Viral Jalan “Kubangan Gajah” di Margotabir, Warga Bergerak Sendiri: Donatur Turun Tangan, Pemerintah Disindir Keras

- Publisher

Minggu, 12 April 2026 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Kondisi jalan provinsi yang melintasi Kecamatan Margotabir, khususnya di kawasan Pasar Kampung 6, akhirnya menjadi sorotan luas setelah viral di media sosial. Jalan yang selama ini rusak parah dan berubah menjadi “kubangan gajah” kini perlahan mulai diperbaiki, bukan oleh pemerintah, melainkan dari hasil gotong royong dan donasi masyarakat.

Kerusakan jalan yang telah lama dikeluhkan warga itu sebelumnya dinilai sangat memprihatinkan. Lubang besar yang dipenuhi genangan air membuat akses utama masyarakat dari desa dan dusun menuju pusat kota menjadi terganggu. Bahkan, aktivitas ekonomi hingga perjalanan pelajar ikut terdampak.

Namun, di tengah minimnya perhatian pemerintah, muncul inisiatif dari masyarakat sendiri. Sejumlah donatur dengan sukarela mengulurkan bantuan demi memperbaiki jalan tersebut.

Salah satu penggerak aksi ini, Beni, yang dikenal sebagai penggiat donatur, mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Aksinya yang diunggah di media sosial menuai banyak dukungan dan acungan jempol dari masyarakat.

“Terima kasih kepada para donatur yang sudah ikut berpartisipasi. Ini murni dari kepedulian bersama, demi kepentingan masyarakat banyak,” ujar Beni dalam salah satu unggahannya.

Perbaikan jalan yang kini mulai berjalan ditegaskan bukan berasal dari dana pemerintah, baik APBN maupun APBD provinsi. Seluruh biaya berasal dari kantong pribadi para donatur yang peduli terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

“Ini bukan dari APBN atau APBD provinsi. Ini uang pribadi masyarakat yang peduli, yang menyumbangkan rezekinya untuk memperbaiki jalan milik pemerintah provinsi Jambi,” tegasnya.

BACA JUGA :  Masyarakat Menjerit Oknum EO Melejit, Event Harjakapro ke 280 Terindikasi Bukan Pesta Rakyat Melainkan Ajang Bisnis Oknum EO

Sementara itu, sikap pemerintah yang dinilai bungkam terhadap kondisi jalan tersebut menjadi sorotan tajam. Warga menilai, meskipun status jalan merupakan kewenangan provinsi, bukan berarti pemerintah daerah dan pihak terkait bisa lepas tangan.

Seorang tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital yang setiap hari dilalui masyarakat lintas desa, dusun, bahkan antar kabupaten.

“Memang benar ini jalan provinsi, tapi ini jalur tercepat dan paling penting bagi masyarakat. Semua orang lewat sini. Kalau provinsi belum ada anggaran, harusnya ada solusi dari pemerintah daerah untuk mendorong percepatan perbaikan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas, M.Pd. Melakukan Inspeksi Mendadak Ke Bangunan Rumah Sakit Baru, RSUD Tanjung Redeb

Ia juga berharap agar pihak kecamatan, kabupaten, hingga anggota DPRD dapat mengambil langkah konkret dengan mengusulkan perbaikan ke pemerintah provinsi.

Fenomena perbaikan jalan dengan dana swadaya ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah. Di satu sisi, masyarakat menunjukkan solidaritas tinggi, namun di sisi lain, hal ini memperlihatkan lemahnya perhatian terhadap kebutuhan dasar publik.

Kini, meski masih bertahap, kondisi jalan mulai mengalami perubahan berkat kontribusi para donatur. Warga berharap, aksi ini tidak hanya berhenti sebagai gerakan sementara, tetapi juga mampu menggugah pemerintah untuk segera mengambil tanggung jawab.

“Kalau masyarakat saja bisa bergerak, masa pemerintah diam saja?” tutup seorang warga dengan nada sindiran tajam.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Mencari Keadilan di Tengah Kemakmuran yang Semu
Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan
Kesultanan Sambaliung dan Organisasi Sabang Merah Borneo DPD Berau Pesisir, Mosi tidak percaya dan kecaman keras terhadap PT Tridaya Hutan Lestari (PT THL).
Pelaksanaan Kurban Idul adha 1447 H di Teluk Bayur Berjalan Khidmat, Warga Antusias Gotong Royong.
Molor..!! Janji 20 Mei 2026. RSUD tanjung redep Berau Masih Kosong, Bupati Belum Tentukan Jadwal Baru
Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) Masuk Rapor Merah KLHK, Ada Apa dengan PT IPB?”
Isi Kekosongan Jabatan, Wali Kota Saparudin Resmi Lantik Budiyanto sebagai Pj Sekda Pangkalpinang
Di Balik Gemerlap Investasi: Berau Kaya Sumber Daya, Namun Lingkungan Tergerus Bebas..!
Berita ini 266 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:41 WIB

Mencari Keadilan di Tengah Kemakmuran yang Semu

Kamis, 28 Mei 2026 - 02:12 WIB

Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:18 WIB

Pelaksanaan Kurban Idul adha 1447 H di Teluk Bayur Berjalan Khidmat, Warga Antusias Gotong Royong.

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:45 WIB

Molor..!! Janji 20 Mei 2026. RSUD tanjung redep Berau Masih Kosong, Bupati Belum Tentukan Jadwal Baru

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:41 WIB

Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) Masuk Rapor Merah KLHK, Ada Apa dengan PT IPB?”

Berita Terbaru

(Ilustrasi)

Liputan Khusus

Mencari Keadilan di Tengah Kemakmuran yang Semu

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:41 WIB

Liputan Khusus

DPRD Sulsel Jadwalkan RDP Usut Polemik Seleksi Paskibraka Nasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:28 WIB