Oknum Petugas PTSL 2023 Ngaku Kecolongan, Menteri ATR/BPN di Minta Bereskan dan Selesaikan Permasalahan di Probolinggo 

- Publisher

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Korban Progam PRONA 2010 dan PTSL 2018-2023 dan 2024 Wilayah kabupaten Probolinggo Jawa Timur keluhkan pelayanan ATR/BPN kabupaten Probolinggo. Diduga Dalam proses pendaftaran tidak transparan hanya Formalitas, Sehingga mudah di manfaatkan oleh oknum mafia tanah untuk memanipulasi data Administrasi dan Yuridis. 29/07/2026.

Akibatnya, Ahli waris yang sebenarnya (sah secara hukum) mengetahui bahwa lahan tanah milik nya telah di kuasai (di caplok) orang lain. Hal tersebut tentu sangat merugikan para ahli waris, selain objek nya di serobot harus mengeluarkan banyak biaya untuk melakukan gugatan ke pengadilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam proses pengukuran Sertifikat PRONA dan PTSL terindikasi tidak melibatkan pemilik lahan di samping nya untuk menentukan batas batas nya. Sehingga patut diduga berita acara fiktif. Ketika hasil ukur tumpang tindih, peta bidang salah, Diduga terdapat oknum ATR/BPN meminta biaya untuk di lakukan perbaikan.

BACA JUGA :  Sikap Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terbongkar, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Segera Akan Melakukan Koordinasi 

Miris nya, di kelurahan kandang jati kulon Sertifikat induk tahun 2081 yang di pecah melalui program PTSL tahun 2023 menjadi 12 sertifikat. Namun, faktanya hanya terbit 2 sertifikat sementara 10 sertifikat tidak bisa di terbitkan dengan alasan sertifikat tidak bisa di proses melalui Progam PTSL.

Hal tersebut di sampaikan oleh oknum petugas PTSL kelurahan kandang jati kulon “RB” pada saat team media mengkonfirmasinya di kantor ATR/BPN kabupaten Probolinggo pada 21 November 2025. Terkait terbit nya 2 sertifikat tersebut Ia mengaku kecolongan. “Itu kan sudah ada sertifikat induk nya, seharusnya tidak boleh di proses melalui Progam PTSL, ya kami kecolongan. “Ucap nya.

BACA JUGA :  Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026

Menanggapi hal tersebut aktivis kabupaten Probolinggo “AD” merasa geram. Ia mengaku banyak mendapat aduan dari masyarakat kabupaten Probolinggo terkait permasalahan sertifikat melalui program PRONA 2010, PTSL 2018-2023 dan 2024. Ia menduga dalam proses nya tidak transparan dan hanya formalitas.

“Semakin di biarkan Masyarakat semakin menjadi korban, PRONA dan PTSL ini tidak transparan, paling hanya formalitas saja. Ini tidak sedikit ahli waris yang sah mengetahui bahwa tanah nya di kuasai orang lain, setelah sertifikat berusia lebih 10 tahun. itu Sudah jelas merugikan ahli waris belum lagi biaya untuk melakukan gugatan. Nah, ketika salah ukur, salah peta bidang, salah nama. Ini banyak pengaduan masih di minta biaya untuk perbaikan. “Ucap nya.

BACA JUGA :  Itjen Kementrian ATR/BPN Jakarta Pusat Investigasi ATR/BPN Kabupaten Probolinggo, APH di Minta Segera Ambil Bagian 

Aktivis menduga bahwa ATR/BPN kabupaten Probolinggo menjadi sarang oknum mafia tanah dan Pungli. Ia meminta Menteri ATR/BPN RI datang ke Probolinggo untuk menyelesaikan semua permasalahan dan membabat oknum mafia tanah dan Pungli. Ia menyatakan siap untuk memfasilitasi ATR/BPN kabupaten Probolinggo melakukan investigasi ke lapangan.

“Kami menduga Kantor ATR/BPN kabupaten Probolinggo menjadi sarang mafia tanah dan Pungli. Kami berbicara fakta di lapangan, Jika BPN brani ayo investigasi langsung ke lapangan. Oleh karenanya, Kami meminta Menteri ATR/BPN RI, turun ke Probolinggo untuk menyelesaikan semua permasalahan dan membersihkan oknum oknum mafia tanah. “Tegas nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 
Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia
Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?
Redaksi SUARA UTAMA Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis melalui Uji Kompetensi Wartawan
Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
Selain Dugaan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif, Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terindikasi Melanggar Kode Etik dan Disiplin ASN
Puncak Acara Hari Tani: Pelantikan 7 Juta Relawan Tani Indonesia
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:35 WIB

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 

Senin, 2 November 2026 - 19:08 WIB

Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia

Senin, 2 November 2026 - 18:38 WIB

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Minggu, 1 November 2026 - 10:45 WIB

Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama

Berita Terbaru

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa? (sumber resmi Humas MA, dari portal berita resmi Mahkamah Agung MARINews)

Berita Utama

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Senin, 2 Nov 2026 - 18:38 WIB

Polres Metro Bekasi Identifikasi Kecelakaan Truk Molen || Sumber gambar : https://tribratanews.metro.polri.go.id/

Berita Utama

Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka

Senin, 2 Nov 2026 - 18:31 WIB

Chat via WhatsApp