Ponpes Al Ubaidah dan UT Kolaborasi Tingkatkan Pendidikan Formal Juru Dakwah

Ponpes Al Ubaidah dan UT Kolaborasi Tingkatkan Pendidikan Formal Juru Dakwah

- Writer

Selasa, 31 Januari 2023 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Nganjuk (31/1). Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany menerima kunjungan para direktur Universitas Terbuka (UT) pada Selasa (31/1) di Ponpes Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Kunjungan tersebut merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman UT Surabaya dengan DPW LDII Jawa Timur dan Ponpes Al Ubaidah.

“Perkembangan zaman yang pesat dengan digitalisasi teknologi menghadirkan tantangan yang berat bagi para juru dakwah atau muballigh-muballighoh. Dengan demikian mereka harus bisa menjawab kebutuhan pasar bukan berarti menjual agamanya, tapi supaya tidak tertinggal dengan perkembangan. Sehingga ilmunya bermanfaat sesuai kebutuhan umat,” tutur Habib Ubaidillah.

Habib Ubaid dalam kesempatan itu menyatakan, dirinya secara pribadi maupun institusi menyambut dengan baik kerja sama pendidikan tersebut. Ia mengatakan upaya Ponpes Al Ubaidah memiliki perguruan tinggi sudah dirintis beberapa tahun lalu, bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Timur.

“Dengan UT jadi lebih fleksibel dan mampu menjawab pertanyaan para santri kami, bila mereka bertugas sebagai muballigh-muballighoh yang jauh dari kota, bahkan ke mancanegara. Ternyata masih bisa terus melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, baik jenjang sarjana, megister, maupun doktoral,” ungkapnya.

Ponpes Al Ubaidah juga memungkinkan menjadi Sentral Pelayanan UT, karena memiliki fasilitas gedung dan kantor yang memadai, untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara langsung. Fleksibilitas UT yang memungkinkan belajar jarak jauh atau tatap muka, menurut Habib Ubaidillah memungkinkan mewujudkan slogan LDII: “Sarjana yang Muballigh dan Muballigh yang Sarjana”.

Pihak UT mendukung penuh harapan Ponpes Al Ubaidah tersebut. Menurut Direktur UT Surabaya, Suparti, UT menerapkan sistem belajar mandiri, terbuka, dan jarak jauh. Para muballigh-muballighoh bisa mengikuti proses belajar dari mana saja, “Karena diterapkan sistem belajar terbuka, maka siapapun boleh mengikuti pendidikan tanpa batasan usia. Tanpa batasan tempat tinggal, tanpa batasan ijazah. Maka muballigh-muballighoh tahun berapapun lulusannya bisa kuliah,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Proyek Pintu Air Rp 4 Miliar Lebih Di Desa Tungkal Satu Jadi Temuan BPKP Rp 781 Juta

Bahkan bila terlalu sibuk, jam belajarnya bisa diatur. Karena belajar dengan sistem mandiri di UT menerapkan seperti main Facebook atau Instagram. Jadi dalam seminggu ada satu materi yang diunggah pada Senin, dipersilakan membaca materi itu selama sepekan ke depan. Kemudian diberi kelonggaran waktu seminggu kemudian.

“Begitu masuk minggu kedua, materi kedua diunggah. Tapi materi pertama tetap dibuka. Jadi seminggu atau dua minggu tidak belajar atau mengerjakan tugas, masih bisa mempelajari pada minggu berikutnya,” papar Suparti.

Menurut Suparti kerja sama dengan DPW LDII Jawa Timur tersebut, akan terus dikembangkan di kabupaten-kabupaten. Sementara itu, Direktur UT Malang Lilik Sulistyowati, mengatakan arah kerja sama UT dengan Ponpes Al Ubaidah adalah peningkatan kualitas SDM, “Lulus santrinya, lulus sarjananya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Jelang Ramadhan 1447 H, Cahaya Hijrah Launching 7 Program Keumatan dan Kemasjidan 

Dengan menjadi sarjana, para muballigh-muballighoh bertambah kompetensinya. Lilik mengatakan Ponpes Al Ubaidah bekerja sama dengan UT, bisa menggunakan gedungnya untuk membuka perkuliahan, “Kuliahnya bisa di Ponpes Al Ubaidah, mendaftar dan ujiannya juga di Ponpes Al Ubaidah. Di Nganjuk baru ada tiga kelompok belajar, jadi sangat memungkinkan membuka kelompok belajar di ponpes ini,” tutur Lilik.

Setiap pokja minimal berisi 50 mahasiswa, dengan adanya pokja tersebut para mahasiswa bisa saling bantu dalam mengatasi berbagai kesulitan perkuliahan. Menutup pembicaraan, Habib Ubadillah menegaskan pondok pesantren LDII merupakan tulang punggung dalam membangun generasi muda yang profesional religius.

“Dengan ilmu dan kepahaman agama yang kuat, disertai dengan pendidikan formal yang tinggi, generasi muda LDII siap menyambut Indonesia Emas 2045,” pungkas Habib Ubaidillah.

Berita Terkait

Proyek Puskesdes Parit Jawa Disorot, PPK Dinkes Belum Beri Penjelasan, Inspektorat Sulit Dikonfirmasi
PETI Lubuk Birah Menggila, Diduga Libatkan Oknum Kades dan Aparat Desa, Akankah Polda Jambi Turun Tangan?
Aliansi Umat Islam Babel Geruduk DPRD, Tolak Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace
GOW Kota Pangkalpinang Salurkan Bantuan Ramadan di Gerunggang: Wujud Kasih Sayang dan Pererat Silaturahmi
Optimalkan Zakat Produktif, Baznas Pangkalpinang Gelar Fundraising Ramadan 1447 H
Muhammadiyah Mengecam Serangan Amerika-Israel Terhadap Iran
Respon Global Terhadap Serangan Israel dan Amerika Serikat Kepada Iran dan Kematian Pemimpin Iran Ali Khamenei
Hari ke-10 Ramadhan, Komunitas Muslimah Mulia Kembali Bagikan Takjil Magnet Rezeki Box
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:02 WIB

Proyek Puskesdes Parit Jawa Disorot, PPK Dinkes Belum Beri Penjelasan, Inspektorat Sulit Dikonfirmasi

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:12 WIB

PETI Lubuk Birah Menggila, Diduga Libatkan Oknum Kades dan Aparat Desa, Akankah Polda Jambi Turun Tangan?

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:26 WIB

Aliansi Umat Islam Babel Geruduk DPRD, Tolak Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:02 WIB

GOW Kota Pangkalpinang Salurkan Bantuan Ramadan di Gerunggang: Wujud Kasih Sayang dan Pererat Silaturahmi

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:16 WIB

Optimalkan Zakat Produktif, Baznas Pangkalpinang Gelar Fundraising Ramadan 1447 H

Berita Terbaru