Suarautama.id— Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Hanta setelah muncul kasus infeksi di kapal pesiar MV Hondius beberapa waktu lalu. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO untuk melakukan screening terhadap potensi penyebaran virus tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar penularan tidak meluas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Budi mengatakan virus Hanta termasuk jenis virus yang perlu diwaspadai karena memiliki risiko kesehatan serius. Meski demikian, hingga saat ini penyebaran kasus disebut masih terkonsentrasi di kapal pesiar dan belum menunjukkan indikasi penyebaran luas.
“Ini virus yang cukup berbahaya, sehingga koordinasi dengan WHO sudah dilakukan untuk proses screening,” ujar Budi dalam keterangannya.
Selain berkoordinasi dengan WHO, pemerintah juga mulai menyiapkan alat deteksi dini seperti rapid test dan mesin PCR untuk mendukung pemeriksaan apabila ditemukan dugaan kasus di Indonesia. Persiapan tersebut dilakukan guna mempercepat identifikasi dan penanganan apabila terjadi penyebaran.
Kementerian Kesehatan menyebut langkah pencegahan menjadi prioritas utama agar sistem kesehatan nasional siap menghadapi kemungkinan masuknya virus dari luar negeri. Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi internasional terkait penyebaran virus Hanta.
Sumber Berita: Kementerian kesehatan RI











