Karhutla 17,5 Hektare di Barsel Meluas, Polres Buru Pelaku Pembakaran

- Publisher

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea dan Personel Polres dan Tim sedang berusaha memadamkan api Karhutla diwilayah Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Rabu (19/8/2026). (Wartawan Suara Utama/ Ahmad Arbani)

Foto : Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea dan Personel Polres dan Tim sedang berusaha memadamkan api Karhutla diwilayah Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Rabu (19/8/2026). (Wartawan Suara Utama/ Ahmad Arbani)


SUARA UTAMA, Barito Selatan– Kepolisian Resor Barito Selatan memburu pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melahap 17,5 hektare area gambut dan perkebunan di kawasan Bantai Bambure, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Kobaran api yang terus meluas sejak Selasa (18/8) hingg Rabu (19/8) ini kini mulai mendekati pemakaman desa setempat.

​Penegakan Hukum dan Mobilisasi Personel Polres

​Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea menyatakan laporan awal karhutla diterima Pospol pada Selasa, 18 Agustus 2026 dari Masyarakat Peduli Api (MPA), disusul laporan Kepala Desa Bantai Bambure pada Rabu, 19 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polres bergerak cepat mengerahkan tim gabungan yang jumlahnya meningkat dari 109 personel pada hari pertama menjadi 129 personel pada hari kedua.

BACA JUGA :  Yayasan Suara Utama Indonesia Perkuat Kiprah di Dunia Pers

​Unsur yang diterjunkan ke lokasi meliputi personel Polres Barito Selatan, Polsek Dusun Utara, TNI, BPBD, Damkar, Satpol PP, Tagana Dusut, Tim Damkarhutla PT HTI, Posko TDK Kecamatan Dusut, MPA, serta pemerintah desa dan warga setempat.

​”Personel kami turunkan ke lokasi membawa mesin pemadam jinjing dan pompa apung untuk memadamkan api. Bersamaan dengan upaya pemadaman, tim penyidik bergerak melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti timbulnya titik api di Bantai Bambure,” kata Jecson.

Sampai saat ini lanjut Kapolres, belum ada yang diamankan karena masih dalam penyelidikan. “Namun, kami tidak ragu menindak tegas secara hukum siapapun yang terbukti sengaja membakar lahan.” tukasnya.

BACA JUGA :  Pererat Silaturahmi Internal, Polres Barito Selatan Peringati Hari Kemerdekaan Lewat Lomba Hiburan

​Jecson mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Mencegah jauh lebih baik daripada memadamkan. Dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi kabut asapnya mengganggu kesehatan, pendidikan, transportasi, perekonomian, hingga pelayanan publik. Mari jaga Barito Selatan Bumi Dahani Dahanai Tulus bebas dari asap. Jika melihat titik api, segera hubungi call center 110,” tegasnya.

​

Detail Sebaran Kebakaran dan Operasional BPBD

Orang nomor satu di Polres itu mengungkapkan, berdasarkan data penanganan, luas lahan yang terbakar pada 18 Agustus diperkirakan mencapai 12 hektare di Jalan James, yang mencakup lahan gambut kosong serta perkebunan sawit dan karet milik warga.

Pada 19 Agustus, kebakaran meluas sebesar 5,5 hektare di dua titik hotspot, yakni 2,5 hektare di dekat kompleks perkuburan desa dan 3 hektare di pinggir Jalan James.

BACA JUGA :  Berpotensi Pada Kwalitas Pekerjaan dan Administrasi, Dana Afirmasi DD di Informasikan Cair Sekira Bulan November 2026

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan, Agus Inyulius, mengatakan, bahwa ​penanganan di lapangan dikendalikan terpadu melalui Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan.

Armada yang dikerahkan, lanjut dia, mencakup satu unit mobil pemadam BPBD kapasitas 8.000 liter dan bantuan mobil tangki Kodim kapasitas 4.000 liter.
​
Agus menyebut, kendala utama di lapangan adalah sulitnya akses jalan menuju lokasi yang memaksa petugas berjalan kaki, serta jauhnya sumber air sehingga sarana dan prasarana pemadam sulit menjangkau titik api. Kondisi tersebut diperparah oleh kekeringan ekstrem pada tanah gambut.

Penulis : Ahmad Arbani

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital
Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo
Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani
Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo
Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja
Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Timur
Paroki Idakebo Sambut Bulan Maria dengan Perarakan Patung Bunda Maria, Doa Rosario, dan Perayaan Ekaristi
Itjen Kementrian ATR/BPN Jakarta Pusat Investigasi ATR/BPN Kabupaten Probolinggo, APH di Minta Segera Ambil Bagian 
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:59 WIB

Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Timur

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/