Sekolah Negarawan Deklarasikan Musyawarah Kenegarawanan di Momen Hari Pahlawan

- Publisher

Kamis, 13 November 2025 - 13:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para narasumber dan tokoh yang hadir dalam forum Sinau Kebangsaan duduk dalam satu sesi diskusi di Surabaya, Senin (10/11/2025). Acara yang digelar Sekolah Negarawan bersama Komunitas Bangbangwetan dan Kiai Kanjeng ini menjadi momentum deklarasi Sekretariat Musyawarah Kenegarawanan serta ruang refleksi Hari Pahlawan.

Para narasumber dan tokoh yang hadir dalam forum Sinau Kebangsaan duduk dalam satu sesi diskusi di Surabaya, Senin (10/11/2025). Acara yang digelar Sekolah Negarawan bersama Komunitas Bangbangwetan dan Kiai Kanjeng ini menjadi momentum deklarasi Sekretariat Musyawarah Kenegarawanan serta ruang refleksi Hari Pahlawan.

SUARA UTAMA – Surabaya, 13 November 2025 – Sekolah Negarawan bersama Komunitas Bangbangwetan dan gamelan Kiai Kanjeng menggelar forum Sinau Kebangsaan di Surabaya, Senin (10/11/2025). Dalam forum yang dihadiri ratusan peserta tersebut, Sekolah Negarawan secara resmi mendeklarasikan pembentukan Sekretariat Musyawarah Kenegarawanan, sebuah gerakan moral dan kebudayaan yang menyerukan rekonstruksi pemahaman tata negara khususnya mengenai pemisahan peran antara “Negara” dan “Pemerintah”.

Acara ini digagas sebagai upaya ijtihad untuk menggali dan memformulasikan kembali pemikiran budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) tentang kedaulatan rakyat, serta merespons dinamika lembaga negara yang dinilai semakin tidak sinkron.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analogi Rumah Tangga untuk Memotret Relasi Kekuasaan

Dalam sesi paparan, perwakilan Sekolah Negarawan menyampaikan analisis menggunakan analogi “Rumah Tangga” untuk menggambarkan situasi hubungan lembaga negara saat ini.

BACA JUGA :  Kapolres Bitung Pimpin Upacara Taptu Jelang HUT RI ke-81BITUNG 

Menurut pemateri, MPR diibaratkan sebagai ‘Suami’, Rakyat sebagai ‘Istri’ yang memiliki rumah, sementara Presiden dan Pemerintah dianalogikan sebagai ‘Asisten Rumah Tangga’ (ART) yang bekerja untuk rakyat.

“Kondisi sekarang ibarat broken home. MPR dianggap lebih dekat dengan Pemerintah, sementara Rakyat sebagai pemilik kedaulatan kurang dilibatkan. Pemerintah sejatinya adalah pelayan rakyat, bukan pihak yang dominan,” ujar perwakilan tersebut dalam forum.

Penjelasan tersebut disampaikan sebagai bentuk kritik dan penilaian akademik dari penyelenggara forum, bukan posisi resmi Suara Utama.

 

Suara dari Indonesia Timur: Ketimpangan SDA dan Kesejahteraan

Perspektif dari kawasan timur Indonesia turut mewarnai diskusi. Sekretaris Kesultanan Ternate, Irwan Abdul Gani, mengkritik ketimpangan distribusi hasil tambang yang dinilai merugikan masyarakat daerah.

BACA JUGA :  Jargon Gempur Rokok Ilegal Diduga Hanya Menyasar dan Menyisir Toko Kelontong di Kabupaten Probolinggo 

“Maluku Utara menyumbang sekitar Rp200 triliun ke pusat, tetapi dana bagi hasil yang kembali hanya sekitar 3 persen. Rakyat di daerah penghasil justru masih hidup dalam kemiskinan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Nuku Tidore, Idris Sudin, menegaskan bahwa terbentuknya Republik Indonesia merupakan konsensus kerajaan-kerajaan Nusantara dengan asas kesejahteraan bersama. Ia menilai janji itu belum sepenuhnya terpenuhi bagi wilayah timur.

 

Redefinisi Kepahlawanan di Era Kini

Momentum Hari Pahlawan turut dimanfaatkan untuk menggugah refleksi. Konten kreator Guru Gembul, sebagai narasumber, mengingatkan bahwa perdebatan gelar pahlawan masa lalu kerap mengalihkan perhatian dari kebutuhan melahirkan pahlawan masa kini.

“Pertanyaannya bukan siapa pahlawan masa lalu, tetapi siapa yang berani mengambil peran hari ini. Forum seperti ini akan sia-sia jika peserta pulang tanpa dampak konkret,” katanya.

BACA JUGA :  Nama 'Tiar' Muncul dalam Sorotan PETI Menggunakan Alat Berat di Desa Pulau Baru

Pakar hukum Dr. Alessandro Rey menambahkan pandangan mengenai implementasi Pasal 34 UUD 1945 yang dinilai belum berjalan efektif. Menurutnya, pemanfaatan pajak negara masih belum optimal untuk kesejahteraan publik, terutama dalam layanan kesehatan dan pendidikan.

 

Deklarasi Gerakan Moral dan Komitmen Perubahan

Acara yang turut diramaikan pembacaan puisi “Pahlawan” dan “Ibu” oleh penyair D. Zawawi Imron, serta musikalisasi dari Kiai Kanjeng, ditutup dengan pembacaan deklarasi Sekolah Negarawan.

Melalui Sekretariat Musyawarah Kenegarawanan, Sekolah Negarawan menegaskan komitmennya untuk mengembangkan gerakan moral dan kebudayaan secara berkelanjutan. Mereka merencanakan pendidikan politik publik guna melahirkan generasi negarawan yang berpikir jernih, berjiwa luhur, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas ambisi golongan.

 

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Pengurus RAPI 05 Prabumulih Resmi Dilantik, Herwan Widodo Jadi Ketua
Salah Data Pelanggan, Meteran Warga Bangko Dicabut: PDAM Akui Keliru, Janji Pasang Kembali Tak Ditepati
Bapelkum Bitung dan UNKLAB Perkuat Kolaborasi Edukasi Hukum melalui Webinar KUHP Baru
Jalan Provinsi Tak Terurus, Roni Sentil Pemerintah: Jangan Ingat Rakyat Saat Butuh Suara
Poltera Hadirkan e-Khitan Florence, Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Griya Sehat Florence Sumenep
Perkuat Keteguhan Hati, Lapas Bangko Gelar Yasinan Bersama Warga Binaan
Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik
Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:19 WIB

Pengurus RAPI 05 Prabumulih Resmi Dilantik, Herwan Widodo Jadi Ketua

Sabtu, 26 September 2026 - 13:34 WIB

Salah Data Pelanggan, Meteran Warga Bangko Dicabut: PDAM Akui Keliru, Janji Pasang Kembali Tak Ditepati

Kamis, 24 September 2026 - 23:12 WIB

Bapelkum Bitung dan UNKLAB Perkuat Kolaborasi Edukasi Hukum melalui Webinar KUHP Baru

Kamis, 24 September 2026 - 21:37 WIB

Jalan Provinsi Tak Terurus, Roni Sentil Pemerintah: Jangan Ingat Rakyat Saat Butuh Suara

Kamis, 24 September 2026 - 21:09 WIB

Poltera Hadirkan e-Khitan Florence, Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Griya Sehat Florence Sumenep

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/