Presiden Prabowo Serukan Kebijakan Pajak yang Adil dan Efisien di RAPBN 2026

- Publisher

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA – Jakarta,19 Agustus 2025 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan pajak ke depan harus mendukung prinsip keadilan sosial dan pemerataan. Dalam pidato Nota Keuangan RAPBN 2026 yang disampaikan pada Sidang Pembukaan Masa Sidang DPR RI, Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (15/8/2025), beliau menekankan bahwa pajak berfungsi sebagai sarana redistribusi pendapatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Pajak merupakan instrumen keadilan sosial, untuk redistribusi pendapatan. Mereka yang kaya membayar pajak, sementara yang kurang mampu akan mendapatkan bantuan,” kata Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa meskipun penerimaan pajak akan terus ditingkatkan, kebijakan ini tidak akan mengganggu iklim investasi. Insentif fiskal akan tetap diberikan secara terarah untuk mendukung sektor-sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Prabowo menyatakan bahwa pengelolaan APBN harus dilakukan secara sehat dan kredibel dengan mengoptimalkan pendapatan, memperkuat kualitas belanja, serta mendorong inovasi pembiayaan. Beliau menilai bahwa keberlanjutan perekonomian negara tidak boleh hanya bergantung pada APBN, tetapi juga harus melibatkan sektor swasta dan Danantara sebagai penggerak utama.

BACA JUGA :  Diduga Alergi Media, Oknum Kakan ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Enggan Menjawab Konfirmasi dan Blokir Nomor Whatsap

“Kita akan terus mendorong skema pembiayaan kreatif, sehingga tidak semua harus bergantung pada APBN,” tambahnya.

RAPBN 2026 menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.147,7 triliun, dengan belanja yang direncanakan mencapai Rp3.786,5 triliun. Defisit diperkirakan mencapai Rp638,8 triliun atau 2,48% dari PDB. Anggaran ini akan difokuskan pada delapan prioritas utama, termasuk ketahanan pangan, ketahanan energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, pemberdayaan desa, koperasi, UMKM, pertahanan semesta, serta percepatan investasi, perdagangan, dan pembangunan perumahan.

Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, konsultan pajak senior, menyatakan bahwa kebijakan pajak yang dijelaskan oleh Presiden Prabowo dalam RAPBN 2026 menunjukkan arah yang positif menuju pemerataan dan keadilan sosial. “Pendekatan yang menekankan redistribusi pendapatan ini sangat penting, terutama dalam mengurangi kesenjangan ekonomi yang semakin lebar. Penerapan pajak yang adil dan efisien, serta insentif fiskal yang terarah, bisa mendorong sektor-sektor strategis dan menciptakan iklim ekonomi yang lebih inklusif,” ujar Yulianto.

BACA JUGA :  Oknum Petugas PTSL 2023 Ngaku Kecolongan, Menteri ATR/BPN di Minta Bereskan dan Selesaikan Permasalahan di Probolinggo 

Selain itu, beliau menambahkan bahwa pengelolaan anggaran yang melibatkan sektor swasta dan kreatifitas dalam skema pembiayaan menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada APBN, yang selama ini menjadi sumber utama pembiayaan negara. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Yulianto juga melihat kebijakan ini sebagai angin positif di tengah isu kenaikan beberapa pajak di berbagai daerah. “Kebijakan yang mendorong redistribusi pendapatan ini sangat relevan, terutama saat banyak daerah yang tengah menghadapi protes akibat kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak lainnya. Pendekatan yang adil dan terarah ini bisa membantu menyeimbangkan dampak tersebut dengan memberikan insentif fiskal untuk sektor-sektor strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata,” ujar Yulianto.

BACA JUGA :  Berpotensi Pada Kwalitas Pekerjaan dan Administrasi, Dana Afirmasi DD di Informasikan Cair Sekira Bulan November 2026

Beliau menambahkan bahwa pengelolaan anggaran negara yang lebih kreatif dan melibatkan sektor swasta dalam pembiayaan diharapkan bisa meredakan ketegangan yang muncul di tengah masyarakat, sekaligus meningkatkan efektivitas kebijakan pajak dalam rangka pemerataan kesejahteraan rakyat. “Kebijakan ini memberikan harapan bahwa reformasi pajak yang lebih berkeadilan dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat, tanpa harus membebani masyarakat secara berlebihan.”

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
Lahan Sawit Rusak Tertimbun Limbah Tambang, Advokat Dampingi Warga Samarinda Menuntut Keadilan
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa
Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah
Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan
“Quo Vadis” UU Perampasan Asset
Yayasan Suara Utama Indonesia Soroti Polemik Sound Horeg dan Etika, Pernyataan “Goblok” Jadi Sorotan
Yayasan Suara Utama Indonesia Perkuat Kiprah di Dunia Pers
Berita ini 179 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Senin, 14 September 2026 - 18:15 WIB

Lahan Sawit Rusak Tertimbun Limbah Tambang, Advokat Dampingi Warga Samarinda Menuntut Keadilan

Minggu, 13 September 2026 - 13:24 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa

Sabtu, 12 September 2026 - 21:11 WIB

Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah

Jumat, 11 September 2026 - 13:53 WIB

Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/