Relokasi PKL Dengan Humanis, RSUD Waluyo Jati Kraksaan Menyajikan Sentra Kuliner WJ Sejahtera 

- Publisher

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari trotoar depan RSUD Waluyo jati Kraksaan Probolinggo Jawa Timur ke area khusus berlokasi di belakang RSUD Waluyo jati. Relokasi di inisiasi Direktur RSUD Waluyo Jati “dr.Hj. Yessi Rahmawati” dan di beri nama “Sentra Kuliner WJ Sejahtera” merupakan bentuk penataan kawasan yang humanis, menertibkan fasilitas umum tanpa mematikan sumber rezeki para PKL. 22/08/2026.

Direktur RSUD Waluyo jati mencerminkan kepedulian sosial, tata kawasan yang inklusif, dan sinergi pelayanan publik. Merangkul para PKL Menunjukkan sebagai Direktur yang humanis, Direktur inovatif untuk pembangunan ekonomi kerakyatan. Mengembalikan fungsi trotoar dan jalan agar bersih, luas, serta aman. Mengurangi kemacetan, sampah liar, dan potensi kumuh di depan area medis.

Langkah Direktur RSUD Waluyo jati tentu berdampak positif dan mendapat apresiasi dari pejalan kaki serta PKL. Salah satu PKL “SM” saat di temui media di lokasi baru nya, Ia bersyukur dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak RSUD Waluyo jati yang telah memberikan tempat yang layak.

“Alhamdulillah, Kami dikasih tempat yang layak pihak RSUD Waluyo jati, Kami mendapat tempat berjualan yang lebih layak, bersih, tertata, dan menarik minat pembeli. Memudahkan keluarga pasien mencari makanan di satu sentra kuliner yang higienis. Terimakasih Direktur RSUD Waluyo jati. “Ucap nya.

Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan “dr.Hj. Yessi Rahmawati” menegaskan bahwa, relokasi bukan sekadar memindahkan tempat berjualan (PKL). Akan tetapi merupakan upaya bersama untuk menghadirkan lingkungan RSUD Waluyo Jati yang lebih tertib, bersih, aman, dan nyaman, tanpa menghilangkan mata pencaharian para pedagang (PKL).

BACA JUGA :  Dana Aspirasi 40 % Tahun Anggaran 2026 di Review Ulang, Terindikasi Melanggar Siklus Perencanaan Resmi

“Penataan ini merupakan bagian dari implementasi budaya kerja RSWJ BUGARR, yaitu Bersih, Unggul, Gerak Cepat, Aman, Ramah, dan Rapi Kinerjanya. Kami ingin memastikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit juga berjalan selaras dengan kepedulian sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Tegas nya.

Direktur RSUD Waluyo jati mengakui dan memahami bahwa para pedagang merupakan bagian dari keluarga besar RSUD Waluyo Jati. PKL menurut nya selama ini membantu memenuhi kebutuhan pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan pegawai. Oleh karena nya, relokasi dilaksanakan dengan pendekatan yang humanis dan dialogis serta tetap memperhatikan keberlangsungan usaha para pedagang (PKL).

“Melalui Sentra Kuliner WJ Sejahtera, kami berharap para pedagang mendapatkan tempat yang lebih layak, bersih, aman, tertata, dan menarik sehingga berpeluang usahanya semakin berkembang. Pada saat yang sama, pasien dan keluarga dapat memperoleh makanan dengan lebih mudah, nyaman, dan higienis, sedangkan trotoar di depan rumah sakit dapat kembali berfungsi dengan baik oleh para pejalan kaki. “Ungkap nya.

BACA JUGA :  SOP Rekrutmen Satpam RS Graha Sehat Dipertanyakan, Oknum Satpam Terduga Pelaku Penganiayaan Diduga Tidak Ber-Gada

Mewakili semua karyawan, Direktur RSUD Waluyo Jati “dr.Hj. Yessi Rahmawati” menyampaikan terima kasih kepada seluruh pedagang yang telah mendukung proses relokasi ini. “Sentra Kuliner WJ Sejahtera” bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga wujud kebersamaan, pelayanan yang ramah,dan komitmen RSUD Waluyo Jati dalam mendukung ekonomi kerakyatan. Semoga sentra tersebut membawa keberkahan, meningkatkan kesejahteraan para pedagang, serta memberikan manfaat bagi seluruh warga masyarakat kabupaten Probolinggo.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan
Yayasan Suara Utama Indonesia Soroti Polemik Sound Horeg dan Etika, Pernyataan “Goblok” Jadi Sorotan
Yayasan Suara Utama Indonesia Perkuat Kiprah di Dunia Pers
DPC APPRODI Bekasi Raya Periode 2026–2031 Resmi Dilantik pada Ajang Engagement Day 2026
Kolaborasi 30 TBM Kab. Tanggamus Dorong Akselerasi Literasi Berbasis Kearifan Lokal
Resmi Berdiri, Yayasan Suara Utama Indonesia (YSUI) Siap Perkuat Ekosistem Media, Pendidikan, dan Sosial
Dinkes Dogiyai Gelar Pelatihan Pengelola Imunisasi
AKAMSI Gelar unjuk rasa di Kantor Kementerian ATR/BPN: Usut tuntas pembongkaran Pura Sambiyangan dan Pura Ketapang Kembar
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:53 WIB

Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan

Kamis, 10 September 2026 - 11:29 WIB

Yayasan Suara Utama Indonesia Soroti Polemik Sound Horeg dan Etika, Pernyataan “Goblok” Jadi Sorotan

Selasa, 8 September 2026 - 10:21 WIB

Yayasan Suara Utama Indonesia Perkuat Kiprah di Dunia Pers

Senin, 7 September 2026 - 15:15 WIB

DPC APPRODI Bekasi Raya Periode 2026–2031 Resmi Dilantik pada Ajang Engagement Day 2026

Senin, 7 September 2026 - 12:57 WIB

Kolaborasi 30 TBM Kab. Tanggamus Dorong Akselerasi Literasi Berbasis Kearifan Lokal

Berita Terbaru

FOTO: Andre Hariyanto, Pembina Yayasan Suara Utama Indonesia dan Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (Dok. Internal)

Artikel

Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:11 WIB

https://mancingjitu.com/