersebut beredar di wilayah kecamatan Tegalsiwalan kabupaten Probolinggo Jawa Timur. 11/05/2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diduga pelaku pungli, dari oknum Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) NU wilayah kecamatan Tegalsiwalan. Dengan dalih/modus yang digunakan, pada saat oknum menyalurkan insentif ke kediaman guru ngaji, meminta sejumlah uang walaupun nominal nya tidak begitu besar.
Diduga kuat pungutan terjadi kepada seluruh guru ngaji yang mendapatkan insentif di wilayah kecamatan Tegalsiwalan. Aneh nya. Pungutan tersebut terindikasi tidak jelas ke peruntukan nya. Sehingga Publik menilai perbuatan tersebut dapat mencendarai Organisasi Nahdhatul ulama (NU).
Sementara bantuan insentif disalurkan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah untuk membantu kebutuhan guru ngaji di saat lebaran. mengingat peran penting guru ngaji dalam mencerdaskan kehidupan beragama serta mendidik karakter anak bangsa begitu besar.
Oleh karenanya, team media mengkonfirmasi salah satu guru ngaji di wilayah kecamatan Tegalsiwalan yang enggan di publikasikan identitas nya. Ia membenarkan adanya dugaan pungutan liar tersebut dan di alami nya sendiri.
“Pada saat menyalurkan insentif itu di rumah saya, ada oknum yang mengaku dari pengurus Nahdhatul ulama (NU) itu meminta sejumlah uang, saya kurangi dari permintaan nya tidak mau. Di desa saya ada sekitar 20 orang guru ngaji. “Katanya.
Sementara oknum Pimpinan Anak Cabang (PAC) Nahdhatul Ulama (NU) kecamatan Tegalsiwalan “SH” saat di konfirmasi team media melalui jejaring sosial whatsap (Pesan singkat) perihal kebenaran nya informasi dugaan pungutan liar (pungli) di saat menyalurkan insentif guru ngaji. Ia Hanya mengatakan Tabayyun. “Welaikum salam. Tabayyun dulu akurasi infonya mas. “Jawab nya, Ia enggan menjawab lagi walaupun team media mengkonfirmasi kembali kebenaran nya.
Menanggapi dugaan pungli tersebut, Personil dari komunitas Pakopak ketua Dewan Pimpinan Cabang Projamin kabupaten Probolinggo sangat menyayangkan jika dugaan tersebut benar adanya. Menurutnya, dapat mencendarai Organisasi Nahdhatul Ulama.
“Kami sangat menyanyangkan jika dugaan itu benar adanya. Tidak pantas oknum itu berlindung dalam organisasi Islam yang sangat besar. Jangan sampai Organisasi NU di jadikan tameng untuk menutupi perbuatan yang tidak benar. Perbuatan tersebut dapat mencendarai Organisasi. “Tegas nya.
Penulis : Ali Misno











