lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

UNJ dan Kemenag Seminar Bersama Bertema Penguatan Ekosistem Moderasi Beragama Sebagai Upaya Menciptakan Kampus yang Harmoni

- Publisher

Selasa, 31 Desember 2024 - 15:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA – Kampus adalah ruang strategis dalam membentuk karakter, intelektual, dan keterampilan sosial mahasiswa. Lingkungan yang harmonis menciptakan suasana yang nyaman bagi seluruh sivitas akademika, termasuk mahasiswa, dosen, dan staf. Hal ini memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara optimal tanpa gangguan akibat konflik atau perselisihan.

Namun tidak bisa dipungkir, perguruan tinggi adalah tempat berkumpulnya individu dari berbagai latar belakang sosial, budaya, agama, dan ideologi. Keragaman tersebut rentan terhadap konflik. Karenanya menciptakan kampus harmoni perlu diperjuangkan. Harmoni di kampus mencegah konflik yang dapat timbul akibat perbedaan tersebut dan mendorong terciptanya budaya saling mengharga dan memungkinkan mahasiswa untuk bekerja sama dalam berbagai kegiatan akademik dan non-akademik. Ini mendorong terciptanya hubungan yang positif dan kerja sama lintas kelompok, yang penting untuk membangun komunitas yang kuat. Sebagai upaya menciptakan kampus yang harmoni, UNJ bekerjasama dengan SubDit Pendidikan Islam Kementrian Agama mengadakan seminar Penguatan Ekosistem Moderasi beragama.

BACA JUGA :  Polres Merangin Amankan 10 Orang di ROM Karaoke Sungai Ulak, 8 Positif Tes Urine Narkoba

Moderasi beragama yang dipahami sebagai prinsip atau pendekatan untuk mengelola perbedaan, keberagaman, atau variasi dalam berbagai aspek kehidupan, baik itu dalam konteks sosial, budaya, agama, politik, maupun lingkungan kerja juga di lingkungan perguruan tinggi diharapkan untuk menjaga keseimbangan, harmoni, dan saling menghormati di tengah keberagaman tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara yang dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2024 bertempat di Ruang Serbaguna Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta dihadiri oleh Wakil Rektor IV Univesitas Negeri Jakarta, Dr. Andy Hadiyanto, MA, Direktur Pendidikan Islam Kementrian Agama, Dr. M Munir, MA serta Narasumber Seminar yakni Dr. Khalid Syairozy, M.Si Pakar Moderasi Beragama. Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Rudi M Barnansyah, M.Pd.I mengungkapkan bahwa acara ini disambut antusias oleh berbagai kalangan dan dihadiri oleh dosen, mahasiswa dan juga pengurus GMBBN UNJ yang terdiri dari dosen lintas fakultas dan lintas agama.

BACA JUGA :  Penyidikan Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek - KRL Bekasi, Polisi Tetapkan Masinis Tersangka

“Kegiatan seminar dan Launching GMBBN di UNJ sebagai upaya menciptakan kehidupan kampus yang harmoni antara umat beragama di UNJ, UNJ sebagai salah satu Perguruan Tinggi Umum yang dimana di dalamnya terdiri dari banyak kalangan dosen dan mahasiswa dari berbagai agama harus mampu menanmkan nilai moderasi bergama dalam setiap aktivitas baik keagamaan atau yang lainnya, sehingga nilai keharmonisan yang akan di tanamkan mampu menjadi bagian yang tidak terlepaskan” Andy Hadiyanto menjelaskan dalam sambutannya.

Direktur Pendidikan Islam Kementrian Agama, M Munir, dalam paparannya menekankan bahwa Perguruan Tinggi Umum harus mampu memastikan bahwa nilai-nilai moderasi beragama menjadi bagian integral dalam kehidupan akademik, guna menciptakan kampus yang inklusif, harmonis, dan bebas dari paham radikalisasi.

Sedangkan Dr. Khalid Syairozy, M.Si sebagai narasumber dalam acara ini dengan pendekatan diskusinya mengajak peserta untuk dapat berpikir lebih kritis melihat bagaimana perkembangan pemahaman kegamaan dan nilai-nilai kenegaraan di Indonesia khususnya di Perguruan Tinggi yang sampai saat ini terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Lebih lanjut narasumber tersebut mengingatkan bahwa kesalahan dalam berpikir mampu membuat seseorang menjadi radikal dan memunculkan konflik dan membahayakan kehidupan yang harmoni.

BACA JUGA :  Kalapas Bangko Tinjau Aset Tanah, Siapkan Pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi

Hasil dari Seminar di UNJ ini mampu memberikan pemahaman yang luas bagi seluruh civitas akademika bahwa beragama tidak hanya memimikirkan kedekatan diri dengan pencipta tapi juga harus mengedepankan sisi kemanusiaan juga.
Bahwa di dalam memahami moderasi beragama agar memberikan kenyamanan untuk semua maka perlu diterapkan elemen kunci dalam moderasi beragama yaitu toleransi, dialog dan komunikasi, keseimbangan, kesetaraan, pengelolaan konflik.
Prinsip moderasi ini penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis, menghindari konflik yang tidak perlu, dan membangun kerja sama yang saling menguntungkan di tengah keragaman.

Berita Terkait

Suara Utama Gelar Rapat Kerja Pengurus Redaksi, Bahas Program Kerja 2026-2027 dan Transformasi Digital
Antrean BBM Mengular di Denpasar dan Badung, Pengelola SPBU Ungkap Kendala Pasokan
Aksi Ugal-ugalan Dua Sejoli di Jalan Warung Lobak Teror Pengguna Jalan
Aktivis Siapkan Pengaduan Dugaan Pembiaran dan Kelalaian Oknum Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Probolinggo
Video Dugaan Pelanggaran Kebersihan di Gudang Beras Bulog Merangin Beredar, Aktivis Desak Klarifikasi dan Evaluasi
SMPN 14 Denpasar bersama Unud Kembangkan Kantin Hijau untuk Tekan Sampah Makanan dan Risiko Obesitas
Kalapas Bangko Tinjau Aset Tanah, Siapkan Pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi
Patut Diapresiasi, PARAKSA Selain Berdampak Positif Bagi UMKM dan PKL, Juga Berkontribusi ke PAD Kabupaten Probolinggo 
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Suara Utama Gelar Rapat Kerja Pengurus Redaksi, Bahas Program Kerja 2026-2027 dan Transformasi Digital

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Antrean BBM Mengular di Denpasar dan Badung, Pengelola SPBU Ungkap Kendala Pasokan

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Aksi Ugal-ugalan Dua Sejoli di Jalan Warung Lobak Teror Pengguna Jalan

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Video Dugaan Pelanggaran Kebersihan di Gudang Beras Bulog Merangin Beredar, Aktivis Desak Klarifikasi dan Evaluasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:27 WIB

SMPN 14 Denpasar bersama Unud Kembangkan Kantin Hijau untuk Tekan Sampah Makanan dan Risiko Obesitas

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/