SUARAUTAMA.Nabire- Insiden penembakan kembali terjadi di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, pada Selasa (31/3/2026).
Peristiwa ini dilaporkan mengakibatkan lima warga sipil meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.
Menurut informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, pelaku penembakan diduga berasal dari aparat kepolisian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejadian ini dipicu oleh pembunuhan seorang anggota polisi, Juventus Edowai, yang hingga kini pelakunya belum diketahui secara pasti.
Jenazah Juventus Edowai ditemukan di dalam selokan parit di depan Gereja Ebenezer Moanemani dengan luka bacokan di bagian leher dan kepala, serta jari tangan yang dimutilasi.
Pasca kejadian tersebut, situasi di Distrik Kamuu memanas. Warga dilaporkan melakukan penyisiran di sejumlah wilayah. Dalam proses penyisiran itu, terjadi tindakan represif yang berujung pada penembakan terhadap warga sipil.
Lima korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi antara lain:
Yulita Pigai (80 tahun),Siprianus Tibakoto (18 tahun), Martinus Yobe (14 tahun), Angkian Edowai (19 tahun).
Sementara korban lainnya seperti Kikibi Pigai dilaporkan mengalami luka tembak di bagian paha dan saat ini dirawat oleh keluarga. Maikel Waine (14 tahun) juga dilaporkan mengalami luka parah.
Salah satu tokoh intelektual Kabupaten Dogiyai, Benny Goo, menyatakan bahwa korban diduga tewas saat aparat melakukan penyisiran pasca kematian anggota polisi tersebut.
“Setelah kejadian itu, aparat datang dan melakukan penyisiran yang membabi buta. Akibatnya, beberapa warga menjadi korban, termasuk korban jiwa dan kerugian material,” ujar Benny Goo melalui sambungan telepon.
Ia juga menambahkan bahwa setelah korban anggota polisi dibawa ke rumah sakit, masih terjadi penembakan lanjutan yang menyebabkan korban jiwa lainnya.
Benny Goo juga meminta agar aparat non-organik yang saat ini bertugas di Kabupaten Dogiyai segera ditarik kembali ke Jakarta, guna meredam ketegangan dan mengembalikan situasi keamanan yang kondusif di tengah masyarakat.
Goo menegaskan bahwa keadilan bagi para korban harus ditegakkan dan peristiwa seperti ini tidak boleh kembali terulang di tanah Dogiyai.
Pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan mengambil langkah serius agar keamanan, keadilan, dan kedamaian dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di kabupaten dogiyai Papua Tengah, tutup Goo.










