Musyawarah Hutan Adat Adolang Sepakati Usulan Pengalihan Hutan Lindung Menjadi Hutan Adat

- Publisher

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

 

SUARA UTAMA, MAJENE – Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PD AMAN) Kabupaten Majene melaksanakan Musyawarah dan Penandatanganan Berkas Usulan Penetapan Hutan Adat Adolang di Sekretariat Adat Adolang, Taduang, Rabu (17/06/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pengusulan pengakuan dan penetapan Hutan Adat Adolang yang selama ini berada dalam kawasan hutan negara. Melalui proses tersebut, masyarakat adat berupaya memperoleh pengakuan resmi atas wilayah adat yang secara turun-temurun telah dijaga, dikelola, dan dimanfaatkan berdasarkan hukum adat yang berlaku.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Perangkat Adat Adolang, Kepala Desa, Ketua BPD, Kepala Dusun, Perempuan Adat, Pemuda Adat, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak terkait dari wilayah Betteng, Banua Adolang, Adolang, dan Adolang Dhua.

BACA JUGA :  Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan

Turut hadir sebagai narasumber, Ketua Dewan AMAN Sulawesi Selatan (Sardi Rasyak), yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya pengakuan wilayah adat dan hutan adat sebagai bentuk perlindungan hak-hak masyarakat adat yang telah diakui dalam berbagai regulasi nasional.

Dalam musyawarah tersebut, peserta membahas dan menyepakati dokumen usulan yang akan diajukan kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah proses pengalihan status kawasan hutan lindung menjadi hutan adat sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum terhadap wilayah kelola masyarakat adat tanpa menghilangkan fungsi perlindungan dan kelestarian kawasan hutan.

BACA JUGA :  Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo

Ketua Pengurus Harian PD AMAN Majene, Aco Bahri Mallilingang, menyampaikan bahwa perjuangan penetapan Hutan Adat Adolang bukan hanya menyangkut pengakuan wilayah, tetapi juga upaya menjaga kelestarian lingkungan, mempertahankan identitas budaya, serta memperkuat peran masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Pengakuan hutan adat menjadi langkah penting dalam memastikan masyarakat adat memperoleh haknya sekaligus menjaga hutan tetap lestari untuk generasi mendatang,” ujarnya.

BACA JUGA :  Razia Gabungan dan Tes Urine Serentak, Lapas Sarolangun Pastikan Hunian Bersih dari Narkoba

Musyawarah berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan menghasilkan kesepakatan bersama yang ditandai dengan penandatanganan berkas usulan penetapan Hutan Adat Adolang. Seluruh peserta menyatakan dukungan terhadap percepatan proses pengakuan hutan adat sebagai bagian dari perlindungan hak-hak masyarakat adat dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Majene.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan masyarakat Adolang menuju pengakuan resmi atas wilayah hutan adatnya, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan leluhur dan kelestarian alam untuk masa depan.

Penulis : Hamsir

Editor : Hamsir

Sumber Berita: Suara Utama

Berita Terkait

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Bapelkum Bitung Goes to Campus, Bangun Generasi Sadar Hukum di Tengah Berlakunya KUHP Nasional
Wali Kota Pangkal Pinang Tekankan Pentingnya Semangat Gotong Royong dan Jaga Kelestarian Lingkungan di Kecamatan Gerunggang
BREAKING NEWS: Dugaan Pencurian Buah Sawit Gegerkan Warga Koto Baru, Tabir Lintas
Tingkatkan Literasi Warga Binaan, Lapas Bangko Gandeng PKBM ADS Tunas Mulia
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:49 WIB

DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Wali Kota Pangkal Pinang Tekankan Pentingnya Semangat Gotong Royong dan Jaga Kelestarian Lingkungan di Kecamatan Gerunggang

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp