Perkuat Kapasitas Pemerintah Daerah, Yayasan PKPA dan BPBD Lakukan Workshop Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Banjir

- Publisher

Jumat, 24 Januari 2025 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suara Utama | Aceh Tamiang, 23 Januari 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan respon terhadap ancaman bencana banjir, Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan (PKPA), Konsorsium SMART, dan Forum Simpul Perubahan Aceh (FSPA) berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang menggelar workshop penyusunan dokumen rencana kontijensi banjir. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 22-23 Januari 2025, yang merupakan sesi pertama dan kedua dengan fokus pada eksplorasi kejadian bencana, dampaknya, intensitas, serta penyusunan skenario bencana.

BACA JUGA :  Polres Gowa Laksanakan Simulasi Sispam Mako untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Iman Suhery, S.STP, MSP, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Tamiang, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai pihak untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Ismail Marzuki, Manajer Program MARS dari Yayasan PKPA, dan Zulfiqar, SP, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tamiang juga memberikan sambutan, menyampaikan apresiasi atas pentingnya kolaborasi dalam upaya mengurangi dampak bencana banjir yang sering melanda wilayah ini.

Tujuan utama dari kegiatan workshop ini adalah untuk:

1. Menyusun rencana kontijensi terhadap ancaman bencana banjir secara partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur multihelix.

2. Meningkatkan kesiapsiagaan dan respon cepat terhadap bencana banjir yang sering terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang.

3. Mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat bencana banjir.

4. Meningkatkan kolaborasi antara para pemangku kepentingan dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

5. Membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penanganan bencana banjir.

Dalam proses fasilitasi workshop ini, PKPA melibatkan sejumlah fasilitator lokal, antara lain Suci Faramudita Sari, M. Han, dan Syarwandi dari BPBD Kabupaten Aceh Tamiang. Selain itu, tim tenaga ahli yang dipimpin oleh Risma Sunarty, S.Si., M.Si. turut serta memberikan panduan dan arah dalam penyusunan dokumen rencana kontijensi yang relevan dan efektif.

BACA JUGA :  Kembali terjadi kebakaran dijalan Poros labanan, teluk bayur.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pemangku kepentingan dapat merancang strategi yang lebih matang dan responsif dalam menghadapi ancaman bencana banjir serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat Aceh Tamiang.

Editor : Yoga

Sumber Berita: Ismail Marzuki Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak

Berita Terkait

Lahan 80 Hektare Raib Tanpa Hasil, Ahli Waris Gandeng DPD LSM BAKIN Jambi Laporkan Kasus ke Mabes Polri
SMSI dan Mahkamah Agung Bersinergi Cetak Mediator Bersertifikat di Seluruh Indonesia
Pemimpin Redaksi Andre Hariyanto Ajak Seluruh Keluarga Besar Hadiri Silatnas & Anniversary 2026
Musyawarah Hutan Adat Adolang Sepakati Usulan Pengalihan Hutan Lindung Menjadi Hutan Adat
Bapelkum dan BNNK Bitung Siapkan Podcast Edukasi Hukum dan Anti-Narkoba.
Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya
PWI Provinsi Jambi Lakukan PAW Kepengurusan 2025–2027, Sejumlah Jabatan Strategis Bergeser
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Manggala Gelar Turnamen Domino 80 Pasang Peserta
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:13 WIB

Lahan 80 Hektare Raib Tanpa Hasil, Ahli Waris Gandeng DPD LSM BAKIN Jambi Laporkan Kasus ke Mabes Polri

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:47 WIB

SMSI dan Mahkamah Agung Bersinergi Cetak Mediator Bersertifikat di Seluruh Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:28 WIB

Pemimpin Redaksi Andre Hariyanto Ajak Seluruh Keluarga Besar Hadiri Silatnas & Anniversary 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:31 WIB

Musyawarah Hutan Adat Adolang Sepakati Usulan Pengalihan Hutan Lindung Menjadi Hutan Adat

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:35 WIB

Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya

Berita Terbaru