TELUK WONDAMA — Mencermati eskalasi keamanan di sejumlah wilayah Papua dalam beberapa waktu terakhir, Ketua Dewan Adat Marga Torey, Korinus Kris Torey, S.H., M.M., mengajak seluruh masyarakat adat di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar wilayah tetap kondusif.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul insiden penyerangan kelompok bersenjata dan penyanderaan terhadap 11 perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, pada 18 Agustus 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, insiden tersebut mengakibatkan satu korban jiwa akibat luka tembak, satu orang luka-luka, serta sembilan orang lainnya yang hingga kini masih disandera.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Atas peristiwa tersebut, Kris menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban serta dampak kemanusiaan yang ditimbulkan.
“Sangat disayangkan terjadinya peristiwa tersebut karena aksi dari oknum-oknum yang berupaya memisahkan diri dari NKRI. Tindakan tersebut tidak sejalan dengan nilai kemanusiaan yang dijunjung oleh masyarakat adat,” ujar Kris melalui keterangan tertulis di Wasior, Senin (24/8).
Sebagai langkah antisipasi di Teluk Wondama, pihaknya memandang penting keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keharmonisan lokal serta komitmen kolektif dalam merawat stabilitas daerah.
“Stabilitas keamanan dan kondusifitas wilayah menjadi perhatian serta tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat adat,” tegasnya.
Untuk memastikan situasi tetap kondusif hingga ke tingkat akar rumput, sinergi antarlembaga adat dinilai sangat krusial. Pihaknya berharap struktur kepengurusan lembaga adat di Kabupaten Teluk Wondama merapatkan barisan dan menyamakan visi perdamaian.
“Kami berharap agar Dewan Adat Marga dan Dewan Adat Suku yang ada di Teluk Wondama saling membangun koordinasi dengan satu tujuan: Wondama tetap aman dan terkendali,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Kris berpesan agar masyarakat Teluk Wondama tetap waspada dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu provokatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun sesama di tengah situasi yang sensitif ini.
Sumber Berita: Jurnalis Suara Utama











