BPN Merangin Dihujani Kritik, Ahmad Fahmi Desak Evaluasi Total Pelayanan Pertanahan

- Publisher

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA, Merangin– Kritik tajam dilontarkan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Merangin, Bripka (Purn) Ahmad Fahmi, SH., MH., terhadap kinerja Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Merangin. Ia menilai berbagai persoalan pertanahan yang terjadi selama ini menunjukkan adanya carut-marut dalam tata kelola pelayanan pertanahan yang harus segera dibenahi.

Kepada media ini, Ahmad Fahmi mengaku memiliki sejumlah data dan bukti yang menurutnya berkaitan dengan berbagai persoalan yang melibatkan BPN Merangin. Sebagai pimpinan DPRD yang memiliki fungsi pengawasan, ia menegaskan merasa berkewajiban mengawal persoalan tersebut hingga tuntas.

“Saya tahu semuanya. Saya punya data-data terkait BPN Merangin. Itu memang tanggung jawab saya sebagai bagian dari DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan. Kalau persoalan ini tidak diselesaikan hari ini, saya khawatir ke depan akan muncul persoalan-persoalan baru akibat carut-marut di BPN,” tegas Ahmad Fahmi.

Menurutnya, salah satu persoalan yang sering muncul adalah dugaan tumpang tindih (overlap) bidang tanah. Ia bahkan mengaku pernah mengalami sendiri persoalan tersebut ketika titik koordinat lahannya disebut bergeser jauh dari lokasi sebenarnya.

“Saya mengalami sendiri. Gambar koordinat tanah saya dibuang jauh dari titik yang sebenarnya, sekitar satu kilometer dari lokasi rumah saya. Seharusnya kalau memang ada dugaan overlap, petugas turun ke lapangan, lakukan pengukuran ulang, duduk bersama mencari akar persoalan, kemudian dilakukan mediasi jika memang ada sengketa. Jangan langsung mengambil langkah yang justru menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.

BACA JUGA :  PETI Menjamur di Tanjung Lamin, Sungai Keruh dan Alam Rusak: Warga Desak Aparat Tangkap Pelaku

Ahmad Fahmi juga mengaku memiliki bukti-bukti berupa dokumen dan sertifikat yang menurutnya menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam proses administrasi pertanahan.

“Saya punya bukti. Ada sertifikat, ada dokumen-dokumen. Bahkan saat koordinat tanah saya bergeser, saya langsung menghubungi petugas BPN dan mempertanyakan kenapa titik koordinat bisa hilang dari lokasi milik saya. Semua komunikasi itu saya simpan,” katanya.

Ia menilai penyelesaian persoalan pertanahan tidak boleh dilakukan secara sepihak, melainkan harus mengedepankan transparansi, pengukuran ulang secara profesional, serta mediasi apabila ditemukan indikasi tumpang tindih lahan.

“Saya orangnya teliti. Makanya dalam beberapa perkara saya bisa menang karena saya selalu mengedepankan bukti. Pernah saya berhadapan dengan pihak yang sudah memiliki sertifikat, sementara saya belum memiliki sertifikat. Namun, Alhamdulillah saya menang karena bukti-bukti yang saya miliki kuat,” ungkapnya.

BACA JUGA :  LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran RS Pratama Bukit Kerman, Siap Laporkan ke Kejati Jambi

Ahmad Fahmi berharap BPN Merangin segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja dan pelayanan di lapangan agar persoalan serupa tidak terus berulang serta tidak merugikan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPN Kabupaten Merangin belum memberikan tanggapan atas pernyataan yang disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Merangin tersebut. Media ini akan memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi apabila pihak BPN Merangin bersedia memberikan penjelasan.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?
Rapuh Seperti Kue Sagon, Paving Block Anggaran Pokir Dikeluhkan Anggota DPRD Pandeglang
Jenazah Misterius Ditemukan di Pulau Enggano, Tim SAR dan Polisi Lakukan Pencocokan DNA Dengan Delapan Keluarga Korban Hilang Saat Peliputan Eerupsi Gunung Anak Krakatau
Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat
Lapas Bangko Gelar Hening Cipta untuk Mengenang ASN Jayawijaya yang Gugur dalam Tugas
Sisir Rakata, Sertung, hingga Pulau Panjang, Tim Gabungan Belum Temukan 8 Orang yang Hilang
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa
Berita ini 561 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Selasa, 15 September 2026 - 20:34 WIB

PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?

Senin, 14 September 2026 - 19:15 WIB

Jenazah Misterius Ditemukan di Pulau Enggano, Tim SAR dan Polisi Lakukan Pencocokan DNA Dengan Delapan Keluarga Korban Hilang Saat Peliputan Eerupsi Gunung Anak Krakatau

Senin, 14 September 2026 - 18:55 WIB

Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat

Senin, 14 September 2026 - 10:39 WIB

Lapas Bangko Gelar Hening Cipta untuk Mengenang ASN Jayawijaya yang Gugur dalam Tugas

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/