SUARA UTAMA, Merangin – Gonjang-ganjing terkait pengelolaan dana Masjid Istiqomah Desa Lubuk Birah, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Jambi, kian memanas. Warga secara terbuka menuntut transparansi pengurus masjid menyusul dugaan tidak jelasnya pengelolaan dana kas masjid yang hingga kini tidak pernah dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada jamaah.
Kepada media ini, sejumlah warga mengungkapkan kekesalan mereka terhadap salah satu pengurus masjid yang juga menjabat sebagai imam, Muhammad Aidil Fitri. Warga menduga dana kas Masjid Istiqomah tidak dikelola secara transparan dan tidak pernah dimusyawarahkan bersama masyarakat.
“Sudah hampir satu tahun tidak ada musyawarah soal uang kas masjid. Dana dari hasil fitrah Lebaran kemarin juga tidak pernah dijelaskan ke mana perginya,” ungkap salah seorang warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga juga menyoroti hilangnya keterbukaan informasi keuangan masjid. Papan informasi yang sebelumnya memuat laporan pemasukan dan pengeluaran kas masjid kini disebut sudah tidak lagi menampilkan keterangan apa pun, sehingga memicu kecurigaan di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, warga juga menilai rangkap jabatan yang diemban Muhammad Aidil Fitri menjadi persoalan serius. Selain sebagai imam Masjid Istiqomah, yang bersangkutan juga diketahui menjabat sebagai bendahara desa. Ia juga disebut sebagai pegawai P3N yang mengurus administrasi pernikahan dan menjadi perpanjangan tangan KUA di desa tersebut.
“Jabatannya banyak, Bang. Selain imam masjid, dia juga bendahara desa, dan dia pula yang memegang uang kas masjid. Itu yang membuat masyarakat bertanya-tanya,” ujar warga lainnya.
Lebih jauh, warga menyebut bahwa dalam persoalan pengelolaan dana masjid tersebut, Kepala Desa Lubuk Birah, Ahyak Udin, diduga mengetahui bahkan terlibat dalam perundingan terkait dana masjid. Namun demikian, warga menilai tidak ada langkah tegas maupun kejelasan yang diberikan kepada masyarakat hingga persoalan ini mencuat ke publik.
“Kami dengar kepala desa juga tahu soal ini, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Masyarakat jadi semakin resah,” kata warga.
Atas kondisi tersebut, warga mendesak agar pihak-pihak terkait, baik pemerintah desa, instansi pengawas, maupun aparat berwenang, segera turun tangan untuk melakukan audit terhadap pengelolaan dana Masjid Istiqomah. Warga berharap dana masjid benar-benar digunakan untuk kepentingan umat dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Sementara itu, media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Muhammad Aidil Fitri melalui pesan WhatsApp terkait dugaan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan tidak memberikan respons. Pesan yang dikirim diketahui telah tercentang dua, bahkan nomor WhatsApp media ini disebut langsung diblokir.
Hal serupa juga terjadi saat media ini mencoba mengonfirmasi Kepala Desa Lubuk Birah, Ahyak Udin. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp tidak mendapatkan jawaban. Hingga kini, yang bersangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan klarifikasi apa pun.
Sampai berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengurus Masjid Istiqomah maupun Pemerintah Desa Lubuk Birah terkait dugaan tersebut.
Penulis : Ady Lubis
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama










