Sisi Gelap di Balik Dunia Penerbangan

- Publisher

Minggu, 1 September 2024 - 23:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

FOTO : Mas Andre Hariyanto & Aisyah Putri Widodo saat naik Pesawat di Bandara Bali - Surabaya (SUARA UTAMA)

FOTO : Mas Andre Hariyanto & Aisyah Putri Widodo saat naik Pesawat di Bandara Bali - Surabaya (SUARA UTAMA)

Sebagian Sisi Gelap Kerja di Dunia Penerbangan Antar Pilot dan Pramugari

SUARA UTAMA – CERITA ini membuka tirai kehidupan para pekerja di industri penerbangan, terutama antara pilot dan pramugari yang kerap kali dipandang dengan citra glamor. Namun, di balik semua pesona dan senyuman yang terpancar selama penerbangan, ada sisi gelap yang jarang terekspos.

Kesempatan Menjadi Kaperwil, Kabiro, Kontributor, Jurnalis, Wartawan, dan Penulis Redaksi Suara Utama & Ini Kabar. FOTO: Pamflet Poster RSU & RED-IK/CP 081232729720 (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)
Kesempatan Menjadi Kaperwil, Kabiro, Kontributor, Jurnalis, Wartawan, dan Penulis Redaksi Suara Utama & Ini Kabar. FOTO: Pamflet Poster RSU & RED-IK/CP 081232729720 (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Sebut saja Agam, seorang pilot tampan dengan karisma yang membuat banyak pramugari terpesona, menjalani hidup tanpa komitmen. Baginya, dunia adalah tempat bermain, dan ia tidak perlu terikat dengan aturan pernikahan atau komitmen jangka panjang. Ia menikmati kebebasan tanpa batas, termasuk dalam hubungan dengan para pramugari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Renata, seorang pramugari cantik berdarah Indo-Belanda, adalah salah satu dari mereka yang sering kali terlibat dalam permainan panas bersama Agam. Baginya, hubungan dengan sang pilot bukan sekadar kenikmatan sesaat, tetapi juga peluang untuk mendapatkan keuntungan finansial. Renata tahu bahwa Agam tidak mencari cinta atau hubungan yang serius, dan ia memanfaatkannya dengan cerdas.

BACA JUGA :  Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI

Agam pun merasa di atas angin. Ia berpikir bahwa para wanita yang terlibat dengannya melakukannya karena ketertarikan pada ketampanannya, kesuksesannya, dan mungkin, dompetnya yang tebal. Namun, bagi Agam, semuanya hanya permainan. Ia merasa dunia ini indah karena ia memiliki kuasa untuk mendapatkan apa yang ia inginkan tanpa harus terikat pada satu wanita.

Di tengah kesibukannya menjalani kehidupan bebas ini, Agam bertemu dengan Pram, kakak dari Renata, yang ternyata adalah seorang pebisnis otomotif. Mereka berencana untuk membuka bisnis bengkel restorasi mobil bersama, sebuah langkah yang Agam anggap akan menambah pundi-pundi kekayaannya. Namun, di balik itu semua, ada rasa gelisah yang mulai muncul di benaknya. Kehidupan penuh kebebasan ini mulai terasa hampa.

BACA JUGA :  Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan

Suatu hari, ketika pulang ke rumah, Agam menemukan seorang gadis muda di kamar tamunya. Gadis itu tampak terkejut dan takut, seolah-olah kehadiran Agam adalah ancaman besar baginya. Meski awalnya kesal dengan drama yang diperlihatkan gadis itu, Agam mulai merasa ada sesuatu yang berbeda. Gadis itu bukan seperti pramugari atau wanita lain yang biasa ia temui. Ada sesuatu yang polos dan rapuh dalam diri gadis itu, sesuatu yang membuatnya berhenti dan berpikir.

BACA JUGA :  Antrean BBM Mengular di Denpasar dan Badung, Pengelola SPBU Ungkap Kendala Pasokan

Namun, sebelum ia bisa menggali lebih jauh, gadis itu tiba-tiba berteriak minta tolong, membuat Agam semakin bingung. Apakah ini adalah panggilan bagi Agam untuk merenungkan kehidupannya? Ataukah hanya satu lagi babak dalam drama kehidupannya yang penuh dengan kepuasan sesaat dan kenikmatan semu?

Cerita ini bukan hanya tentang sisi gelap dari kehidupan di dunia penerbangan, tetapi juga tentang pencarian makna hidup di balik segala kebebasan yang ditawarkan dunia. Agam mungkin memiliki segalanya, tetapi apakah itu cukup untuk mengisi kehampaan yang semakin hari semakin terasa? (Bersambung)

Penulis : Fatimah Al Zahra/Pena Zahra

Editor : Mas Andre Hariyanto

Sumber Berita: Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat
Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI
Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan
Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk
Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah
KKN UMAHA Hadir untuk UMKM Desa KarangTanjung melalui Pendampingan Penerbitan NIB
Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Berita ini 2,135 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan

Senin, 21 September 2026 - 22:38 WIB

Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk

Sabtu, 12 September 2026 - 21:11 WIB

Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp