Demo Ricuh di Indonesia: Tuntutan Rakyat untuk Pemerintah yang Lebih Bertanggung Jawab

- Publisher

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Yulianto Kiswocahyono menyoroti ketidakmatangan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan pajak dan ketidakpekaan elit politik, yang memperburuk ketegangan sosial. Ia menekankan pentingnya respons kebijakan yang lebih adil dan responsif terhadap tuntutan rakyat.

Yulianto Kiswocahyono menyoroti ketidakmatangan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan pajak dan ketidakpekaan elit politik, yang memperburuk ketegangan sosial. Ia menekankan pentingnya respons kebijakan yang lebih adil dan responsif terhadap tuntutan rakyat.

SUARA UTAMA – Surabaya, 29 Agustus 2025 – Serangkaian demonstrasi besar terjadi di berbagai kota di Indonesia, berujung ricuh dan menimbulkan ketegangan sosial yang signifikan. Aksi ini dipicu oleh kemarahan publik terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait tunjangan anggota DPR yang dianggap tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Insiden tragis menimpa Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, yang tewas terlindas oleh kendaraan taktis polisi saat berada di lokasi demonstrasi di Jakarta, menambah kedalaman rasa frustrasi masyarakat.

Kericuhan yang meluas ini tidak hanya memperburuk citra pemerintahan, tetapi juga mencerminkan ketidakpuasan yang semakin meluas di kalangan masyarakat, terutama dari kelas pekerja, mahasiswa, dan aktivis. Beberapa pihak menilai, ketidakstabilan politik yang terjadi berpotensi menekan iklim investasi dan mengganggu pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Kini, masyarakat menunggu respons pemerintah yang lebih jelas dan berbasis kesejahteraan rakyat, bukan sekadar kepentingan elit politik.

BACA JUGA :  Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media

Demo besar yang berujung ricuh ini menggambarkan ketegangan sosial yang semakin memuncak akibat kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Insiden tewasnya Affan Kurniawan menambah rasa kecewa yang mendalam terhadap aparat keamanan yang dinilai tidak profesional dalam menangani unjuk rasa. Dalam situasi ini, banyak pihak yang menyerukan agar aparat keamanan dapat bersikap lebih humanis dalam menghadapi demonstrasi. Penting bagi aparat untuk mengutamakan prinsip-prinsip kemanusiaan dan menghindari penggunaan kekuatan yang berlebihan, agar tidak ada lagi korban jiwa dalam aksi demonstrasi di masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rakyat kini menuntut akuntabilitas dari pemerintah di semua sektor, tidak hanya terkait dengan kebijakan pajak, tunjangan anggota DPR, atau pengelolaan ekonomi, tetapi juga dalam hal transparansi, pengelolaan sumber daya, dan pengambilan keputusan yang lebih inklusif. Publik menginginkan pemerintah untuk menunjukkan kinerja yang lebih bertanggung jawab, dengan kebijakan yang tidak hanya berfokus pada kepentingan segelintir elit, tetapi pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.

BACA JUGA :  Korban PTSL Mendesak Selesaikan Semua Permasalahan, ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Jangan Kejar Terget PTSL 2026

Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, seorang praktisi hukum dan perpajakan, memberikan pandangan terkait faktor-faktor yang memperkeruh kondisi sosial dan politik saat ini:

  1. Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) secara signifikan di berbagai daerah memicu gelombang protes publik. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan surat edaran (SE) untuk menunda kenaikan, masyarakat tetap merasa kecewa. “Seharusnya pemerintah meninjau secara cermat setiap kebijakan yang berdampak pada rakyat. Mengumumkan kenaikan tarif tanpa kajian yang matang hanya memicu kemarahan publik dan menunjukkan kurangnya evaluasi kebijakan,” ujar Yulianto.
  1. Kepatuhan Pajak dan SP2DK bagi Pengusaha menjadi isu tersendiri. Para pelaku usaha yang menerima Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK) sering dihadapkan pada dilema antara mengikuti perhitungan pajak resmi atau mempertahankannya secara internal. Meski pilihan untuk tidak mengikuti perhitungan resmi ada, risiko pemeriksaan selalu membayangi, menambah ketegangan antara pemerintah dan pelaku ekonomi.
  2. Efisiensi Pemerintah yang Tidak Konsisten dengan kenaikan tunjangan anggota DPR menimbulkan frustrasi publik. Di tengah penghematan di berbagai sektor, tunjangan legislator justru meningkat, disertai pernyataan-pernyataan yang cenderung arogan dari sebagian anggota dewan. Hal ini menimbulkan rasa ketidakadilan yang mendalam dan memperburuk ketidakpercayaan rakyat terhadap pengelolaan negara.
BACA JUGA :  Jemput Aspirasi Masyarakat, Efrinaldi Politisi Nasdem Laksanakan Reses di Desa Naumbai

Pandangan Yulianto menegaskan bahwa akar dari kericuhan ini bukan sekadar insiden demonstrasi, tetapi juga kombinasi dari kebijakan ekonomi yang tidak matang, praktik pengelolaan pajak yang dirasakan tidak adil, serta ketidakpekaan elit politik terhadap aspirasi rakyat. Dengan kondisi ini, publik menuntut tindakan tegas dari pemerintah untuk menegakkan keadilan sosial dan memperbaiki ketimpangan yang terjadi.

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik
Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi
Miris, Oknum KS Diduga Membuat Pengumuman Melalui Group Whatsap, Perihal Indikasi Dugaan Praktek Pungli di SDN Sebaung 1.
Bapelkum Bitung Kupas KUHP Nasional, dari Kohabitasi hingga Tujuan Pemidanaan
Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan
Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk
Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media
Tiga Tersangka Kasus Sungai Kapas Ditahan, Ahmad Fahmi Dorong Pengembangan Perkara
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:07 WIB

Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik

Rabu, 23 September 2026 - 18:35 WIB

Miris, Oknum KS Diduga Membuat Pengumuman Melalui Group Whatsap, Perihal Indikasi Dugaan Praktek Pungli di SDN Sebaung 1.

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

Bapelkum Bitung Kupas KUHP Nasional, dari Kohabitasi hingga Tujuan Pemidanaan

Selasa, 22 September 2026 - 20:05 WIB

Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan

Senin, 21 September 2026 - 22:38 WIB

Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk

Berita Terbaru

Berita Utama

Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:07 WIB

https://mancingjitu.com/